Xavi Hernandez telah menghabiskan sebagian besar karirnya bersama FC Barcelona. Meski menutup karir hebatnya di Qatar, nama Xavi tentu akan selalu lekat dengan Blaugrana, apalagi bila melihat torehan mengesankannya di klub asal Catalan.
Xavi and Iniesta are pure ❤️#VisçaElBarça pic.twitter.com/7y7ihcdx7U
— Kaushik Ram (@KaushikRam25) November 8, 2021
Xavi, sedari kecil memang sudah disebut sebagai pemain berbakat. Sosoknya cerdas dan sudah mengetahui betul apa yang harus dilakukannya di atas lapangan. Di musim pertamanya di tim utama Barcelona, Xavi bahkan sudah menunjukkan tentang bagaimana seorang superstar masa depan memperlihatkan pertunjukkan di atas lapangan.
“Aku sudah kehabisan pujian untuknya. Tidak ada orang yang bisa dibandingkan dengan apa yang dia tunjukkan sebagai pribadi dan pemain,”
“Statistiknya dari tahun ke tahun, perasaan yang dia tunjukkan, caranya melakukan sesuatu di lapangan. Dia adalah pemain yang unik, dia telah menjadi sosok fundamental bagi klub dan Spanyol. Menjadi sebuah kebahagiaan dan keistimewaan untuk bermain bersamanya.” ucap Andres Iniesta (via 90min-football)
Mengingat Musim Perdana Xavi di Barcelona
Xavi yang lahir di Terrassa memang sudah memiliki darah yang kental akan sisi Catalunya. Sudah gabung dengan La Masia sejak usia 11 tahun, Xavi yang merupakan anak dari mantan pesepakbola, secara bertahap mampu menunjukkan kebolehannya di tim muda el Barca.
Pada musim 1998/99, Xavi menjadi salah satu dari sepuluh pemain muda yang diberi kesempatan tampil oleh pelatih Louis van Gaal. Debutnya untuk tim senior Barca terjadi pada 18 Agustus 1998, dalam pertandingan Supercopa de Espana melawan Real Mallorca. Meski sempat kesulitan di menit-menit pertama, tepat setelah 16 menit tampil di lapangan, Xavi berhasil mencetak gol di pertandingan debutnya.
On this day, exactly 21 years ago, Xavi Hernández made his Champions League debut for Barcelona:
👕 Games: 157
⚽ Goals: 12
🏆 2006
🏆 2009
🏆 2011
🏆 2015 pic.twitter.com/AZWbO0yU45— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) September 16, 2019
Dia ketika itu sukses melepas tendangan yang mampu menjebol gawang lawan usai mendapat umpan dari sosok yang akan jadi pelatihnya di masa depan, Luis Enrique.
Kurang dari sebulan dari debut briliannya itu, sang pemuda Catalan langsung merasakan tampil di kompetisi Liga Champions Eropa. Dia merasa bahagia ketika pertama kali menapakkan kaki di kompetisi dengan atmosfer luar biasa.
Baru berusia 18 tahun ketika itu, Xavi masuk sebagai pemain pengganti di laga melawan Manchester United yang pada akhirnya keluar sebagai juara. Di pertandingan yang digelar di Old Trafford tersebut, dia menggantikan gelandang Brasil Giovanni, untuk kemudian mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 3-3.
Musim perdananya, yang dihiasi dengan penampilan indah nan menawan, membuat Xavi mengundang banyak perhatian. Visi yang bagus dan tidak adanya egoisme membuat Xavi menjadi sosok gelandang yang ideal bagi rekan-rekan setimnya. Bahkan, sosok Pep Guardiola mengakui kehebatan Xavi dengan mengatakan kalau juniornya itu akan memaksanya untuk segera pensiun.
“Kamu akan membuatku cepat-cepat pensiun!” ucap Pep Guardiola.
Di musim perdananya itu, Xavi juga masih sering diminta untuk tampil bersama tim Barcelona B. Namun itu tidak menjadi masalah baginya. Banyak pelajaran dan pengalaman yang didapat. Di musim yang dianggapnya luar biasa itu pun, Xavi tampil dalam 17 laga bersama tim senior, dengan 18 lainnya ia tampilkan di tim Barcelona B.
Meski pada musim tersebut Xavi gagal menyelamatkan tim Barcelona B dari jerat degradasi, ketika bicara tentang performanya di tim senior, dia malah sukses menjadi bagian dari tim yang memenangkan gelar La Liga.
Selain itu, Xavi juga mendapat penghargaan sebagai debutan terbaik La Liga.
Today’s #PlayerInFocus is Xavi 🙌
On This Day in 1998, Xavi made his unofficial Barcelona debut in the Copa Catalunya.
He left as one of the club’s greatest ever players ❤️💙 pic.twitter.com/FNHwm1dx1z
— Goal (@goal) March 24, 2020
Musim pertama itu jadi yang sangat spesial bagi Xavi. Pasalnya, dia tampil dalam 24 pertandingan di musim berikutnya untuk kemudian benar-benar menggantikan posisi Pep Guardiola sebagai gelandang yang diandalkan Barcelona.
Hebatnya, seperti yang telah kita saksikan, Xavi yang terus tampil sebagai andalan berhasil membuka lembar kejayaan bersama el Barca. Total ada delapan gelar La Liga, tiga gelar Copa del Rey, enam trofi Supercopa de Espana, empat gelar Liga Champions Eropa, dua gelar Piala Super Eropa, dan dua gelar Piala Dunia Antar Klub, yang dipersembahkan oleh klub yang ditinggalkannya pada tahun 2015 silam.


