Sekalipun sudah tidak memiliki para pemain bintang, Real Madrid tak kehilangan para fansnya. Kepergian Cristiano Ronaldo pada 2018 itupun tak sanggup untuk menggoyahkan posisi Real Madrid sebagai klub yang mempunyai basis fans terbanyak di dunia. Menurut Football Money League 2021, yang dipublikasikan Deloitte, Real Madrid memiliki jejaring fans di media sosial mencapai 251,5 juta orang.
Real Madrid berhasil mengungguli FC Barcelona yang mempunyai 248 juta fans. Sementara di bawah Blaugrana, ada Manchester United dengan 140,8 juta fans, dan Juventus dengan 102,9 juta fans. Sedangkan, tim asal London, Chelsea berada di bawahnya dengan 93,2 juta fans. Jika kamu bertanya, bagaimana dengan PSG? Yap, Les Parisiens berada di peringkat ketujuh dengan 89,6 juta fans di jagad maya. Angka yang masih kalah dengan Liverpool yang berada di atasnya dengan 91,7 juta.
The difference between Barcelona and Real Madrid fans pic.twitter.com/Pyy9GKheQl
— SR (@TotalMaestro) August 15, 2021
Banyaknya fans Real Madrid sangat masuk akal. Apalagi tim berjuluk Los Blancos itu mempunyai prestasi yang sangat mentereng. Bahkan ada satu prestasi yang tidak mampu dimiliki tim-tim besar lain. Prestasi yang boleh jadi membuat para Madridista wajib sombong.
Gelar itu adalah FIFA Club of The Century atau simbol klub sepak bola terbaik abad ke-20. Los Galacticos menerima gelar itu di Roma pada 11 Desember 2000. Uniknya lagi, sepanjang sejarah, baru Real Madrid yang mendapat anugerah tersebut.
Kenapa Real Madrid Mendapat Gelar Itu?
Tentu kamu yang bukan fans Real Madrid bakal uring-uringan sendiri. Kok bisa sih, Real Madrid mendapat penghargaan yang paling spesial di dunia sepak bola tersebut? Bagi Cules, tentu Barca lebih cocok. Atau bagi Mancunian, Manchester United jauh lebih pantas karena punya sejarah yang bagus. Ya walaupun skuad paling monumental MU hanya Class Of ’92.
El Real mendapatkan gelar itu setelah menang jejak pendapat di FIFA Magazine yang dilakukan secara terbatas. Hasilnya, Los Merengues sukses mengemas 42,35 persen suara. Angka tersebut berada jauh sekali di atas Manchester United yang duduk di tangga kedua dengan torehan 9,69 persen suara, dan Bayern Munich di peringkat ketiga dengan 8,18 persen.
✨ CRAQUE! ✨ pic.twitter.com/KN10JRNoR2
— Real Madrid C.F. (@realmadrid) August 14, 2021
Sementara, rival Real Madrid, FC Barcelona hanya mampu mendulang 8,18 persen suara. Wow, perbedaan angka yang begitu mencolok di mata bukan? Sebuah ketimpangan dunia sepak bola yang nyata.
Memang pada saat itu, Real Madrid sudah mengoleksi banyak gelar. Maka para fans juga pantas untuk sombong karena itu. Sejak lahir pada 1902 sampai 2000, delapan Piala Eropa berhasil didapat El Real. Tak hanya itu, Los Galacticos mengoleksi dua Piala Interkontinental, dua Piala UEFA, dua Piala Latin, 17 Copa Del Rey, 27 kali juara La Liga, lima Piala Super Spanyol, dua Piala Dunia Kecil, dan satu Piala Liga.
Hebatnya lagi, pada masa itu Real Madrid nggak hanya rajin membawa pulang gelar bergengsi, tapi juga dihuni pemain-pemain top Eropa dan menelurkan pemain hebat. Sebut saja nama-nama seperti Ferenc Puskas, Alfredo Di Stefano, Hugo Sanchez, Raul Gonzalez, dan tentu saja Zinedine Zidane. Tiga pemain yang turut membuat Real Madrid dikenal sebagai Los Galacticos juga muncul kala itu. Mereka adalah Roberto Carlos, Luis Figo, dan Zinedine Zidane.
📊| Real Madrid players with the most goal contributions during 1st Galacticos era (2000/01-2005/06):
1. Raul – 179 G/A.
2. Figo – 149 G/A.
3. Ronaldo – 134 G/A.
4. Zidane – 112 G/A.
5. Roberto Carlos – 102 G/A. pic.twitter.com/rcEwvBGz20— Madrid Xtra. (@MadridXtra) April 9, 2021
Beberapa pelatih terbaik di dunia sekaliber Vicente Del Bosque juga pernah melatih Real Madrid kala itu. Bahkan sampai hari ini pelatih-pelatih hebat pernah menukangi Real Madrid, seperti Manuel Pallegrini, Rafael Benitez, Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti.
Jika kamu berpikir hanya itu saja, jelas bukan. Real Madrid tak hanya kuat di dalam lapangan, tapi di luar lapangan Los Blancos mau bagaimanapun unggul. Fasilitas latihan yang bagus dan bagaimana mereka sanggup membangun Santiago Bernabeu menjadi stadion megah yang selalu mendatangkan untung karena penjualan tiket pasti ludes.
Tak Hanya dari FIFA
Kegemilangan Real Madrid sebagai klub terbaik abad ini bukan hanya FIFA yang bilang. Sebuah studi dari Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak bola (IFFHS) pun menempatkan Real Madrid di posisi teratas. Kendati IFFHS hanya menghitungnya sejak 1991.
Dari hasil studi IFFHS, Real Madrid mendapat poin 563,50. Angka itu lebih tinggi dari Juventus yang hanya 466. Tentu kalau kita bahas Real Madrid, kurang afdol kalau tak membahas Barca. Nah, Blaugrana sendiri berada di posisi ketiga dengan 458 poin, disusul AC Milan dan Bayern Munich yang masing-masing memperoleh 399,75 dan 399 poin.
Apa sih indikatornya? Itu dihitung dari kompetisi dan laga-laga yang dilakoni klub-klub di dunia. Klub yang bermain di kompetisi sekelas Liga Champions, Piala Winners Eropa, Piala UEFA, Piala Mitropa, Piala Super Eropa, dan Copa Latina punya peluang untuk mendapat poin lebih tinggi.
#DeltaFlash : Taklukan Liverpool 3-1 di babak final, Real Madrid resmi menjadi juara Liga Champions untuk 3 kali secara berturut-turut.#UCLfinal #RealMadrid #HalaMadrid #Liverpool #YNWA pic.twitter.com/et6lZii5zY
— 99.1 DeltaFM Jakarta (@Delta_FM) May 26, 2018
Yang Didapat Real Madrid
Petinggi Real Madrid kala itu, Alfredo Di Stefano dan Florentino Perez menerima piala penghargaan FIFA Club of The Century. FIFA juga menganugerahi lambang “FIFA Club of The Century Award” pada jersey Real Madrid untuk musim 2006-07. Kendati mungkin kita tidak bisa melihat lambang itu lagi di jersey Real Madrid terbaru.
Interact only if you rep a club that has won the FIFA Club of the Century award. pic.twitter.com/24n4bC58O3
— ZZ⚡️ (@ZizouJr_) June 1, 2021
Barangkali itu lantaran Real Madrid tak mau sombong. Fans-fans Real Madrid juga tak ingin seperti fans Manchester United yang dikit-dikit “puncak dingin ya”. Fans-fans Real Madrid itu terkenal kalem, ya walaupun ketika sudah berhadapan dengan Decul itu urusan lain.
Namun, jika mau sombong, fans Real Madrid sah-sah saja. Bahkan boleh dibilang bukan layak lagi, fans Real Madrid wajib sombong. Jadi saat laga El-Clasico misalnya, fans Real Madrid sombong dulu saja. Toh memang prestasi timnya di atas Blaugrana. Soal nanti ternyata kalah, itu bisa ditangisi belakangan.
Sumber referensi: frmsingapore.com, realmadrid.com, goal.com, wikipedia.org.


