Miris! Cuma Karena Satu Kesalahan, Pemain Ini Dapat Ancaman Pembunuhan

  • Whatsapp
Miris! Cuma Karena Satu Kesalahan, Pemain Ini Dapat Ancaman Pembunuhan
Miris! Cuma Karena Satu Kesalahan, Pemain Ini Dapat Ancaman Pembunuhan

Menjadi seorang pemain sepak bola tidaklah mudah. Selain dituntut untuk menguasai beragam kemampuan, mereka juga harus bisa menjaga kondisi agar selalu fit untuk menghadapi pertandingan. Lebih dari itu, para aktor lapangan hijau ini juga dituntut untuk tampil sempurna bila tidak ingin mendapat berbagai kritik keras.

Ya, kritik yang datang bahkan tidak hanya hadir dari pengamat, namun juga penggemar sepakbola yang tak jarang turut lontarkan hinaan. Malah, dalam beberapa kasus, ketika ada pemain yang tampil buruk meski dalam satu pertandingan saja, mereka tak jarang mendapat hinaan hingga ancaman pembunuhan!

Bacaan Lainnya

Sudah ada beberapa kasus ancaman pembunuhan terhadap seorang pemain bola yang sampai menghebohkan seluruh penggemar di dunia. Seperti apa kisahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Alvaro Morata

Penyerang asal Spanyol, Alvaro Morata, menceritakan bahwa dia baru saja menerima pengalaman mengerikan. Pemain yang ikut tampil sebagai striker La Furia Roja di ajang Piala Eropa ini menerima banyak kritik menyusul penampilan kurang impresifnya. Lebih parahnya lagi, dia mengaku sampai menerima ancaman pembunuhan yang ditujukan tidak hanya kepada dirinya, namun juga anak dan juga istrinya.

Morata mengaku bahwa setelah melakoni laga melawan Polandia, dia sama sekali tidak bisa tidur. Dia menerima penghinaan sampai ancaman dari orang yang tak berakal yang menginginkan anak-anaknya mati.

Hal itu benar-benar membuatnya stres dan memaksa dirinya untuk tidak keluar rumah dalam waktu yang cukup lama.

“Mungkin aku memang belum bisa melakukan tugas dengan baik. Wajar bila orang-orang memberi kritik karena tidak mencetak gol. Namun mereka juga harus menempatkan diri pada posisiku, yang sering menerima surat bahwa keluargaku harus mati,” (via Marca).

Sumber: Marca

Mateus Uribe dan Carlos Bacca

Pada tahun 2018 lalu, dua pemain Kolombia, Mateus Uribe dan Carlos Bacca, langsung menerima ancaman pembunuhan dari penggemar, usai gagal membawa negaranya melaju lebih jauh.

Di ajang Piala Dunia yang digelar di Rusia, dua pemain tersebut gagal mengeksekusi tendangan penalti hingga membuat Kolombia disingkirkan Inggris di babak 16 besar dengan skor 3-4.

Melansir dari euronews, dua andalan Kolombia tersebut menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial Twitter. Cuitan yang dibuat oleh salah seorang penggemar mengungkapkan berbagai hinaan sebelum berharap dua pemain tersebut mati. Kemudian, ada lagi yang menyebut bila pertandingan melawan Inggris adalah pertandingan terakhir mereka sebagai pemain.

Tidak ada respon serius dari dua pemain tersebut, namun yang pasti, ada seorang penggemar lainnya yang mengingatkan bahwa sepakbola Kolombia tidak ingin kasus Andres Escobar kembali terulang.

Sumber: euronews

Neal Maupay

Seorang remaja asal Singapura, mengakui perbuatannya bahwa dia telah mengirim ancaman pembunuhan kepada bintang Liga Primer Inggris, Neal Maupay. Melalui pesan online, remaja tersebut menghina serta mengancam sang pemain serta keluarganya bahwa hidup mereka tidak akan bertahan lebih lama lagi.

Remaja yang diketahui bernama Derek itu masih berusia 19 tahun. Dia merasa kecewa dengan sikap Neal Maupay di laga melawan Arsenal. Diketahui, penyerang berusia 24 tahun itu melakukan tekel keras kepada kiper The Gunners, Bernd Leno hingga membuat sang penjaga gawang membutuhkan pertolongan serius.

Derek mengancam akan membuat hidup Neal Maupay tidak aman. Lebih dari itu, dia tidak takut bila akunnya dilaporkan. Dia terus memastikan bahwa hidupnya tidak akan tenang, atau bahkan akan temui kematian.

Tidak lama setelah ancaman itu, Derek langsung diperiksa dengan dakwaan ancaman dan pelecehan. Tentang hukuman apa yang bakal diterima, Derek baru akan mengetahuinya pada Juli tahun ini.

Sumber: channelnewsasia

Declan Rice

Declan Rice juga memiliki pengalaman yang cukup mengerikan tentang ancaman pembunuhan. Pemain berusia 22 tahun ini langsung mendapat serangan mematikan setelah resmi memilih Timnas Inggris sebagai negara yang bakal dibela, ketimbang Timnas Irlandia Utara.

Pemain West Ham itu sejatinya telah tampil di berbagai level junior timnas Irlandia Utara. Dia juga sempat catatkan tiga pertandingan untuk timnas senior namun tidak ada satupun pertandingan itu yang hadir dari laga kompetitif.

Pada 2019 lalu, setelah menerima tawaran dari Inggris, dia langsung menerimanya begitu saja. Akan tetapi, berbagai ancaman pembunuhan langsung datang menghampiri. Dia lalu bercerita tentang ancaman pembunuhan yang tidak hanya ditujukan kepada dirinya, namun juga anggota keluarganya.

“Ada orang-orang yang berkata bahwa mereka akan mendatangi rumahku. Beberapa dari mereka bahkan mengirimkan pelecehan sampai ancaman pembunuhan,”

“Aku tidak benar-benar takut akan hal itu. Tapi ketika sudah melibatkan keluargaku, maka itu akan berbeda ceritanya,” (via Mirror)

Sumber: Mirror

Joey Barton

Joey Barton yang merupakan sosok bengal juga pernah mendapat ancaman pembunuhan dari seorang penggemar. Pada 2014 lalu, dia menerima sebuah surat yang mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya tidak akan aman. Malah, si pengirim surat itu menginginkan dia mati.

Barton mengungkapkan kalau ancaman itu datang ketika dia masih bermain untuk Marseille di kompetisi Ligue One Prancis. Surat yang dikirimkan oleh salah seorang penggemar itu kira-kira berbunyi,

“Sedikit nasehat untukmu (Barton). Setelah kamu menyelesaikan musim ini tolong segera tinggalkan Prancis,”

“Bila kamu tidak melakukan hal itu, maka aku akan mendatangi rumahmu dan akan memecahkan kepalamu dengan tongkat baseball. Aku akan menghabisimu,” (via bbc).

Meski mendapat ancaman semacam itu, Barton justru menggunakan hal tersebut sebagai guyonan dan mempostingnya di jejaring sosial media Twitter. Namun memang, setelah hanya semusim membela Marseille, dia lantas terbang ke Inggris untuk kembali QPR sebelum akhirnya resmi bergabung dengan Burnley.

Sumber: bbc

Petr Cech

Mantan kiper Chelsea, Petr Cech, menerima ancaman pembunuhan dari penggemar usai resmi mengumumkan kepindahannya senilai 10 juta poundsterling ke Emirates Stadium.

Pendukung Chelsea memang dibuat tidak senang dengan keputusan Cech yang memilih rival sekota the Blues ketimbang tim lain. Banyak hinaan yang ditujukan kepada kiper asal Republik Ceko tersebut, dimana mereka menyebut Cech sebagai penghianat sejati.

Melalui jejaring sosial media Twitter, ada penggemar yang mengungkapkan kekecewaannya dengan mengatakan,

“Ucapkan selamat tinggal kepada keluargamu, karena ini adalah terakhir kalinya kamu akan membuka mata. Kamu tidak akan melihat mereka lagi,”

Kemudian ada yang mengumpat dan melempar kata-kata kasar dengan berharap Cech dan keluarganya tidak akan hidup bahagia. Bahkan penggemar itu juga berharap bila anak-anak dari kiper dengan torehan satu trofi Liga Champions Eropa bersama Chelsea itu menderita penyakit mematikan.

Lebih mengerikannya lagi, ada yang berkata bila ketika Cech kembali datang ke Stamford Bridge dengan menggunakan seragam Arsenal, maka sang penggemar tersebut akan menembaknya dengan senapan yang telah disiapkan.

Sumber: dailymail

Gabriel Agbonlahor

Sekitar tahun 2013 lalu, Gabriel Agbonlahor masuk ke dalam sebuah pertandingan amal. Salah satu personil boy band ternama One Direction, Louis Tomlinson, juga ikut tampil dalam laga tersebut.

Bertindak sebagai lawan, Gabriel Agbonlahor yang ingin merebut bola tak sengaja menerjang Tomlinson hingga membuat pria tersebut terkapar. Dirinya terlihat kesakitan dan sempat berjalan dengan kaki yang tak seimbang. Karena merasa tak kuasa menahan sakit, Tomlinson lalu meminta pelatih untuk menggantinya dengan pemain lain.

Seusai laga, Gabriel Agbonlahor langsung “diserang” oleh penggemar fanatik One Direction. Sang pemain bahkan banyak mendapat ancaman pembunuhan dari hooligan 1D yang mayoritas adalah kaum perempuan.

Salah satu penggemar 1D ada yang berujar,

“Jika kamu berani menyentuh Louis lagi, maka aku akan membunuhmu! Tapi lupakan, bunuh diri saja sendiri. Toh tidak ada yang peduli.”

Ancaman yang lebih serius diberikan oleh seorang penggemar lainnya. Penggemar itu mengatakan bila dia akan mencari Agbonlahor dan membunuhnya.

Sumber: Sportsmole

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *