Mengenal Cerita Ilmu Hitam di Sepakbola Afrika

spot_img

Isu sihir ilmu hitam marak mewarnai kehidupan apalagi Benua Afrika. Hal tersebut bahkan sampai ke dunia sepak bolanya. Ilmu hitam yang merambah di sepak bola Afrika lebih dikenal sebagai juju.

Lebih dari itu, pemberitaan mengenai isu penggunaan ilmu hitam selalu muncul pada penyelenggaraan Piala Afrika. Akhir-akhir ini saja muncul kabar bahwa pemain Senegal, Sadio Mane terkena isu santet dari para dukun di Benin pada perhelatan Piala Afrika 2021 di Kamerun.

Apa itu Juju / Ilmu Hitam?

Menurut para sejarawan, secara arkeologis, ilmu sihir adalah penggunaan sarana supranatural untuk melukai orang yang tidak bersalah. Tetapi di era modern, sihir telah berkembang demi memberikan keuntungan pribadi maupun kelompok. Salah satunya juju yang berkembang di Afrika.

Juju/ilmu hitam konon berasal dari Nigeria bagian barat. Dari Nigeria, juju merambah ke negara-negara sekitarnya, dan hingga kini masih banyak dipraktikkan di Afrika bagian Barat. Menurut kepercayaan yang berkembang, juju, meski tidak berdampak langsung terhadap hasil pertandingan, diyakini dapat mempengaruhi semangat bertanding suatu tim.

Juju sudah ada di Benua Afrika, jauh sebelum bangsa asing melakukan penjajahan. Benua Afrika dikenal dengan masa lalunya yang tenggelam dalam animisme dan pemujaan terhadap makhluk leluhur.

Percaya atau tidak, juju memang menjadi sebuah paradoks di benua Afrika. Berbagai cerita peristiwa di dunia sepakbola Afrika sering ditemukan erat kaitanya dengan ilmu hitam.

Cerita Penggunaan Ilmu Hitam di Sepakbola Afrika

Cerita pertama datang pada tahun 1987. Ketika itu, Emeka Ezeugo mantan pemain timnas Nigeria pernah mengungkapkan bahwa saat dia masuk ke Tim Nasional Nigeria pada 1987, praktek juju sudah ada. Bentuknya seperti pemain menggantungkan segala macam jimat untuk mendapatkan bantuan kekuatan tak terlihat di ruang ganti mereka.

Kemudian pada awal era 90-an saat pertandingan antara Timnas Rwanda dan Uganda. Sejak awal permainan, Uganda mencecar beberapa kali pertahanan Rwanda. Mereka melakukan beberapa tembakan ke gawang kiper Rwanda di babak pertama, tapi tidak satu pun yang berbuah gol.

Aksi yang diduga ilmu hitam itu terlihat ketika tiba-tiba kamera menunjukkan sepasang sarung tangan diikat ke jaring di belakang kiper Rwanda. Menurut penonton dan pemain Uganda, sarung tangan ini berulang kali menyelamatkan Rwanda dari kebobolan. Hal ini menyebabkan perkelahian antara penonton dan pemain di lapangan, sehingga banyak yang terluka.

Lalu pada Tahun 1992, Tim Nasional Pantai Gading berhasil meraih juara di Piala Afrika 1992, ketika itu muncul isu bahwa kesuksesan Pantai Gading bukan karena keunggulan taktis tim, tapi lebih pada kemampuan kerja ghaib dari jimat tertentu yang dilakukan para dukun di Pantai Gading.

Kementerian Olahraga Pantai Gading telah mempekerjakan dukun untuk tim sepak bola sebelum turnamen, dan berjanji untuk membayar mereka jika Pantai Gading juara. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, si dukun tidak mendapat sepersen pun. Akibatnya, mereka menjadi marah dan berbalik mengutuk Tim Pantai Gading.

Ajaib, usai kena kutukan itu, Pantai Gading tidak memenangkan apa pun selama bertahun-tahun. Hampir satu dekade kemudian, Menteri Pertahanan Pantai Gading meminta maaf kepada para dukun tersebut, bahkan atas nama bangsa Pantai Gading, dan membayarnya dengan sejumlah uang.

Berlanjut pada tahun 1998. Petir menewaskan 11 pesepakbola di Kongo. Selama pertandingan, hujan dilaporkan cukup deras. Harian terkemuka di Republik Demokratik Kongo, L’Avenir memberitakan ada 11 pemain tim lawan meninggal dunia dan 30 orang mengalami luka bakar serius akibat tersambar petir. Peristiwa ini pun lantas dikaitkan dengan keterlibatan ilmu sihir atau ilmu santet.

Ada juga pada Tahun 2000, seorang official dari Federasi Sepakbola Nigeria dituduh mencuri jimat yang ditempatkan di belakang jaring Senegal selama pertandingan perempatfinal Piala Afrika. 15 menit setelah jimat itu dicuri, Nigeria mencetak dua gol melalui Julius Aghahowa dan mengantarkan Nigeria ke semifinal. Sungguh hal yang sulit dipercaya.

Kejadian selanjutnya terjadi pada Piala Afrika 2002, mantan kiper Kamerun. Thomas Nkono ditangkap polisi anti huru-hara karena terciduk mengubur tulang di bawah rumput, menyemprotkan ramuan aneh, dan memberikan mantra di lapangan sebelum pertandingan semifinal krusial melawan Zambia.

Kemudian pada Tahun 2006, seorang dukun bernama Joshua Nyame menyebut bahwa sebelum menuju Piala Dunia 2006 Jerman, Ghana terkena kutukan. Menurut Nyame, kutukan tersebut harus dicabut melalui sebuah ritual khusus.

Nyame telah menyiapkan ritual tersebut dan menurut kabar yang berhembus, kapten Ghana, Stephen Appiah, bersedia membayarnya. Kabar yang berkembang menyebut Nyame meminta bayaran sebesar 100 juta cedi atau sekitar 233 miliar rupiah, untuk jasa spiritualnya. Nyame juga mengklaim ikut membantu kemenangan Ghana pada Piala Afrika 1982 di Libya.

Lalu, pada kejadian Piala Afrika 2012, Pelatih Ghana Goran Stevanovic mengatakan dalam sebuah laporan bahwa beberapa pemain atau anak asuhnya menggunakan ilmu sihir. Goran Stevanovic percaya ilmu hitam itu nyata dan bukan hanya fantasi. Dia menyebut kegagalan timnya memenangkan Piala Afrika 2012 karena para pemainnya kalah dalam adu sihir dengan lawan.

Sesuatu hal mistis lain juga terjadi di tahun 2012. Kali ini dari Timnas Zambia. Beberapa kalangan mengatakan bahwa ‘roh’ pasukan Zambia yang menemui ajalnya di perairan Gabon (salah satu negara tuan rumah edisi itu) telah dipanggil untuk menolong Zambia meraih juara. Ketika itu Zambia secara mengejutkan terbukti menjadi Juara Piala Afrika 2012. Aneh bukan?

Melangkah pada Piala Afrika 2015, Sebuah video viral menunjukkan Pemain Ghana Andre Ayew menaburkan zat berwarna putih di lapangan sebelum timnya menghadapi Pantai Gading di final Piala Afrika. Meski aksinya yang diklaim banyak pihak sebagai ilmu hitam, Timnas Ghana justru mengalami kekalahan.

Kemudian pada Desember 2016, terjadi pertandingan Liga Utama Rwanda antara Mukura Victory dan Rayon Sports yang dirusak oleh klaim ilmu sihir. Dalam rekaman video yang beredar, striker Moussa Camara yang ketika itu timnya masih tertinggal satu gol, dan melewatkan beberapa peluang emas, berlari ke gawang lawan untuk mengambil sebuah benda kecil ke pojok tiang gawang kiper lawan. Dia dikejar oleh kiper lawan dan itu menyebabkan pertandingan menjadi terhenti sejenak. Setelah jeda, Camara berhasil mencetak gol penyama kedudukan, sungguh aneh.

Cerita lainnya pada helatan turnamen antar benua Afrika di tahun 2019. Pelatih Zimbabwe Zdravko Logarusic, menuduh Kamerun melakukan ‘sihir’ menjelang pertandingan, sebagaimana timnya kalah 1-0 dari Kamerun. Sebuah foto yang dibagikan kepada Goal menggambarkan pelatih Kroasia itu sedang memajang bangkai kelelawar, disertai dengan tanda bertuliskan ‘sihir di Kamerun’.

Praktik Ilmu hitam lainnya juga terjadi di Piala Afrika 2019. Adanya sekelompok orang tampak memukul drum, bertepuk tangan untuk mengiringi nyanyian wanita di Kuil Cotonou, Benin. Upacara tersebut dilakukan untuk mendoakan kesuksesan tim nasional sepak bola Benin di ajang Piala Afrika 2019.

Mereka percaya dengan melakukan upacara seperti itu, para pemain timnas Benin akan mendapat bantuan para roh. Dalam upacara tersebut mereka juga mengorbankan seekor kambing dan tiga ekor domba. Seorang pendeta memimpin doa dalam upacara tersebut diikuti ratusan pengikut. Para dukun yang melakukan upacara tersebut bertujuan agar Timnas Benin bisa bicara banyak di Piala Afrika 2019.

Kejadian selanjutnya pada Kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika 2022, Aljazair dan Burkina Faso saling berhadapan di partai yang krusial. Di luar hasil imbang 2-2, yang banyak dibicarakan malah apa yang terjadi di luar lapangan. Mustapha Tchaker, pelatih Aljazair, menuduh Burkina Faso melakukan ilmu hitam dan membawa pengusir setan.

Citra Buruk Bagi Sepakbola Afrika

Nah, dari rentetan peristiwa penggunaan ilmu hitam di sepakbola Afrika, perdebatan tentang ilmu sihir di Afrika jelas akan menjadi wacana yang tak ada habisnya. Bagi FIFA, mereka tampaknya tidak percaya pada praktek ini, tidak heran mereka tetap diam selama bertahun-tahun, dan tidak menekan pemain yang tertangkap dalam tindakan.

Konfederasi Sepak bola Afrika (CAF) percaya bahwa penggunaan ilmu hitam dapat memberikan citra buruk bagi sepak bola Afrika. Karena itulah mereka mencoba untuk melawan praktik ini. Beberapa Federasi Afrika, seperti Senegal juga telah melarang praktik mistik ini di dunia Sepakbola..

Sekarang kalau dipikir-pikir, Seumpama juju/ilmu hitam benar-benar ada di sepak bola Afrika, mengapa tim-tim dari benua itu sering kesulitan di Piala Dunia? Atau mungkinkah tim dari benua lain memiliki ilmu sihir yang lebih unggul atau lebih canggih?

Sumber Referensi : goal.com, bbc.com, theguardian, scooploop.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru