Tipis! Indonesia hanya menang tipis 2-1 atas Filipina di laga penyisihan Grup A Piala AFF 2022. Namun setipis apa pun selisihnya, menang tetaplah menang. Tambahan tiga poin dari tim tuan rumah membuat skuad Garuda mengamankan satu tiket ke babak semifinal sebagai runner-up Grup A.
Ini merupakan kemenangan pertama Indonesia atas Filipina di Piala AFF sejak semifinal leg kedua AFF 2010 silam. Sementara dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, Timnas Indonesia tak pernah sekali pun memetik kemenangan dari skuad The Azkals.
Meski hanya melawan Filipina, laga ini bakal jadi catatan penting bagi Indonesia. Kemenangan ini bakal jadi salah satu momen yang tak terlupakan di Piala AFF 2022. Namun, laga tersebut bukan jadi satu-satunya momen epik Indonesia di Piala AFF, berikut daftar momen tak terlupakan Indonesia di sepanjang gelaran Piala AFF.
Daftar Isi
Sepakbola Gajah 98
Tahun 1998 barangkali jadi tahun paling kelam bagi sepakbola Indonesia. Indonesia dihantam kasus pengaturan skor di ajang Piala AFF yang dulu masih bernama Piala Tiger.
Timnas Indonesia terbukti terlibat “sepakbola gajah” ketika menghadapi Thailand. Dalam kedudukan 2-2, Mursyid Effendi mencetak gol bunuh diri yang membuat Thailand unggul 2-3. Namun, bukannya bersedih, Mursyid dan beberapa pemain Indonesia justru tampak gembira dengan gol tersebut.
mursyid effendi, indonesia vs thailand tahun 1998. pic.twitter.com/aSsEVHFoFt
— Ikari Shinji | 碇 シンジ (@piloteva_01) September 23, 2022
Golnya ke gawang sendiri bermaksud untuk menghindari Vietnam di babak semifinal. Motif tersebut diduga sebagai alasan kuat Timnas Indonesia dan Thailand enggan menang di laga tersebut. Sehingga mereka akhirnya memilih memainkan sepakbola gajah.
Pada akhirnya Timnas Indonesia pun bertemu Timnas Singapura. Sayangnya, mereka kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut. Setelah turnamen itu berakhir, Mursyid Effendi kemudian dijatuhi sanksi berupa larangan terlibat dalam aktivitas sepakbola selama seumur hidup oleh FIFA.
Indonesia 13-1 Filipina
Maju ke Piala AFF 2002, kali ini Indonesia mengukir sejarah manis dengan mencatatkan kemenangan terbesar di Piala AFF. Kemenangan itu terjadi ketika skuad Garuda menghadapi Filipina pada babak penyisihan Grup A.
Indonesia vs Filipina menjadi laga terakhir di babak penyisihan Grup A.. Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia tampil mendominasi sejak peluit kick off dibunyikan. Di akhir laga, Skuad Garuda meraih kemenangan besar dengan skor 13-1.
Punggawa Timnas Indonesia saat itu silih berganti menjebol gawang Filipina. Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif sama-sama mencetak empat gol. Bejo Sugiantoro dua gol, Budi Sudarsono dan Imran Nahumarury masing-masing mencetak satu gol. Sementara satu gol lainnya merupakan gol bunuh diri pemain lawan.
Satu-satunya gol balasan Filipina dicetak oleh Ali Go. Di edisi tersebut, Bambang CS berhasil mencapai partai final. Namun Skuad Garuda ditumbangkan oleh tim Gajah Perang melalui drama adu penalti.
Irfan Bachdim dan Selebrasinya
Kemunculan Irfan Bachdim di Piala AFF 2010 berhasil mencuri perhatian pencinta sepakbola Indonesia. Selain parasnya yang tampan, selebrasi-selebrasinya yang unik jadi ciri khas pemain bernomor punggung 17 tersebut.
Di laga pembuka kontra Malaysia, Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor telak 1-5. Dalam laga tersebut, Irfan mencetak gol cantik buah assist dari Okto Maniani. Selepas mencetak gol, ia melakukan selebrasi yang unik di hadapan ribuan penonton yang hadir di Gelora Bung Karno. Ia mengecup jari layaknya almarhum Bondan Winarno dengan tagline Maknyusss-nya.
Momen pertama yang bikin kita semua mencintai Irfan Bachdim. pic.twitter.com/bwzInQW9UM
— PSSI (@PSSI) April 5, 2020
Tak sampai di situ saja, selebrasi kedua di laga kontra Laos tak kalah ikonik. Usai mencetak gol keempat bagi Indonesia, Bachdim melakukan tarian sambil berputar. Kabarnya itu adalah tarian khas Turki. Selebrasi itu ia tujukan kepada mantan rekannya yang berasal dari Turki.
Setelah dua laga tersebut, Irfan Bachdim langsung jadi idola baru fans sepakbola tanah air. Selebrasinya menghipnotis seluruh lapisan masyarakat. Bahkan beberapa anak kecil menirukannya saat bermain sepakbola di halaman rumah.
Laser di Final AFF 2010
Masih di edisi AFF 2010, Indonesia kembali mengalami momen yang tak terlupakan. Indonesia yang berhasil melaju ke partai puncak untuk melawan Malaysia, mendapat teror yang tak biasa. Memainkan pertandingan leg pertama di Stadion Bukit Jalil, skuad asuhan Alfred Riedl mendapatkan gangguan berupa sinar laser.
AFF 2010 Final Leg 1, babak pertama 0-0, setelah insiden laser sempat berhenti beberapa menit, pertandingan dilanjutkan dan 3 gol Malaysia terjadi begitu cepat, gimana perasaanmu waktu itu?@garagarabola_ @MemoriLigina @Indostransfer @MafiaWasit @Bali_Football @InfosuporterID pic.twitter.com/KtXUWY51Cu
— HOBI BALBALAN (@hobibalbalan) November 13, 2020
Di laga tersebut suporter Malaysia terbukti mengarahkan sinar laser kepada kiper Indonesia saat itu, Markus Haris Maulana. Kejadian bermula ketika Malaysia mendapat tendangan bebas. Belum sempat ditendang, penjaga gawang Markus Horison protes karena matanya terus disinari laser.
Wasit yang melihat adanya sinar laser akhirnya menghentikan pertandingan untuk sementara. Namun setelah laga dilanjutkan, sinar laser tersebut membuat Indonesia kehilangan konsentrasi. Indonesia pun menyerah 0-3 pada laga itu. Hasil ini membantu Malaysia meraih gelar juara karena pada leg kedua hanya kalah 1-2 di Stadion Gelora Bung Karno.
Tendangan Abduh Lestaluhu AFF 2016
Piala AFF 2016 berakhir memilukan bagi Timnas Indonesia. Lagi-lagi skuad Garuda harus menerima hasil negatif di partai puncak usai dikalahkan oleh Thailand. Kekalahan agregat 3-2 membuat Timnas Indonesia menjadi runner-up untuk kesekian kali. Namun, ada momen yang tak terlupakan di pertandingan tersebut.
Ya, tendangan Abduh Lestaluhu ke bench pemain Thailand akan selalu diingat oleh fans Timnas Indonesia. Insiden itu bermula saat Timnas Indonesia mendapat lemparan ke dalam di menit-menit akhir. Saat Abduh hendak melakukan lemparan ke dalam, pemain cadangan Thailand mengulur-ulur waktu dengan menahan bola.
A DAY TO REMEMBER ‼️
Momen Abduh Lestaluhu menendang bola ke bench Timnas Thailand di Final Piala AFF 2016.
Respect Abduh Lestaluhu, kalo saat itu bolanya kena kepala pemain Thailand puas banget 😬#MoreThanJustAGame #TimnasDay pic.twitter.com/eYJT9v4jQc
— Sport77 Official (@Sport77Official) December 29, 2021
Abduh pun protes ke wasit, dan ketika ia protes bolanya baru dikembalikan. Abduh yang masih berusia 23 tahun pun tersulut emosi. Ia menendang kembali bola tersebut ke bench pemain Thailand.
Tendangan itu membuat pemain Thailand jengkel. Mereka mencoba menghampiri bek Indonesia tersebut, tapi Abduh tidak gentar. Pemain yang juga tergabung dalam pasukan TNI itu tidak lari usai ‘menyerang’ skuad Thailand.
Indonesia vs Singapura AFF 2020
Laga yang tersaji di semifinal leg kedua Piala AFF 2020 ini mungkin jadi pertandingan yang paling diingat di kompetisi tersebut. Dari kedua tim yang saling berbalas gol, hingga 3 kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Singapura, jadi insiden yang mewarnai kemenangan 4-2 Timnas Indonesia atas tim tuan rumah.
#TimnasDay & #OnThisDay satu tahun yang lalu sebuah scene dramatis & “kontroversial” antara Asnawi Mangkualam vs Faris Ramli. pic.twitter.com/z3cGqfO1W3
— L. Musaddad A. Sadat (@labiebsadat) December 26, 2022
Selain hujan kartu merah, ada momen tak terlupakan ketika skor masih 2-2, Indonesia justru dihukum tendangan penalti oleh wasit Qasim Mathar Ali, setelah Pratama Arhan menjatuhkan pemain Singapura di kotak terlarang. Jika Singapura berhasil mencetak gol, maka pertandingan akan berakhir dan Timnas Indonesia harus pulang dengan tangan kosong.
Faris Ramli yang ditunjuk sebagai eksekutor mengarahkan bola ke sisi kiri gawang. Beruntungnya, Nadeo mampu melakukan penyelamatan. Ucapan terimakasih Asnawi yang sempat viral juga tercipta di momen ini. Rangkaian drama yang mewarnai laga ini sudah cukup untuk menjadikan pertandingan ini sebagai laga yang tak terlupakan di AFF 2020.
Blunder Pemain Indonesia di AFF 2022
Blunder Hansamu Yama di laga kontra Brunei Darussalam menjadi viral di media sosial karena sulit dipercaya bola yang tinggal beberapa sentimeter dari mulut gawang gagal dikonversi menjadi gol. Untungnya, Indonesia tetap menang besar dengan skor 7-0 meski Hansamu tak mencetak gol tersebut.
Hansamu 🤝 Witan
— VOCKET FC (@vocketfc) December 29, 2022
Virus Darwin Nunez tampaknya tak hanya menyerang Hansamu, beberapa hari kemudian virus tersebut menular ke Witan Sulaeman yang menyia-nyiakan peluang emas di laga kontra Thailand. Witan ikut-ikutan gagal menjebloskan bola ke gawang Thailand yang sudah tak dijaga oleh kiper. Dua blunder itu jadi salah satu momen tak terlupakan di Piala AFF 2022.
https://youtu.be/7m-THWiPqj0
Sumber: Bola, Sportstar, Indosport, Sport.Detik, Kompas


