Dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Inggris, Manchester United yang dijadwalkan untuk menjamu Liverpool di Old Trafford telah menyiapkan skuad yang cukup mumpuni. David de Gea diturunkan di bawah mistar, Victor Lindelof dan Harry Maguire disiapkan untuk menghalau serangan di lini belakang. Sementara itu, nama andalan seperti Bruno Fernandes sampai Cristiano Ronaldo juga diturunkan untuk merobek jala lawan.
Di kubu seberang, tim tamu Liverpool tak kalah dalam menurunkan susunan pemain terbaiknya. Dari penjaga gawang sampai lini serang, kita akan disuguhkan dengan nama yang tentunya sangat tidak asing di telinga.
Namun meski para penggemar Setan Merah sudah sangat antusias dalam memberikan dukungan, mereka malah disuguhkan dengan nuansa kelam berupa kekalahan telak yang tentunya tidak mudah dilupakan. Lewat gol Naby Keita pada menit ke 5, Manchester United tampak terkejut hingga membuat mereka kembali kecolongan enam menit berselang.
Puncaknya, tiga gol Mohamed Salah pada menit ke 38, 45+5, dan 50, kian membuat klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer tak tahu lagi harus menutup muka dengan alasan apa.
— Manchester United (@ManUtd) October 24, 2021
Buah dari kekalahan ini jelas membuat Manchester United kian merana. Terlebih ketika melihat raut muka Sir Alex Ferguson di tribun penonton yang seolah tak percaya dengan apa yang baru saja menimpa tim kesayangannya. Tak bisa berkata-kata mungkin menjadi kalimat yang lebih ingin diucap.
Apa yang jadi hasil minor pada laga melawan Liverpool itu pun semakin memperparah catatan CR7 cs di kompetisi Liga Primer Inggris. Sebelum kalah telak atas The Reds, MU memang datang dengan segudang lembaran tak diinginkan. Mereka belum memenangkan satu pun tiga pertandingan sebelumnya. Mereka bahkan harus terlempar dari posisi empat besar usai kalah dengan skor 4-2 dari Leicester City.
Apalagi lawan yang harus mereka hadapi memiliki catatan 18 kali tanpa kalah. Belum lagi kembalinya bek andalan mereka Virgil van Dijk yang siap menjagal segala serangan.
Sorotan Tertuju Pada Sosok Ole Gunnar Solskjaer
Seusai laga, tagar Ole Out terus mengudara. Jaringan media sosial ramai-ramai memberitakan tentang potensi Ole yang bakal dipecat oleh Manchester United. Terlebih, muncul kabar bahwa di pertandingan melawan Liverpool, pemain Manchester United banyak yang tidak paham dengan taktik yang disampaikan Ole.
Seperti dikutip Sportskeeda, beberapa pemain manyampaikan kebingungan mereka kepada Bruno Fernandes tentang apa yang disampaikan Ole.
“Pesan yang disampaikan tidak jelas. Ada kebingungan di tim, pemain tidak mengerti apa taktiknya. Tidak ada tim, hanya individu saja yang bermain. Ada masalah besar di lini pertahanan.”
Sebelum laga, Ole memang sudah banyak dipertanyakan. Dia terlihat memilih untuk mengambil resiko dengan memainkan tiga pemain yang dikabarkan tidak berada dalam 100 persen kondisinya. Diantaranya Bruno Fernandes, Marcus Rashford dan Fred. Selain itu, Ole juga tampak membangkucadangkan Jadon Sancho dan Paul Pogba yang kita tahu menjadi rekrutan termahal.
em Manchester / em Dortmund
isso é Jadon Sancho pic.twitter.com/wqE5h2CoPZ— Facção Dortmund Brasil 🇧🇷 (@faccaodortmund) October 25, 2021
Sancho diklaim harus puas menjadi penghangat banku cadangan usai dipandang minim kontribusi. Namun yang perlu diingat adalah, pemain Internasional Inggris itu merupakan bintang di Signal Iduna Park dengan talenta hebat yang dimiliki.
Ketika Ole berdalih bahwa Sancho baru bergabung dengan tim dan masih membutuhkan adaptasi, tapi bagaimana bisa ia beradaptasi dengan lingkungan barunya andai tak diberi cukup kepercayaan?
Beragam komentar negatif pun muncul dengan menyudutkan sang pelatih. Ryan Taylor yang merupakan seorang jurnalis olahraga mengatakan dengan sederhana, bahwa ketika sebuah klub mampu mendatangkan pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Raphael Varane namun malah mengalami kemunduran, maka kesalahan terletak pada pelatih.
Beberapa bulan lalu, Manchester Evening News bahkan pernah mengeluarkan kabar bila ada beberapa pemain Manchester United yang sudah tidak percaya dengan Ole. Meski tidak disebutkan secara rinci siapa pemain tersebut, mereka meyakini Ole merupakan sosok yang harus disalahkan atas laju MU yang jauh dari kata mulus.
Ketidakpercayaan para pemain kepada Ole sebagai juru taktik juga terlihat ketika MU berhadapan dengan Atalanta di kompetisi Liga Champions Eropa. Meski pada akhirnya mampu membalikkan keadaan, penampilan mereka di babak pertama kacau hingga membuat tim lawan mampu mencuri gol.
Di laga tersebut, ada laporan yang mengatakan kalau Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo sampai mengambil alih ruang ganti dengan ikut bicara di jeda pertandingan. Bruno dikatakan meminta Ole untuk menempatkannya lebih ke dalam untuk membuatnya bisa mengambil bola lebih banyak.
Benar saja, ketika memasuki babak kedua di laga melawan Atalanta, Bruno bisa bermain dengan banyak bola dan sukses mengirim umpan ke Marcus Rashford untuk kemudian dikonversi menjadi gol. Sejak saat itu, MU mampu menguasai pertandingan dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-2.
Kemudian pada kekalahan melawan Leicester City yang membuat banyak penggemar geram, permainan MU dinilai sangat buruk, tidak ada visi, dan mudah sekali diekspos. Harry Maguire yang diturunkan Ole diharapkan bisa memberi perubahan pada lini pertahanan. Namun, eks pemain Leicester itu justru menjadi penyebab dari beberapa gol yang diciptakan mantan tim nya tersebut.
▪️ Bailly challenges Solskjaer over Maguire selection vs Leicester
▪️ Ronaldo ‘exasperated’ by Greenwood
▪️ Senior player asks why Van de Beek doesn’t play moreAn inside the Man Utd dressing room report by @TelegraphDucker https://t.co/YrYLM5uHK0 #MUFC
🔓Open access in the UK
— Telegraph Football (@TeleFootball) October 25, 2021
Ole, dalam hal ini, juga disebut kerap kesulitan ketika mencoba untuk menemukan keseimbangan di lini tengah. Pada pertandingan melawan The Foxes, Brendan Rodgers mengakui bila dirinya menemukan banyak celah di lini tengah MU untuk dimanfaatkan.
“Pemain tengah United tidak melakukan press sehingga kami bisa bersabar dan mengolah bola dengan baik. Lalu kami masuk ke beberapa area yang bagus dan memberi tekanan pada lini belakang mereka,” ujar Brendan Rodgers.
Disaat lini tengah terus dijadikan celah oleh tim lawan, Ole tidak memiliki plan B atau bahkan C untuk mengantisipasinya.
Meski dalam beberapa laga sang pelatih mampu menunjukkan taktik jitu, di saat yang sama Iblis Merah juga kerap dibuat tak memiliki jalan keluar. Ole lebih sering membuat MU tampil tidak konsisten. Dalam beberapa laga yang dimainkan dengan sangat buruk oleh Manchester United, Alan Hutton yang merupakan legenda timnas Skotlandia berujar kalau para pemain MU seperti tidak tahu bagaimana caranya bermain sebagai satu kesatuan tim.
Mengenai hal tersebut, tampaknya semua penggemar setuju bila bagaimanapun pelatih adalah orang yang paling bertanggung jawab atas performa sebuah tim. Apalagi bila melihat laju Manchester United pada musim ini, dimana kemenangan menjadi hal yang kian langka.
“Zidane, I’ve got Ronaldo and 10 pieces of wood. Time to win the Champions League.”#OleOut pic.twitter.com/v0KhVOSzkM
— Arnab⚡ (@UtdArnabx) October 25, 2021
Tinggal tunggu saja bagaimana pergerakan manajemen dalam menyoroti berbagai permasalahan ini. Tetap membiarkan penggemar lelah dalam menyebar tagar Ole Out, atau mengambil tindakan berupa penunjukkan pelatih anyar sembari memperbaiki kinerja lainnya.
Sumber referensi: Setan Merah, Sportskeeda, Libero, Bola, Goal


