Menjadi Tua dan Makin Jadi Seperti Beto Goncalves

spot_img

Usia hanya angka bagi seorang pria kelahiran Belem, Brazil, Alberto Goncalves. Di usianya yang menginjak kepala empat, kemampuan mengolah bola, akurasi tendangan, dan masih gacor untuk urusan mencetak gol ke gawang lawan.

Bahkan pria bernama lengkap Alberto Goncalves Da Costa itu baru saja menjadi top skor di Liga 2 Tahun 2021. Total sudah 12 gol ia sarangkan ke gawang lawan, salah satunya ketika membawa Persis Solo lolos ke final usai menundukkan Dewa United di semifinal Liga 2, di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/12/2021). 

Gol demi gol yang dicetak oleh Beto memang tidak mengejutkan. Bersama Laskar Sambernyawa ia hanya butuh 14 pertandingan untuk membubuhkan 12 gol. Artinya, saat masuk di line up Beto memiliki 1 kesempatan untuk membobol gawang lawan.

Uniknya, gelar top skor juga pernah ia raih saat membela Persipura di musim 2011/2012 dengan torehan 25 gol. Dua gelar pencetak gol terbanyak yang diraih pemain timnas ini terjadi saat di asuh Jacksen F. Tiago.

Sebelum ke Solo, kemampuan Beto sudah mentereng ketika ia membela Sriwijaya FC pada 2017-2018, dan di Madura United pada 2019-2021. Total ia sudah membubuhkan 54 gol.

Tak hanya baik dalam mengonversi umpan menjadi gol, pemain depan Persis Solo itu memiliki kemampuan intersep dan tekel sama baiknya. Lapanganbola.com mencatat, rata-rata intersepnya 0,64 dan 0,21.

Tafsirnya, Beto menjadi penyerang tidak hanya piawai menggiring bola an sich, melakukan 6 intersep  dan 3 tekel saat lawan melakukan build up saban pertandingan.

Kemampuan menyerang dan bertahan dimiliki oleh Beto menjadi layak untuk menyebut usia baginya hanyalah angka.

Tari Samba Beto

Brazil menjadi “pabrik” talenta-talenta penari lapangan hijau yang tak ada duanya. Nama-nama beken lahir di sana, seperti Rivaldo, Ronaldinho, Ronaldo, Adriano, Neymar hingga Vinicius Junior. Deretan manusia itu adalah penari samba di Benua Eropa.

Kepiawaian mengolah bola sambil berlari layaknya menampilkan tarian samba di atas panggung. Ibarat bola sudah ditakdirkan menempel di kaki orang Brazil saat menggiring. Kalau pun lepas, ia diumpan atau masuk ke gawang lawan.

Meski dalam perjalan karir Beto tidak pernah mencicipi gemerlap sepak bola Benua Biru. Namun kepiawaiannya mengolah si kulit bundar menjadi pantas mendapatkan acungan jempol

Pasca hijrah dari Brazil, ia mencicipi merantau ke tiga negara: India, Malaysia dan Indonesia. Di India membela klub Dempo SC (2009), di Negeri Jiran dikontrak oleh Penang FC (2015), dan di Liga Indonesia, antara lain Persijap, Arema Cronous, Persipura, Sriwijaya, Persija, Madura United dan kini Persis Solo.

Di klub sekarang “gacornya” di depan gawang lawan performa pria berusia 41 tahun didukung kemampuan umpan. Dilansir lapangbola.com, selama 14 kali  membela Persis Solo telah melakukan 169 passing success artinya setiap pertandingan, ia berhasil melepaskan 13 umpan kepada rekan setimnya.

Angka-angka yang terbubuh dalam statistik menggambarkan performa Beto menjadi bahan pertimbangan untuk mengarungi Liga 1 musim depan.

Pria yang kini genap berusia 42 tahun mengaku terinspirasi dari duo Ronaldo. Ronaldo yang pertama rekan senegaranya memiliki kemampuan olah bola dan pencetak gol ulung bersama klub dan negara. Ronaldo yang kedua adalah Cristiano Ronaldo. Konsistensi dan menjaga kebugaran di usia 36 tahun sehingga masih menjadi pilihan utama Manchester United.

Alasan terinspirasi dua pemain itu adalah pencapaian gelar dan konsisten dalam bermain di sepakbola. Beto masih memiliki keinginan untuk bermain 3-4 tahun ke depan.

“Saya masih haus mencapai gelar top skor dan juara. Meski saya tahu sulit untuk pesepakbola dengan usia tidak muda lagi,” ungkapnya.

Menjaga kebugaran fisik untuk performa yang konsisten ia buktikan saat direkrut oleh Persis Solo. Berdasarkan tes fisik, Beto masih berada di urutan 4 teratas.

“Selama secara fisik masih kuat, saya akan bermain terus. Usia boleh 40 tapi rasa masih 20,”tuturnya.

Beto tidak lupa ingatan jika usia akan terus bertambah. Mimpinya bisa bermain di lapangan hijau menuntut konsekuensi untuk menjaga fisik agar konsisten di klub. Kaki-kakinya berlari sembari membuktikan, semakin menua bukan makin renta melainkan makin menjadi.

 

Referensi: lapangbola, transfermarkt, skor.id, bola.net, Persis Solo,

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru