Mengingat Hari Ketika Lionel Messi Meminta Maaf Usai Cetak Gol

spot_img

Selain Cristiano Ronaldo, tak ada pemain lain yang jauh lebih spesial dari seorang Lionel Messi. Gerak-gerik pemain berjuluk La Pulga selalu menjadi bahan pemberitaan media massa.

Dilahirkan pada 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina. Messi tumbuh sebagai bocah yang gemar bermain sepakbola. Bakat alami mengolah bola yang dimilikinya mengantarkannya menjadi dewa sepak bola dunia. Mengawali karir Juniornya di Newell’s Old Boys, ia kemudian melanjutkan petualangan ke raksasa Catalan, Barcelona. Di klub inilah, Messi meraih segalanya. Status mega bintang sepak bola ia dapat. Berbagai pencapaian dan sejumlah rekor tak pernah luput dari sosok yang pernah mengidap penyakit kelainan hormon tersebut.

Messi sudah membukukan 697 gol sepanjang karirnya, merengkuh 6 trofi Ballon D’or, 8 kali meraih penghargaan pemain terbaik La Liga serta berbagai prestasi bergengsi lainnya. Bagi Messi sendiri, mencetak gol ke gawang lawan adalah hal yang biasa. Tak ada yang meragukannya soal ini. Di Barcelona, kejeniusan La Pulga membawanya dengan torehan 627 gol dari 718 pertandingan di semua kompetisi.

Catatan tersebut membuat Messi menjadi top scorer sepanjang masa Barcelona. Kapten Barcelona dan timnas Argentina ini unggul jauh atas dua legenda El Barca, Cesar (232 gol) dan Laszlo Kubala (194), yang menempati posisi kedua dan ketiga.

Bagi penggemar Messi sendiri, sulit membayangkan jika pria Argentina itu meminta maaf saat menjebol gawang lawan. Namun, ada satu momen dimana Messi tak merayakan gol ke gawang lawan dan malah minta maaf. Enam kali peraih Ballon d’Or mencetak gol pada final Piala Dunia Antarklub melawan River Plate.

Pada 2015, Messi turut membawa Barcelona tampil di perhelatan piala dunia klub yang diadakan di Jepang. Blaugrana menjadi wakil eropa karena berstatus juara Liga Champions di tahun tersebut usai kandaskan perlawanan Juventus.

Di turnamen piala dunia klub, setelah mengalahkan Guangzhou Evergrande di fase semifinal dengan skor 3-0, Barcelona harus menghadapi wakil Amerika Latin asal Argentina, River Plate. Pada laga ini, El Barca menang dengan skor 3-0 dan berhak angkat trofi.

Di pertandingan inilah, cerita Messi meminta maaf usai cetak gol terjadi. Saat itu, Barcelona masih dilatih oleh Luis Enrique. Enrique menempatkan Lionel Messi sebagai sayap kanan dalam formasi 4-3-3. Bersama dengan Luis Suarez dan Neymar, Messi menjadi juru gedor tim Catalan.

Messi sendiri berhasil mencetak gol pembuka kemenangan Barcelona malam itu. La Pulga berhasil menceploskan bola ke dalam gawang dengan sepakan kaki kirinya di menit ke 36.

Namun, Messi tidak merayakan gol seperti biasanya. Alih-alih melakukan selebrasi yang liar seperti pada final Liga Champions 2011 di Wembley, Pemain bernomor punggung 10 itu hanya merayakan sesaat dengan rekan setimnya sebelum beralih ke 16 ribu suporter River dan dengan sedih mengangkat tangannya tanda minta maaf.
Bukan hal yang aneh bagi para pemain untuk meminta maaf setelah mencetak gol ke gawang mantan klub atau karena mencetak gol yang membuat lawan terdegradasi. Tapi momen Messi ini berbeda.

Dilansir dari laman Givemesport, Messi menjelaskan jika dirinya meminta maaf karena dia tahu bagaimana usaha 16 ribu fans River yang memutuskan untuk datang mendukung tim kebanggaannya berlaga di final Piala Dunia Antarklub.

“Saya tahu sebesar-besar upaya semua fans itu untuk bisa melakukan perjalanan (ke Jepang) dan bagaimana antusiasnya mereka, ada itu adalah saya, orang Argentina, mencetak gol pertama dan menghancurkan mereka semua,” ungkap Messi.

“Saya tidak tahu apakah saya benar-benar minta maaf, tapi itu memang semacam permintaan maaf,” lanjutnya.

Uniknya, River Plate adalah klub yang menolak bakat besar Messi ketika dirinya masih merumput di Argentina dulu. Tampil cemerlang bersama Newell’s Old Boys, Messi pernah mengikuti trial bersama River dan bahkan mencetak 12 gol dalam sebuah laga uji coba.

Sayangnya, pelatih tim muda River Plate saat itu, Eduardo Abrahamian memutuskan untuk tidak memberikan kontrak kepada Messi karena dirinya tidak yakin akan kemampuan sang bintang saat itu.

“Dirinya berhasil membuat saya terkesan, teknik olah bolanya berada di atas rata-rata. Tubuhnya yang kecil bukan masalah bagi kami, namun saya berpikir jika talenta seperti dia akan selalu datang ke River setiap tahun. Dan saya ternyata salah,” Ucap Eduardo.

Messi sendiri tampaknya sudah melupakan itu dan menerima takdir bahwa Newell’s Old Boys adalah klub pertamanya sebelum menjadi bintang di Barcelona.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru