Momen Ini Membuktikan Kalau Madrid dan Barca Adalah Anak Emas UEFA! Part.I

  • Whatsapp
Momen Ini Membuktikan Kalau Madrid dan Barca Adalah Anak Emas UEFA! Part.I
Momen Ini Membuktikan Kalau Madrid dan Barca Adalah Anak Emas UEFA! Part.I

Real Madrid dan FC Barcelona layak disebut sebagai dua tim terbaik di Eropa. Kedua tim tersebut telah mendominasi dalam waktu yang lama dan berhasil menjadi raja dalam beberapa kali kesempatan. Akan tetapi, meski termasuk ke dalam klub bergelimang prestasi, baik Barca maupun Madrid kerap dicemooh sebagai tim yang tak jarang dibantu wasit.

Dalam beberapa kesempatan, memang terlihat bila ada keputusan wasit yang lebih memihak dua tim tersebut. Penasaran pada pertandingan apa sajakah itu? Berikut kami berikan ulasannya.

Bacaan Lainnya

 

Juventus 2018

Pada tahun 2018 lalu, Juventus melakukan langkah yang begitu luar biasa setelah berhasil menyamakan agregat menjadi 3-3, setelah sebelumnya tertinggal 3-0. Nahas, laju klub berjuluk Si Nyonya Tua tak sampai pada apa yang diharapkan.

Pasalnya, di penghujung laga babak perempat final Liga Champions itu akhirnya memunculkan Real Madrid sebagai pemenang. Tepat di menit ke 90+8, melalui aksi Cristiano Ronaldo el Real berhasil mencetak satu gol melalui titik putih dan membuat agregat menjadi 4-3.

Yang jadi kekesalan penggemar Juventus disini adalah diberikannya hadiah penalti kepada Real Madrid di penghujung laga. Di momen tersebut, penalti diberikan setelah Lucas Vazquez dilanggar Medhi Benatia pada menit ke-90+3. Tak sampai disitu, kiper Gianluigi Buffon melakukan protes keras yang berujung kartu merah dari wasit Michael Oliver kepadanya.

Protes Buffon dan pemain lain kepada wasit terjadi karena menganggap bila itu bukanlah sebuah pelanggaran.

Seusai laga, banyak yang menyebut bila langkah mulus Real Madrid terjadi karena bantuan wasit.

PSG 2017

Wasit yang memimpin laga antara FC Barcelona melawan Paris Saint Germain pada tahun 2017 silam dianggap gagal oleh UEFA. Deniz Aytekin disebut banyak timbulkan keputusan kontroversial. Dikabarkan, tiga gol Barcelona yang terjadi selama tujuh menit terakhir banyak dipertanyakan, terutama gol penalti Barca di perpanjangan waktu.

Selain itu ada lagi keputusan wasit Aytekin yang merugikan PSG, seperti tak memberikan penalti kepada PSG, saat Angel Di Maria dijatuhkan Javier Mascherano di kotak penalti

Ketika itu, Barcelona menang dengan skor 6-1 setelah sebelumnya kalah telak dengan skor 4-0 di Paris.

FC Bayern 2017

Pada tahun 2017, para pemain FC Bayern murka dengan keputusan wasit, ketika mereka disingkirkan Real Madrid di kompetisi Liga Champions Eropa.

Setelah di leg pertama kalah dengan skor 2-1, mereka berhasil menyamakan kedudukan di laga kedua setelah berhasil menang dengan skor yang sama. Praktis, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Nahas, Bayern kalah dengan skor agregat 3-6, setelah di pertandingan kedua Real Madrid berhasil menambah sebanyak tiga gol di babak tambahan. Akan tetapi, para pemain FC Bayern tidak terima dengan beberapa keputusan wasit Viktor Kassai yang dianggap kontroversi, diantaranya adalah menganggap Lewandowski offside pada menit ke 60, tidak memberikan kartu kepada Casemiro setelah melakukan pelanggaran kepada Arjen Robben, memberi kartu merah kepada Arturo Vidal, serta mengesahkan gol Ronaldo pada menit ke 104 meski berada di posisi offside.

Karena kesal bukan main, ada kabar yang menyebut bila tiga pemain Bayern Munchen yakni Arturo Vidal, Robert Lewandowski, dan Thiago Alcantara, melancarkan protes kepada wasit hingga ruang ganti setelah timnya tersingkir.

PSG 2018

Setelah sebelumnya disingkirkan oleh FC Barcelona dengan cara yang dianggap kurang adil, kini, pada tahun 2018 Paris Saint Germain kembali harus menerima nasib yang sama. Akan tetapi di tahun tersebut mereka harus tersingkir oleh rival FC Barcelona, Real Madrid.

PSG sejatinya berhasil mencetak gol lebih dulu lewat Rabiot sebelum Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan lewat titik putih. Akhirnya, Madrid berhasil keluar sebagai pemenang usai mereka mencetak dua gol tambahan.

Dalam laga tersebut, wasit Gianluca Rocchi yang memimpin laga banyak mengundang perhatian. Dia disebut telah memberikan hadiah penalti yang salah kepada Ronaldo. Selain itu, kesalahan Gianluca Rocchi juga tidak memberikan PSG tendangan penalti, setelah Sergio Ramos terlihat menyentuh bola di kotak 16.

Unai Emery yang ketika itu masih membesut PSG pun merasa sangat kecewa. Dia mengatakan bila Paris Saint Germain dirugikan wasit. Lebih dari itu, presiden Les Parisiens, Nasser Al Khelaifi, kecewa dengan kepemimpinan wasit Gianluca Rocchi, untuk kemudian menyebutnya telah membantu Real Madrid.

Kalah 3-1 di leg pertama, PSG akhirnya harus rela tersingkir setelah di pertandingan kedua, mereka kalah dengan skor 2-1.

Arsenal 2011

Arsenal juga pernah menjadi korban dari mulusnya perjalanan FC Barcelona melalui bantuan wasit. Di tahun 2011 silam. Robin van Persie dan kolega harus mengakui kekalahan atas Los Cules dengan skor 3-1.

Sang pengadil lapangan, Massimo Busacca, menjadi sorotan setelah dianggap telah menciptakan banyak keputusan kontroversial. Salah satu keputusannya yang paling menyita perhatian adalah ketika dirinya memberikan kartu merah kepada Robin van Persie.

Pemain asal Belanda itu mendapatkan kartu kuning kedua setelah tetap menendang bola saat wasit sudah meniup peluit tanda dirinya terperangkap offside. Padahal saat itu The Gunners sedang tampil percaya diri setelah berhasil membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.

Mengomentari hal tersebut, Arsene Wenger, yang kala itu masih melatih Arsenal juga dibuat bingung. Dia merasa keberatan dengan keputusan wasit yang dengan mudah memberi van Persie kartu merah. Padahal aksi sang pemain bisa dimaklumi karena pada waktu itu terdapat suara gemuruh 90 ribu publik Camp Nou yang membuat Van Persie tidak mendengar peluit tanda offside.

Usai sang penyerang andalan dikeluarkan, seperti yang sudah dijelaskan, tim asal London harus pulang dengan kepala tertunduk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *