Momen yang Mengguncang Sepakbola Dalam 10 Tahun Terakhir

spot_img

Momen yang Mengguncang Sepakbola Dalam 10 Tahun Terakhir

Harus diakui bila sepakbola tak pernah lelah pancarkan sinarnya. Dari masa ke masa, olahraga ini selalu ciptakan banyak momen menggelegar, yang sangat disayangkan bila terlewatkan. Dari dalam maupun luar lapangan, selalu ada saja hal yang pantas diperbincangkan.
Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan momen menggelegar dalam dunia sepakbola dalam sepuluh tahun terakhir. Penasaran momen apa saja yang berhasil mengguncang dunia? Simak ulasannya berikut ini.

Brazil Dibantai 7-1 Oleh Jerman

Tragedi Mineirazo. Begitu kira-kira sebutan untuk sebuah pertandingan dimana tuan rumah Brasil terbantai habis oleh perlawanan Jerman di ajang Piala Dunia 2014. David Luiz, yang ketika itu jadi pemain yang sering disorot, harus tertunduk lesu ketika melihat tim yang dibelanya hancur lebur oleh gempuran Tim Panser.
Saat itu, tepat pada babak semifinal Piala Dunia 2014, yang digelar di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, tim tuan rumah punya catatan bagus sebelum berhadapan dengan Jerman. Brasil menjadi tim yang boleh dibilang diunggulkan, meski lawan yang dihadapi juga tidak bisa diremehkan.
Namun semua itu tinggal harapan belaka. Brasil yang tampil di hadapan para pendukung malah sudah kebobolan pada menit ke 11 lewat aksi Thomas Muller. Kemudian pada menit ke 23, Jerman mulai menjebol gawang Brasil sebanyak empat kali secara beruntun, hanya dalam waktu enam menit saja.
Unggul lima gol di babak pertama membuat Jerman tampil tanpa beban. Hasilnya, mereka berhasil menambah dua gol lagi di babak kedua, sebelum akhirnya Brasil hanya mampu membalas satu gol lewat Oscar pada menit masa injury time.
Sekali lagi, pertandingan itu menjadi sebuah tragedi tersendiri, yang tidak hanya bagi sejarah Piala Dunia, namun juga sejarah sepakbola secara keseluruhan. Brasil, yang kita kenal sebagai salah satu negara penghasil pesepakbola terbaik, harus tumbang dari Jerman dengan skor yang sangat-sangat tidak terduga, bahkan bagi Jerman itu sendiri.

Skandal Korupsi FIFA 2015

Pada tahun 2015 lalu, Eduardo Li dari Costa Rica yang merupakan salah satu eksekutif FIFA ditangkap oleh pihak berwajib tanpa perlawanan di sebuah hotel di Zurich, Swiss. Dirinya ditangkap setelah New York Times memberitakan bila pria itu terlibat dalam skandal korupsi FIFA selama kurang lebih dua puluh tahun lamanya. Diantaranya penentuan tuan rumah hingga kesepakatan pemasaran dan penyiaran.
Surat dakwaan menyebut bila setidaknya ada 14 orang yang terlibat dalam kasus pemerasan, transfer uang ilegal, dan persekongkolan untuk melakukan pencucian uang. Selain menangkap para senior FIFA, polisi juga menahan serta sejumlah pejabat perusahaan pemasaran olahraga dari Amerika Serikat dan Amerika Selatan yang membayar uang sogokan dan uang suap berjumlah total 150 juta dollar Amerika, dengan imbalan mendapatkan kesepakatan media turnamen-turnamen besar sepakbola.

Terungkapnya kasus ini jelas menjadi pukulan keras bagi FIFA selaku badan tertinggi yang mengatur cabang olahraga paling populer di dunia.

Dongeng Leicester City

Pada tahun 2016 silam, dunia dikejutkan dengan sebuah dongeng menggelegar dari tanah Britania. Adalah kompetisi Liga Primer Inggris yang untuk pertama kalinya mengeluarkan nama Leicester City sebagai juara. Ketika itu, Leicester yang bermain imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspurs memiliki jumlah poin yang tidak bisa dikejar lagi oleh pesaing terdekatnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Spurs itu sendiri, meski liga masih menyisakan dua laga.
Keluarnya Leicester sebagai juara jelas menjadi cerita baru bagi kompetisi Inggris. Mereka sama sekali tidak masuk ke dalam kandidat juara. Bahkan, bursa taruhan hanya memberikan rasio 5.000:1 untuk menempatkan Leicester sebagai juara.
Ketika itu, Leicester dihuni oleh sejumlah bintang sebagai pahlawannya. Diantaranya Jamie Vardy, N’Golo Kante, Danny Drinkwater, Riyad Mahrez, sampai Kasper Schmeichel. Sementara di kursi kepelatihan tim, kesuksesan tersebut menjadi catatan positif bagi Claudio Ranieri.
Ini merupakan gelar liga domestik pertama yang pernah diraih pria Italia itu. Sebelumnya, Ranieri memang pernah menjuarai liga, namun itu hanya di Serie B bersama Fiorentina dan Serie C1 dengan Cagliari.

Penjualan Neymar Ke PSG yang Mempengaruhi Harga Pemain

Bintang asal Brasil, Neymar Jr, telah resmi merampungkan kepindahannya menuju Paris Saint Germain dari FC Barcelona pada 2017 silam. Pemain yang sempat meraih tri gelar dalam satu musim bersama el Barca ini diboyong dengan mahar senilai 222 juta euro atau setara 3,5 triliun rupiah.
Transfer Neymar menuju PSG ketika itu sukses mengalahkan nilai yang dikeluarkan Real Madrid untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo dan juga Gareth Bale ke Estadio Santiago Bernabéu.

Sejak saat itu, transfer dalam dunia sepakbola kian menggila. Setelah resmi mendatangkan Neymar Jr, Paris Saint Germain resmi datangkan pemuda berbakat asal Prancis, Kylian Mbappe dengan mahar yang juga tak sedikit, yakni sebesar 180 juta euro atau setara lebih dari 3 triliun rupiah.
Saat ini, harga pemain-pemain muda yang belum teruji penampilannya bahkan sudah membuat banyak orang geleng-geleng kepala..

Gol Sergio Aguero Memberi Trofi EPL Kepada Man City

Sergio Aguero boleh dibilang sebagai legenda Manchester City. Setelah resmi tinggalkan klub untuk bergabung dengan FC Barcelona, banyak yang mengatakan bila momen terbaik penyerang asal Argentina itu adalah ketika dirinya berhasil mencetak gol ke gawang QPR pada tahun 2012 silam.
Ketika itu, Aguero menjadi bagian dari skuad Manchester City asuhan Roberto Mancini. Dia tampil dalam laga melawan QPR, yang sangat krusial bagi sejarah The Citizens.
Manchester City yang sempat ketinggalan 1-2 atas QPR pun langsung melancarkan segala serangan untuk bisa meraih tiga poin penuh. Hasilnya, Edin Dzeko berhasil mencetak gol dan membuat skor sama kuat. Setelah itu, disinilah aksi Aguero akan selalu dikenang.
Aguero yang menerima umpan Mario Balotelli berhasil memanfaatkannya dengan baik. Dia melepas tendangan keras yang tidak bisa dijangkau kiper QPR ketika itu. Hasilnya, sebuah selebrasi legendaris pun tercipta sebagai tanda bahwa Manchester City telah berhasil memenangkan gelar liga primer pertamanya.

Rivalitas Sengit Ronaldo-Messi

Rivalitas panas Ronaldo dan Messi hampir menyentuh garis finishnya. Meski begitu, persaingan ketat antar dua pemain ini tak akan pernah dilupakan oleh semua pecinta sepakbola. Sejak Ronaldo masih membela Manchester United, Messi sempat mengalahkannya di partai final Liga Champions Eropa tahun 2009.
Setelah Ronaldo putuskan pindah ke Real Madrid, aroma persaingan kedua pemain tersebut kian kental terasa. Dalam tajuk el clasico, Ronaldo dan Messi terus tebar ancaman. Kedua pemain tersebut nyaris selalu terlibat dalam duel panas, bahkan selalu aktif dalam menjadi pencetak gol terbanyak La Liga.

Di luar itu, Ronaldo dan Messi sama-sama terlibat persaingan panas dalam penghargaan Ballon D’or, meski kini Messi tercatat sebagai pemegang terbanyak gelar tersebut.
Ronaldo sendiri sempat mengungguli Messi dalam hal trofi Internasional, setelah pada 2016 lalu, dia berhasil meraih trofi Piala Eropa pertamanya. Namun lima tahun berselang, Messi berhasil membuktikan kehebatannya dengan membawa Argentina meraih gelar juara Copa America.
Kini, era sepakbola tampak akan berganti aktor kenamaan, dengan Ronaldo dan Messi mulai mundur perlahan dari penggung terbesar.

Liverpool Juara EPL

Setelah 30 tahun berlalu, Liverpool akhirnya berhasil meraih trofi Liga Primer Inggris pertama mereka. Tepat pada tahun 2020 lalu, Liverpool sukses kembali ke tahtanya dengan koleksi 99 poin. Jordan Henderson dan kolega unggul 18 poin dari Manchester City yang finis di tempat kedua.

Seluruh elemen tim termasuk para penggemar menyambut senang momen bersejarah itu. Mereka merasa sangat puas setelah berkali-kali tumbang dalam setiap musimnya.
Dengan keberhasilan meraih trofi Liga Primer Inggris, Liverpool semakin menyempurnakan masa kejayaan mereka, setelah pada musim sebelumnya trofi Liga Champions Eropa juga berhasil didapat.

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018 dan Berhasil Juara Euro 2020

Pada tahun 2018 lalu, sepakbola Italia berduka usai mereka gagal tampil di ajang Piala Dunia. Italia yang gagal mengalahkan Swedia di laga play off harus mau menanggung luka yang sejatinya tak diduga.

Pelatih dan kurangnya pemain berkualitas dinilai sebagai biang kegagalan Italia ketika itu. Salah satu momen yang membuat dunia tak kuasa menahan air mata ketika itu adalah saat melihat Gianluigi Buffon terus mengusap pipinya. Kiper veteran yang bermimpi menutup karir dengan tampil di ajang Piala Dunia itu harus merelakan kesempatan emasnya karena minimnya keberuntungan.
Namun begitu, tak butuh waktu lama bagi Italia untuk bangkit. Tepat setelah menunjuk Roberto Mancini sebagai allenatore, kiprah Italia langsung kembali melejit. Mereka selalu memenangi pertandingan, hingga ajang Piala Eropa 2020 dijadikan sebagai turnamen pembuktian.
Hasilnya, satu trofi Internasional yang terakhir kali didapat pada 2006 silam berhasil mampir ke lemari piala. Berhasil mengandaskan timnas Inggris di partai final, Italia berhasil meraih trofi Piala Eropa kedua mereka sepanjang sejarah.
https://www.youtube.com/watch?v=IYjsOX-vFz8

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru