Momen Ini Membuktikan Kalau Madrid dan Barca Adalah Anak Emas UEFA! Part.II

spot_img

Melanjutkan beragam kontroversi pertandingan yang dilakoni Real Madrid dan FC Barcelona, simak ulasannya berikut ini.

 

FC Bayern 2018

Setelah pada tahun 2017 FC Bayern merasa sangat dirugikan oleh keputusan di laga melawan Real Madrid, kini, atau setahun berselang, mereka kembali mengalami nasib yang sama. Klub asal Jerman tersebut kembali merasa dirugikan setelah terdapat beberapa keputusan nyeleneh yang dikeluarkan wasit.

Ketika itu, FC Bayern harus menyambangi markas Real Madrid di Estadio Santiago Bernabéu, guna melakoni laga semifinal kedua Liga Champions Eropa. Di laga itu sendiri FC Bayern harus pulang dengan tangan kosong setelah hanya bermain imbang 2-2. Dengan hasil tersebut tim Holywood harus tersingkir karena pada pertemuan pertama, Real Madrid berhasil menang dengan skor 2-1.

Namun kekecewaan para pemain Bayern tak sampai disitu saja. Sang pengadil lapangan, Cuneyt Cakir, dianggap gagal memimpin pertandingan karena banyak mengeluarkan keputusan keliru. Di babak pertama, sang wasit tidak memberikan penalti kepada FC Bayern setelah secara jelas Marcelo menyentuh bola di kotak 16.

Kemudian, Cuneyt Cakir juga tidak memberi penalti kepada Bayern meski Robert Lewandowski dilanggar oleh Sergio Ramos.

Melihat hal tersebut, banyak sekali pihak yang marah. Pasalnya, ini bukan satu-satunya laga dimana Real Madrid dinilai diuntungkan oleh wasit ketika berhadapan dengan Bayern. Selepas laga, pemain el Real, Marcelo, berujar,

“Bola itu mengenai tanganku. Aku pikir itu seharusnya penalti. Jika aku mengatakan bola tidak mengenai tanganku, maka aku berbohong. Tapi, itulah sepakbola,”

Juventus 2017

Final Liga Champions tahun 2017 mempertemukan antara Juventus dan Real Madrid. Ketika itu, Real Madrid memang tampil mendominasi. Klub asal ibukota Spanyol itu sudah tampil menyerang sejak awal. Hasilnya, Ronaldo berhasil mencetak gol pada menit ke 20. Beruntung, Mario Mandzukic mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 27. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-1.

Di babak kedua, Real Madrid sama sekali tidak mengendurkan serangan. Hasilnya, mereka berhasil menambah dua gol melalui aksi Casemiro dan Cristiano Ronaldo. Sayangnya, di laga itu, ada satu momen yang membuat semua orang mempertanyakan keputusan wasit.

Pada menit ke 84, pemain Juventus Juan Cuadrado harus diusir keluar lapangan setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Sergio Ramos. Padahal dalam tayangan ulang, Cuadrado hanya menyentuh sedikit tubuh Ramos. Tak ada kekerasan apalagi kesengajaan ingin mencelakakan pemain asal Spanyol tersebut.

Karena kekurangan pemain dan menerima keputusan yang kurang tepat dari wasit Felix Brych, Juventus harus menerima kenyataan bahwa gawangnya kembali bobol oleh aksi Marco Asensio pada menit ke 90. Walhasil, wakil asal Italia harus mengalami kekalahan kelima di partai final dan pulang dengan perasaan kecewa.

AC Milan 2012

AC Milan juga pernah menjadi korban FC Barcelona pada tahun 2012 silam. Di laga kedua perempat final Liga Champions Eropa itu, Milan harus menyerah dengan skor 3-1 dan tersingkir dari kompetisi tersebut.

Bjorn Kuipers yang memimpin pertandingan saat itu mengeluarkan sebuah keputusan yang dianggap keliru. Bjorn Kuipers dengan mudahnya memberi hadiah penalti kedua untuk Los Cules menyusul pelanggaran Alessandro Nesta terhadap Sergio Busquets. Keputusan sang wasit saat itu sangat bisa diperdebatkan, karena tendangan penjuru belum dilakukan.

Apalagi, di momen tersebut, Carles Puyol berupaya menahan gerakan Nesta sebelum terjadinya pelanggaran. Kalah dalam dua laga sekaligus, Milan harus rela gagal melaju ke partai semifinal.

Seusai laga, Clarence Seedorf yang masih tampak kecewa kepada keputusan wasit mengatakan,

“Kalau wasit melihat ada pelanggaran sebelum bola dimainkan, seharusnya dia menghentikan laga, seperti yang selalu dilakukan semua wasit.”

Atlético Madrid 2016

Mark Clattenburg mengalami pengalaman yang begitu luar biasa pada tahun 2016. Ketika itu, dia ditunjuk sebagai pengadil lapangan di laga final Liga Champions Eropa, yang mempertemukan antara Real Madrid melawan Atletico Madrid di San Siro

Perlu diketahui bahwa Mark Clattenburg tergolong kedalam salah satu wasit terbaik di dunia. Akan tetapi, dia pernah melakukan kesalahan yang cukup fatal di laga final tersebut. Laga itu sendiri berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Sergio Ramos memecah kebuntuan dengan golnya di menit ke-15, untuk kemudian dibalas oleh Atletico Madrid melalui Yannick Carrasco pada menit ke 79.

Setelah 120 menit tidak ditemukan pemenang, pertandingan yang dilanjutkan ke babak adu penalti memunculkan Real Madrid sebagai juara Eropa.

Mengenang pertandingan tersebut, Mark Clattenburg meminta maaf karena telah membuat keputusan yang keliru soal gol yang dicetak oleh Sergio Ramos. Gol Ramos ketika itu memang banyak diperbincangkan. Kroos yang mendapatkan kesempatan tendangan bebas langsung mengirim bola ke kotak penalti lawan. Kemudian, bola yang sempat terkena Gareth Bale langsung diteruskan oleh Sergio Ramos yang berhasil mengkonversinya menjadi gol.

Meski terdapat beberapa pemain Atletico yang tercengang dan lemparkan protes, wasit Mark Clattenburg yang tidak mendapat kode dari asisten wasit mengesahkan gol tersebut.

Pada tahun 2020 lalu, Mark Clattenburg akhirnya mengakui kalau keputusannya itu memang salah dan merugikan Atletico.

“Pada final itu, Real Madrid unggul 1-0 di babak pertama, tapi gol itu sedikit offside dan kami baru menyadarinya di paruh waktu,”

“Itu keputusan sulit dan asisten ku melewatkannya.” ungkap Clattenburg.

Chelsea 2009

Semua tentu masih ingat dengan kekecewaan mendalam Didier Drogba kepada wasit yang memimpin laga antara Chelsea melawan FC Barcelona. Di laga itu, Chelsea harus rela disingkirkan FC Barcelona di kompetisi Liga Champions Eropa, dengan cara yang benar-benar timbulkan banyak pertanyaan.

Tom Henning Ovrebo, adalah wasit yang memimpin laga tersebut. Dia melakukan banyak sekali kesalahan kontroversial yang lebih merugikan kubu tuan rumah. Chelsea. Ada beberapa pelanggaran yang dilakukan para pemain FC Barcelona namun hal tersebut luput dari pandangan wasit.

Selain Didier Drogba, Michael Ballack juga menjadi pemain yang paling kebakaran jenggot dengan keputusan nyeleneh Tom Henning Ovrebo.

Laga itu tidak akan pernah dilupakan sejarah, terutama bagi penggemar Chelsea dan para pemainnya itu sendiri.

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru