startingeleven Penikmat Sepak Bola

Mengenang MICHU Legenda Pemain ‘One Season Wonder’, Mengapa Karirnya Bisa Hancur?

2 min read

Mengenang MICHU Legenda Pemain ‘One Season Wonder’ – Mengapa Bisa Karir nya Hancur?

Pemain one season wonder tak ubahnya menjadi sebuah fenomena dalam sepakbola Inggris. Setidaknya ada beberapa pemain yang dicap sebagai one season wonder, termasuk Roque Santa Cruz di Blackburn, Amr Zaki di Wigan Athletic, hingga Michu di Swansea City.

Nama terakhir mungkin menjadi yang paling diingat. Pasalnya, banyak yang menyebut kalau Michu adalah sosok one season wonder sebenarnya.

Seleberasinya yang khas dengan menggoyangkan tangan di samping kupingnya membuat Michu menjadi salah satu trendsetter di Liga Primer Inggris beberapa musim silam, atau tepatnya pada 2012 kala berbaju Swansea City.

Namun pada akhirnya sesuatu yang “salah” membuatnya tak mampu berbuat banyak di musim-musim berikutnya.

Miguel Perez Cuesta, atau yang lebih diakrab disapa Michu, mengawali kariernya bersama Oviedo pada 2003. Selama empat tahun, ia tampil 100 kali dan mencetak 13 gol. Ia kemudian memperkuat Celta Vigo yang saat itu masih bermain di Segunda Division pada musim 2007/08.

Penampilannya yang semakin melejit membuatnya direkrut Rayo Vallecano pada musim 2011/12. Disana, Michu tampil pada 37 pertandingan dan mencetak 15 gol. Ia juga menyumbangkan 2 gol dari dua penampilannya di Piala Raja.

Dari situ, potensinya mulai terendus oleh para pencari bakat, hingga sampailah ia ke Swansea City.

Direkrut dari Rayo Vallecano dengan nilai hanya 2 juta pounds atau setara 35 milliar rupiah, Michu sejatinya merupakan seorang gelandang serang. Akan tetapi di tangan Michael Laudrup yang menjadi manajer Swansea saat itu, ia ditugaskan untuk menjadi seorang striker.

Penampilannya pun tergolong apik dan tidak mengecewakan. Dalam debutnya di Premier League menghadapi QPR, ia mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 The Swans. Michu kemudian dianggap sebagai salah satu pencetak gol handal di Inggris setelah mencatat 18 gol dari 35 penampilannya.

Secara total, Michu berhasil mencetak 22 gol dalam 43 penampilan di semua ajang. Penampilan sensasional Michu adalah kunci utama satu-satunya gelar bergengsi dalam sejarah klub The Swans ini. Ia mencetak salah satu gol kemenangan atas Chelsea di semifinal dan atas Bradford City di final Piala Liga 2012/13. Berkat keberhasilan itu, Michu akhirnya terpilih menjadi pemain terbaik Swansea City musim versi suporter.

Sukses di musim pertama bersama Swansea membuat Michu dipanggil untuk membela Spanyol pada laga persahabatan melawan Belarus pada 11 Oktober 2013. Setelah laga tersebut, Michu tak pernah dipanggil membela Spanyol sepanjang kariernya.

Sama nahasnya dengan karier di Timnas Spanyol, musim kedua Michu tidak berjalan seperti musim pertamanya. Cedera lutut membuat penampilannya melempem. Merosotnya penampilan Michu juga diikuti dengan anjloknya performa Swansea.

Performa Michu menurun setelah hanya tampil 17 kali di Liga Primer dan mencetak dua gol.

Performanya yang mulai menurun membuatnya dipinjamkan ke Napoli pada musim berikutnya. Namun, cedera yang dialami Michu membuatnya hanya tampil sebanyak 6 kali di semua kompetisi.

Lalu, tepat pada 9 Oktober 2015, Michu diputus kontrak oleh Swansea City. Meski kontraknya baru akan berakhir pada musim panas 2017, ia harus menerima kenyataan bahwa kakinya sudah dianggap tak sanggup lagi menopang karier di divisi teratas Liga Inggris.

Entah karena frustrasi atau bagaimana, pengoleksi satu penampilan di tim nasional Spanyol ini tiba-tiba memutuskan untuk bergabung bersama klub kasta keempat Spanyol, Langreo.

Namun setelah hanya semusim, Michu akhirnya putuskan pulang ke klub masa kecilnya, Oviedo. Sayang, cedera sang pemain terus-menerus kambuh. Michu jarang tampil reguler dan hanya mencetak tiga gol dalam 28 penampilan. Dan yang lebih buruk, Real Oviedo gagal promosi ke La Liga hingga membuat Michu memutuskan untuk pensiun.

Kepastian mundurnya Michu dari sepakbola dijelaskan oleh juru bicara sang pemain yang tidak disebutkan namanya. Selain itu sang juru bicara juga menjelaskan kalau Michu tetap akan berkarir di sepakbola pasca gantung sepatu.

“Pergelangan kaki kanan Michu membuatnya sangat sulit untuk melakukan olahraga apapun. Dia merasa tidak mungkin untuk melanjutkan profesinya sebagai pesepakbola,”

“Setelah berkonsultasi dengan pihak medis, dia memutuskan untuk meninggalkan olahraga tersebut. Dia akan mengejar karirnya di dunia kepelatihan,” tutur sang jubir (dikutip dari BBC).

startingeleven Penikmat Sepak Bola

Kisah Cinta Unik Alvaro Morata: Dari DM Instagram Sampai Ke…

Cinta memang penuh misteri. Terkadang, kita tidak pernah menduga darimana cinta datang menggoda. Bagi para pemain sepakbola, kisah cinta mereka juga tak jarang memberi...
Garin Nanda Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *