Inggris adalah raksasa sepak bola. Fakta itu didukung dengan banyaknya klub di berbagai belahan dunia yang didirikan oleh orang Inggris. Pengaruh Inggris dalam sepak bola dunia memang begitu besar.
Di dalam negeri, jumlah pesepakbola di Negeri Ratu Elizabeth itu juga membludak. Maklum saja, sebab sistem piramida Liga Sepak Bola Inggris saja terdiri dari 7 tingkatan. Mulai dari level amatir, semi profesional, non-liga, hingga level teratasnya yang kita kenal sebagai Liga Primer Inggris.
Dengan begitu, maka jumlah pesepakbola Inggris tentu sangat banyak. Imbasnya ke tim nasional, jumlah pemain yang bisa membela The Three Lions juga sangat banyak. Tentu saja, tidak semua bakat dan talenta pesepakbola Inggris bisa tertampung seluruhnya di tim nasional.
Oleh karena itu, tak sedikit pemain Inggris yang memutuskan membela negara lain di pentas internasional akibat tak kunjung mendapat panggilan. Yang paling banyak tentu menyebrang ke negara tetangga seperti Skotlandia atau Irlandia Utara. Modal mereka adalah darah keturunan dari nenek moyang mereka. Ada juga yang statusnya imigran dan memilih membela negara asalnya karena tidak mendapat tempat di skuad The Three Lions.
Berikut ini starting eleven ulas 5 pemain yang memutuskan membela negara lain setelah tak dipakai di timnas Inggris. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.
Daftar Isi
Wilfried Zaha
Wilfried Zaha adalah salah satu winger berbakat yang pernah dimiliki Inggris. Sejak 2011, Zaha sudah jadi bagian timnas Inggris U-19 dan U-21. Saking berbakatnya, Zaha sudah mencatat 2 penampilan bagi skuad senior di tahun 2012 dan 2013 meski saat itu dirinya masih berkompetisi di divisi Championship bersama Crystal Palace.
🗓 24/11/2012
Wilfried Zaha makes his England debut in a friendly vs. Sweden despite playing in the Championship with Crystal Palace.#CPFC pic.twitter.com/PKSBSrzXr9
— Crystal Palace F.C. (@CPFC) March 27, 2020
Namun, koleksi caps Zaha terhenti di angka 2. Penampilannya sempat meredup ketika ia pindah ke Manchester United. Hingga kemudian dirinya jadi komoditi panas di tahun 2016. Ia tampil impresif bagi Crystal Palace dan mendapat tawaran untuk membela timnas Pantai Gading.
Zaha punya kesempatan untuk memilih membela timnas Inggris atau Pantai Gading. Sebab, ia lahir dari orang tua imigran asal Pantai Gading dan sudah tinggal di Inggris sejak berusia 4 tahun.
Crystal Palace’s Wilfried Zaha has chosen to play for Ivory Coast pic.twitter.com/YfnPDW00Is
— SPORTbible (@sportbible) November 28, 2016
Mendapat tawaran untuk membela negara leluhurnya, Zaha menerima pinangan tersebut dan sejak saat itu ia resmi jadi penggawa timnas Pantai Gading. Sejauh ini Zaha sudah mengoleksi 20 caps dan 5 gol serta jadi bagian Pantai Gading di Piala Afrika 2017 dan 2019.
Che Adams
Nama Che Adams jadi perbincangan hangat selama Euro 2020. Sebab, ia jadi penggawa terbaru timnas Skotlandia yang berasal dari Inggris. Adams lahir di kota Leicester pada 13 Juli 1996. Ia juga pernah 2 kali tampil untuk timnas Inggris U-20.
Setelah 3 musim membela Birmingham City dan mencetak 38 gol dari 123 penampilan, Che Adams kemudian dibeli Southampton 15 juta euro di musim panas 2019. Ia baru menampilkan performa luar biasa di musim lalu.
🏴 | Scotland National Team
Southampton striker Che Adams will receive his first call up to the national side as Steve Clarke announces his squad tomorrow.
The 24 year old has eleven goal contributions in the Premier League this season. pic.twitter.com/PPBxkI8OmI
— Switch the Ball Podcast (@switchtheball) March 15, 2021
Adams jadi tandem sepadan Danny Ings. Ia berhasil mencetak 9 gol dan 5 asis di Liga Primer Inggris musim lalu. Penampilan itu sempat membuat timnas Inggris kepincut. Namun Skotlandia datang lebih cepat. Skotlandia diketahui sudah memantaunya sejak 2017 silam.
Adams memenuhi syarat untuk membela Tartan Army karena kakek-nenek dari pihak ibunya merupakan orang asli Skotlandia. Che Adams akhirnya merasakan debutnya pada 25 Maret silam. Sejauh ini ia sudah mengoleksi 7 caps dan 2 gol. Che Adams mencatat 3 penampilan di Euro 2020.
🇭🇷🆚🏴 Ché Adams goes close for Scotland…
Who’s scoring next? 🤷#EURO2020 pic.twitter.com/jjRftLNbkE
— UEFA EURO 2020 (@EURO2020) June 22, 2021
Victor Moses dan Alex Iwobi
Kisah Victor Moses hampir mirip dengan Wilfried Zaha. Keduanya juga dibesarkan di akademi Crystal Palace. Namun, kisah masa kecil Moses cukup kelam.
Moses lahir di Lagos, Nigeria dan tumbuh besar di sepak bola jalanan. Orang tuanya merupakan pendeta Kristen di sana. Saat Moses berusia 11 tahun, terjadi kerusuhan agama dan kedua orang tuanya terbunuh saat perusuh menyerbu tempat tinggalnya.
Victor Moses: Born in Nigeria, Moses represented England youth teams at under-16, under-17, under-19 and under-21 levels, but opted to play for Nigeria as opposed to being fully capped for England. pic.twitter.com/x8OGz6vnAT
— Godwin Enakhena (@genakhena) July 2, 2020
Setelah kejadian itu, Moses dibawa saudaranya ke Inggris untuk mendapat suaka. Ia kemudian dibesarkan keluarga angkatnya di London Selatan dan besar sebagai pemain muda yang sangat berbakat.
Sejak 2005, Moses sudah jadi langganan timnas Inggris berbagai usia, mulai dari tim U-16 hingga U-21. Namun sejak mencatat 1 caps bersama Inggris U-21 pada 2010, Moses sudah tak pernah dipanggil lagi.
Pada tahun 2011, federasi sepak bola Nigeria datang menawarkan tempat di timnas Nigeria. Moses menerima pinangan itu dan peralihan kewarganegaraannya disetujui FIFA pada 1 November 2011.
Victor Moses 🇳🇬 both parents were murdered in Nigeria, moved to England, put in foster care, joins U14 team, now pro footballer. pic.twitter.com/OInXvLrSpF
— Haydn Dunn (@HaydnDunn) June 26, 2018
Moses jadi bagian skuad Nigeria di Piala Afrika 2013, Piala Dunia 2014, dan Piala Dunia 2018. Sumbangan terbesarnya adalah trofi juara Piala Afrika 2013 di mana ia menyumbang 2 gol dan terpilih dalam tim terbaik turnamen. Victor Moses telah tampil 37 kali dan menyumbang 12 gol bagi Nigeria sebelum memutuskan pensiun usai gelaran Piala Dunia 2018.
Alex Iwobi choosing Nigeria over England was a very well-advised decision. Man is a bonafide star right now and probably the most marketable Nigerian superstar along with Victor Moses #ENGNGA pic.twitter.com/zpJfvtBNx8
— Icon OLUFAYO (@IamOlufayo) June 2, 2018
Kini, penerus Moses di timnas Nigeria adalah Alex Iwobi. Sama seperti Moses, Iwobi juga berasal dari kota Lagos. Ia kemudian pindah ke Inggris sejak berusia 4 tahun. Iwobi juga jadi bagian timnas Inggris usia muda sebelum memutuskan membela Nigeria sejak 2015 silam.
Sejauh ini Iwobi sudah mengoleksi 47 caps dan 9 gol. Ia pernah terpilih sebagai pemain muda terbaik Afrika pada 2016 silam. Iwobi juga berhasil mengantar Nigeria juara ketiga Piala Afrika 2019.
Alex Iwobi has scored 𝐍𝐈𝐍𝐄 𝐆𝐎𝐀𝐋𝐒 for Nigeria since he made his debut in October 2015, only Odion Ighalo has more (15) in that duration.
Happy 25th birthday, @alexiwobi 🍾 pic.twitter.com/zJuEXGmpcu
— Soar Super Eagles (@SSE_NGA) May 3, 2021
Ben Brereton
Yang terbaru ada sosok Ben Brereton. Namanya seketika mencuat ketika ia mencetak gol kemenangan Chile atas Bolivia di laga perdana Copa America 2021. Ia juga terpilih sebagai Man of The Match di laga tersebut.
CONGRATS, BEN! 🎉
The first goal of @benbreo in the CONMEBOL #CopaAmérica 🏆
¡FELICITACIONES, BEN! 🎉
El primer gol de Brereton en la CONMEBOL #CopaAmérica 🏆#RockingTheContinent #VibraElContinente . pic.twitter.com/PQi7hNRjum
— Copa América (@CopaAmerica) June 18, 2021
Sebelumnya, tak ada yang bakal menduga Ben Brereton akan tampil untuk timnas Chile. Pasalnya, Brereton adalah top skor Inggris U-19 saat mereka menjadi kampiun Piala Eropa U-19 pada tahun 2017 silam. Ia kemudian digadang-gadang sebagai striker masa depan Inggris.
In 2017, Ben Brereton won the U19 Euros with England and no player scored more goals (3) during the tournament. 🏴
In 2021, Benjamín Anthony Brereton Díaz has scored on his first international start for Chile in the Copa America. 🇨🇱 pic.twitter.com/6HKC51cG1t
— Squawka Football (@Squawka) June 18, 2021
Namun siapa sangka, Ben Brereton hanya tampil sekali bagi Inggris U-20 pada 2018. Setelahnya ia tak pernah dipanggil lagi di tim nasional. Pemain 22 tahun itu juga hanya membela klub divisi 2 sejak awal karier profesionalnya, yakni bersama Nottingham Forest 2 musim dan Blackburn Rovers selama 3 musim terakhir.
Jelang Copa America 2021, Ben Brereton dipanggil timnas Chile. Ia memenuhi syarat untuk membela Chile berkat ibunya yang dulu lahir di sana. Chile memanggil Brereton pasca ia mencetak 7 gol dan 5 asis bagi Blackburn Rovers musim lalu.
Sejauh ini, Brereton sudah mencetak 1 gol dari 4 caps. Ia sukses membawa Chile ke perempat final Copa America 2021. Lucunya, hingga detik ini Brereton diketahui belum fasih bahasa Spanyol.
🏴 Born in Stoke
🏴 Plays for Blackburn
🇨🇱 Match-winner at #CopaAmericaBen Brereton is the hero for Chile and he can’t believe it! 😁 pic.twitter.com/JpwOL9GZ77
— Goal (@goal) June 18, 2021
Itulah beberapa pemain Inggris yang memutuskan membela tim nasional negara lain. Tentu masih banyak lagi daftarnya. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa para pesepakbola tadi boleh berganti negara di level internasional?
FIFA eligibility rules, Aturan Ketat Untuk Memfasilitasi Pergantian Timnas
Dari sisi hukum, tentu para pemain tadi terikat dengan aturan dan status kewarganegaraan negara asal dan negara yang hendak merekrut mereka. FIFA juga punya aturan khusus yang mengatur pemain yang hendah berganti timnas dan memfasilitasi praktik tersebut secara ketat.
Pada intinya, aturan baru terkait pergantian timnas yang diatur FIFA memungkinkan seorang pemain mengubah status timnas mereka sekali dan membalikkan status tersebut dalam keadaan tertentu. Itulah yang terjadi dengan Jamal Musiala.
Meet Jamal Musiala – the former public schoolboy out to break England’s hearts pic.twitter.com/N4tuRO3204
— Futball News (@FutballNews_) June 25, 2021
Musiala pernah dipanggil Inggris U-15 sebelum menyebrang ke Jerman U-16. Ia kemudian balik membela Inggris lagi hingga level U-21 sebelum memutuskan membela Jerman di level senior. Musiala dapat melakukannya karena ia belum berusia lebih dari 21 tahun.
Namun, dalam aturan kelayakan baru yang dibuat FIFA, batasan usia 21 tidak berlaku bagi pemain yang memainkan pertandingan terakhirnya untuk timnas lamanya sebelum 18 September 2020. Karena inilah Aymeric Laporte yang pernah membela Prancis U-21 pada 2016 silam bisa langsung debut di timnas Spanyol.
🇫🇷➡️🇪🇸 Aymeric Laporte has been granted a Spanish passport and will be eligible to play for Spain in Euro 2020. He’s previously represented France at every level up to U21 but never got a senior call up! 😯 pic.twitter.com/GRCxG4wDjC
— Soccer Manager Games (@SoccerManager) May 11, 2021
Apabila pernah debut untuk timnas senior, pemain butuh setidaknya tiga tahun sejak penampilan terakhirnya untuk diizinkan membela negara lainnya. Serta, pemain tersebut belum pernah tampil di turnamen resmi seperti Piala Dunia dan Piala Eropa dan belum punya caps lebih dari 3 untuk negara lamanya. Inilah penyebab Wilfried Zaha diizinkan membela Pantai Gading meski pernah debut di timnas Inggris.
Itulah beberapa aturan khusus terkait pergantian timnas yang diatur ketat oleh FIFA. Di zaman masyarakat global seperti sekarang ini, sangat wajar dan lazim seseorang punya lebih dari 1 keturunan serta mendapat lebih dari 1 status kewarganegaraan.
Michail Antonio is set to switch international allegiance from England to Jamaica, according to the Telegraph 🇯🇲 pic.twitter.com/RQw1WVbBLd
— Goal (@goal) February 25, 2021
Terbaru, ada rumor yang menyebut bahwa 2 pemain Inggris yang tak kunjung dipanggil ke timnas mendapat tawaran tampil untuk negara leluhurnya. Mereka adalah Michail Antonio untuk timnas Jamaika dan Aaron Wan-Bissaka untuk timnas Republik Demokratik Kongo.
(⛅️) Aaron Wan-Bissaka 🏴 is committed to forcing his way into the England squad. DR Congo 🇨🇩 representatives have been in contact with him in an attempt to persuade him to pledge his international future to them. [times] #MUFC #DRCongo pic.twitter.com/63TiGWRDRO
— RouteOneFootball (@Route1futbol) December 19, 2020
Lalu, apakah kedua pemain tersebut akan mengikuti jejak pemain Inggris sebelumnya yang lebih memilih membela negara lain?
***
Sumber Referensi: Kompas, DailyStar, Scotsman, Squawka, BBC, Goal


