Kesuksesan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 semakin manis buat Lionel Messi. Sang mega bintang turut didapuk sebagai pemain terbaik di turnamen empat tahunan tersebut. Usai melayani perlawanan sengit Timnas Prancis, Messi berhak mendapat penghargaan Golden Ball, lantaran kapten Argentina itu tampil impresif sepanjang turnamen.
Selain berhasil menggondol trofi Piala Dunia, tujuh gol serta tiga assist yang telah dicetaknya menandai kontribusi Messi dalam tujuh pertandingan Timnas Argentina di Piala Dunia 2022. Jumlah itu menandakan kalau La Pulga berkontribusi lebih dari separuh dari total 15 gol yang dicetak Argentina.
Dalam sejarah, tak jarang pemain-pemain yang tampil mencolok di Piala Dunia akan meraih penghargaan individu paling bergengsi bagi pesepakbola di dunia, Ballon d’Or. Berikut adalah contoh-contoh pemain yang meraih Ballon d’Or setelah tampil moncer di Piala Dunia. Apakah Messi selanjutnya?
Lothar Matthaus (1990)
Pemain pertama yang muncul dalam daftar adalah legenda Timnas Jerman, Lothar Matthaus. Pemegang rekor penampilan terbanyak sebelum akhirnya dipecahkan oleh Lionel Messi ini meraih penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1990. Mantan punggawa Inter Milan ini bahkan berhasil mengantarkan Der Panzer juara Eropa tahun 1988
Dua tahun berselang, ketika memasuki tahun Piala Dunia 1990 Matthaus kembali berhasil mengantarkan Jerman sebagai kampiun di turnamen tersebut. Menariknya, mantan punggawa Bayern Munchen tersebut tak keluar sebagai pemain terbaik Piala Dunia 1990. Melainkan striker Italia, Salvatore Schillaci yang menjadi pemain terbaik karena menjadi top skor dengan enam golnya.
Inter Milan..Lothar Matthaus
1990 Ballon D’or Winner pic.twitter.com/mfaQ3Usyhe— Superb Footy Pics (@SuperbFootyPics) October 5, 2015
Meski demikian, saat itu Matthaus tetap dipandang sebagai pemain yang berjasa besar dalam kesuksesan Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Ia bahkan menjadi pemain terbaik Jerman 1990. Sedangkan di tahun yang sama, ia juga berhasil mengantarkan Inter Milan juara Europa League. Rangkaian prestasi itu membuatnya layak meraih Ballon d’Or tahun 1990.
Daftar Isi
Hristo Stoichkov (1994)
Berikutnya ada nama Hristo Stoichkov. Mungkin nama ini cukup asing bagi Gen Z jaman sekarang. Namun ia adalah salah satu pemain terhebat yang pernah bermain untuk Timnas Bulgaria dan mungkin bagi raksasa Spanyol, Barcelona.
Namanya tak begitu dikenal, tapi prestasinya cukup fenomenal. Stoichkov dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulgaria sebanyak enam kali, penerima Sepatu Emas Piala Dunia 1994, dan pemenang Piala Super UEFA sebanyak empat kali bersama Barcelona.
Puncaknya, ia meraih trofi Ballon d’Or bersama Bulgaria, negara yang tak begitu identik dengan sepakbola usai gelaran Piala Dunia 1994. Dalam ajang tersebut Stoichkov berhasil membawa negaranya sampai ke semifinal, namun kalah dari Italia, 2-1. Meski demikian, bintang Bulgaria itu menggondol penghargaan sepatu emas dengan catatan enam gol.
Zinedine Zidane (1998)
Empat tahun berselang, Piala Dunia bergeser ke daratan Prancis. Ajang Piala Dunia 1998 jadi panggung dari banyak pemain bintang, tak terkecuali Zinedine Zidane yang bersinar bersama skuad Ayam Jantan.
Meski tak pernah mencetak gol hingga semifinal, bahkan sempat mendapat kartu merah di pertandingan fase grup, Zidane memainkan sepakbola yang membuat penonton tak berhenti berdecak kagum. Gol Zidane justru hadir di laga final, ia mencetak dua gol yang membuat tim samba pulang dengan tangan hampa.
#OnThisDay in 1998, Zinedine Zidane won the Ballon d’Or 🏆
He had some year 👏🇫🇷 pic.twitter.com/x2QePoO1oF
— LiveScore (@livescore) December 22, 2022
Setelah tampil apik dan mengantarkan Prancis menjadi kampiun Piala Dunia 1998. Di tahun yang sama, ia juga meraih trofi Serie A musim 1997/98 bersama Juventus, meraih pemain terbaik Prancis, The Best FIFA Men’s Player, dan puncaknya meraih penghargaan individu paling berharga, yakni Ballon d’Or. Tahun 1998 jadi tahun yang luar biasa bagi Zizou.
Ronaldo Nazario (2002)
Maju ke Piala Dunia 2002, ada Ronaldo Nazario yang meraih trofi Ballon d’Or usai tampil apik di kompetisi tersebut. Dalam turnamen yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang tersebut, Selecao keluar sebagai juara berkat kegemilangan Ronaldo Nazario di sepanjang turnamen.
Timnas Brazil berjumpa Jerman di partai puncak. Kedua negara terbilang memiliki kualitas yang setara, namun Ronaldo Nazario tampil sebagai pembeda di laga tersebut. Sama halnya dengan Zidane, penyerang yang tampil nyentrik dengan rambut kuncungnya itu mencetak dua gol di laga final.
Selain menjadi penentu kemenangan Brazil di final, Ronaldo juga menggondol gelar sepatu emas. Striker yang kala itu memperkuat klub Serie A, Inter Milan tersebut mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan. Catatan gol sang pemain bahkan mengungguli Miroslav Klose yang hanya mencetak lima gol saja.
Berkat performa luar biasanya itu, ia meraih Ballon d’Or keduanya. Sebelumnya ia tercatat sebagai pemain Benua Amerika pertama yang meraih penghargaan tersebut pada tahun 1997. Prestasinya itu bahkan membuat Real Madrid tak kuasa untuk tidak mendatangkannya di awal musim 2002/03.
Fabio Cannavaro (2006)
Selanjutnya ada Fabio Cannavaro. Bek tengah berpengalaman itu mengklaim penghargaan Ballon d’Or yang sangat diidam-idamkan oleh pemain lain setelah menjadi kapten di skuad Timnas Italia yang sukses merengkuh trofi Piala Dunia 2006.
Happy 41st birthday to Fabio Cannavaro. He won 136 caps for Italy as well as the 2006 World Cup. pic.twitter.com/mFZSqOwsNE
— Squawka (@Squawka) September 13, 2014
Piala Dunia 2006 sebetulnya punya seabrek bintang-bintang dunia, macam Ronaldinho, Ricardo Kaka, Zinedin Zidane, hingga Miroslav Klose. Namun di antara bintang-bintang tersebut, kapten Italia Fabio Cannavaro menjadi yang paling menonjol.
Pertahanan Italia di Piala Dunia 2006 terkenal sangat kokoh. Sejak babak penyisihan sampai menjadi juara, hanya dua gol yang bersarang ke gawang Italia. Kesuksesan tersebut tidak lepas dari kehadiran Cannavaro sebagai palang pintu di depan Gianluigi Buffon. Sejumlah aksi bertahannya mampu mengamankan jala Gli Azzuri dari kebobolan lebih banyak.
Selain meraih Ballon d’Or, Cannavaro juga mendapatkan penghargaan pemain terbaik FIFA dan Pemain Terbaik Italia di tahun yang sama. Bek berpostur mungil itu menjadi pemain belakang ketiga yang berhasil menyabet penghargaan Ballon d’Or setelah duo Jerman Franz Beckenbauer dan Matthias Sammer.
Luka Modric (2018)
Yang terakhir ada Luka Modric. Ballon d’Or yang diraih punggawa Real Madrid setelah gelaran Piala Dunia 2018 itu terasa spesial karena Modric mendapatkannya di tengah dominasi dua GOAT, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Pemain Terbaik Piala Dunia 2018:
🥇Luka MODRIC (#CRO) #WorldCup pic.twitter.com/39Xe2AdrgY
— Liputan Bola ID (@LiputanBola_IDN) July 15, 2018
Pencapaian Timnas Kroasia mencapai partai final di Piala Dunia 2018, tak terlepas dari kontribusi Modric. Mantan gelandang Tottenham tersebut menyandang ban kapten Kroasia dan selalu diturunkan di setiap pertandingan. Dari seluruh pemain yang ada di Piala Dunia Rusia, Modric memiliki menit bermain terbanyak yaitu 694 menit dari tujuh pertandingan.
Di turnamen tersebut Modric juga mencetak dua gol serta satu assist. Dalam tujuh laga yang ia mainkan, Modric tiga kali meraih predikat man of the match. Oleh karena itu, FIFA menganugerahinya gelar pemain terbaik meski gagal mengantarkan Kroasia juara.
Setelah tampil luar biasa di Piala Dunia 2018, Modric berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or. Ini jadi yang pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir penghargaan tersebut tidak diraih dua pesepakbola terbaik di dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Sumber: Planetfootball, 90min, The Guardian, Skysport, Goal


