Meski Bapuk, Pemain Ini Dibayar Mahal

spot_img

Uang dan sepakbola bagaikan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Upah dan harga pasar pemain yang terus meningkat telah menghasilkan beberapa angka yang tak masuk akal dalam hal gaji pemain.

Namun, tak semua pemain menampilkan permainan yang sesuai dengan gaji mereka. Berikut daftar pemain bapuk yang justru dibayar mahal oleh klub.

Harry Maguire

Yang pertama ada kapten Manchester United, Harry Maguire. Selama berseragam United, ia menampilkan performa yang angin-anginan.

Maguire terkadang tampil cemerlang. Namun dalam hitungan menit, ia dapat melakukan blunder di saat-saat penting. Itulah yang menjadi sumber kesengsaraan bagi para fans. Apalagi musim ini, rasanya hampir setiap minggu ada saja video viral yang menampilkan kekonyolan bek 29 tahun ini.

Dengan gaji Maguire yang mencapai 190 ribu pound atau Rp3,4 miliar per minggu, United harus pikir-pikir lagi musim depan. Menurunkan gajinya, atau memaksa Maguire untuk tampil lebih konsisten lagi.

Romelu Lukaku

The Blues rela merogoh kocek hingga 113 juta euro untuk memulangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan. Lukaku datang dengan ekspektasi tinggi lantaran performanya yang luar biasa bersama Inter.

Namun, alih-alih menjadi jawaban dari tumpulnya lini depan Chelsea, Lukaku justru tak menampilkan performa seperti di Italia. Di bawah asuhan Tuchel, ia sering dicadangkan. Bahkan ia hanya mencetak 8 gol dari 26 pertandingan liga.

Sontak hal ini membuat manajemen The Blues kecewa, lantaran mereka harus membayar gaji Lukaku yang mencapai 350 ribu pound (Rp6,4 miliar) per minggu.

Entah apa yang ada di pikiran Chelsea, ketika mereka berniat mendatangkan kembali Lukaku, pemain yang sudah mereka buang. Membeli Lukaku ini sama saja melakukan investasi bodong.

Alexis Sanchez

Manchester United sempat menjadikan Alexis Sanchez sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Inggris. Namun, performanya tak sebanding dengan gajinya. Setelah dirasa tak berkontribusi banyak, Sanchez dipinjamkan ke Inter Milan pada tahun 2019 dan dipermanenkan dengan status bebas transfer pada musim berikutnya. 

Sama seperti di MU, performa Sanchez tak kunjung membaik, cedera telah menghambat performanya di lapangan. Tentu, gaji sebesar 172 ribu euro atau setara Rp2,6 miliar per minggu, tak sebanding dengan kontribusi Sanchez.

Meski dalam dua tahun terakhir Inter Milan berhasil kembali mendominasi liga, Sanchez tak berkontribusi banyak dalam prosesnya. Musim ini saja, ia hanya mencetak 5 gol dari 27 pertandingan yang ia mainkan.

Paul Pogba

Kembali ke Liga Inggris ada bintang Manchester United, Paul Pogba. Pemain internasional Prancis ini memang luar biasa bersama negaranya. Meraih gelar Piala Dunia dan memenangkan trofi UEFA Nations League pada akhir tahun lalu.

Namun, reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia luntur ketika ia kembali berseragam MU. Bahkan, banyak tuduhan yang berkata bahwa penurunan performanya di MU lantaran ia juga sudah tak memiliki komitmen yang kuat terhadap klub. 

Entah benar atau tidak, perbedaan performa Pogba di Prancis dan Manchester United perlu dipertanyakan. Dengan gaji 290 ribu pound (Rp5,3 miliar) per minggu dan apa yang telah ia berikan kepada United, itu tampak tak sebanding.

Jadon Sancho

Pemain United lainnya, Jadon Sancho mendapat gaji 350 ribu pound (Rp6,4 miliar) per minggu. Kayaknya MU demen banget ya ngasih gaji yang kelewat besar ke pemain-pemainnya. Padahal belum tentu juga mereka bisa bermain bagus sepanjang musim.

Sancho memang menarik perhatian dunia ketika bermain di Borussia Dortmund. Namun, ketika ia memutuskan untuk pulang ke Inggris, ia belum bisa menunjukan permainan terbaiknya. Ia hanya mencatatkan 3 gol dan 3 assist di liga.

Padahal satu musim penuh merupakan waktu yang lama untuk beradaptasi. Terlebih, ia bermain di Premier League, liga yang serba cepat dan ketat. 

Bahkan Sancho berada di posisi ketiga dengan gaji paling tinggi di klub. Dibawah Cristiano Ronaldo dan David De Gea yang kontribusinya tak usah diragukan lagi.

Tanguy Ndombele

Beralih ke klub London Utara, ada Tanguy Ndombele dari Tottenham Hotspurs. Pemain ini cukup spesial lantaran bisa menggoda Spurs yang biasanya ngirit untuk memecahkan rekor transfer dengan 60 juta euro (Rp932 miliar)

Ndombele kembali dipinjamkan ke klub lamanya Lyon, lantaran performanya tak sesuai harapan. Bersama Lyon pun ia belum bisa menemukan performa terbaiknya. Ia hanya memainkan 11 pertandingan dengan 2 assist. 

Performanya yang gitu-gitu aja membuat Lyon tak berminat untuk mempermanenkannya. Tentu, ini jadi situasi yang sulit bagi Ndombele, lantaran ia sudah tak diinginkan oleh Spurs.

Terlebih, Dengan harus menanggung gaji sebesar 230 ribu euro (Rp3,5 miliar) per minggu, ini jadi bisnis yang merugikan bagi Spurs. 

Gareth Bale

Selanjutnya ada bintang Real Madrid, Gareth Bale. Menurut Capology Bale merupakan pemain dengan gaji tertinggi di La Liga dengan besaran gaji sekitar 650 ribu euro (Rp10 miliar) per minggu.

Itu angka yang fantastis untuk pemain yang lebih sering duduk di bangku cadangan. Cedera yang terus menyerangnya jadi salah satu penyebab pemain Wales ini tak lagi dalam kondisi terbaiknya.

Terlebih, dengan kegemarannya bermain golf yang dirasa terlalu berlebihan, menimbulkan tanggapan bahwa komitmennya kepada Madrid telah menurun. Apabila keuangan Madrid tak mau terus terkuras, mereka harus putar otak untuk segera menyingkirkan Bale. 

Eden Hazard 

Selain Bale, Madrid juga menyia-nyiakan uangnya untuk menggaji Eden Hazard yang duduk manis di bangku cadangan. Mantan punggawa Chelsea ini memiliki gaji sekitar 380 ribu pound (Rp6,9 miliar) per minggu. 

Wajar untuk mengatakan bahwa impian Hazard untuk pindah ke Real Madrid telah berubah menjadi mimpi buruk bagi pemain Belgia itu. Hazard datang ke Madrid dengan status salah satu pemain sayap terbaik di dunia saat itu. 

Namun, cedera telah membuat penampilannya memburuk. Hazard hanya menghabiskan lebih banyak waktu di ruang operasi daripada di lapangan.

Luka Jovic

Satu lagi punggawa Madrid yang mendapat gaji terlalu tinggi lantaran tak sesuai dengan kontribusinya terhadap klub adalah Luka Jovic. Ia direkrut Madrid setelah menyelesaikan musim 2018/19 yang luar biasa dari Eintracht Frankfurt

Namun, pemain internasional Serbia itu justru tak tampil maksimal. Apalagi performa Benzema yang kembali gacor, membuat Jovic semakin tersisih. Ia hanya masuk sebagai starting lineup sebanyak 7 kali.

Dengan gaji yang cukup tinggi, itu tak sepadan dengan apa yang ia perbuat untuk Madrid. Ia menerima gaji 180 ribu euro (Rp2,7 miliar) per minggu. Itu jauh lebih tinggi dari pahlawan Madrid di Champions League, Rodrygo (144 ribu euro/minggu).

Aaron Ramsey

Terakhir ada Aaron Ramsey. Menurut Calciobidone.it, Ramsey sempat dinobatkan sebagai pemain paling gagal di Liga Italia tahun 2021. mengalahkan striker Lazio Vedat Muriqi dan pemain Bianconeri lainnya, Arthur Melo.

Tentu, dengan besaran gaji hampir 200 ribu euro (Rp3 miliar) per minggu dan hanya memainkan 5 laga musim ini. Ramsey dianggap cuma makan gaji buta di Juventus.

Bahkan, Allegri sempat berkata bahwa ia ingin cepat-cepat menyingkirkan pemain Wales tersebut dari Juve. Akhirnya pada Januari lalu, Ramsey dipinjamkan ke Rangers.

https://youtu.be/5IMleiKr1ZA

Sumber: Give Me Sport, Sportskeeda, Express, Youtube, Transfermarkt

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru