Sebelum era Ronaldo dan Messi seperti sekarang, Penggemar sepakbola sudah mengenal lebih dulu hebatnya talenta asal Brasil bernama Ronaldinho. Ronaldinho dikenal sebagai pemain yang gemar melakukan aksi akrobatik di lapangan. Karena permainan yang menghibur itu lah, ia memiliki banyak fans yang tersebar di dunia.
Ronaldinho memang sudah dikenal oleh penggemar Barcelona sebagai salah satu legenda Blaugrana. Namun tahukah kalian, jika sebelum di Barcelona Ronaldinho pernah merumput bersama PSG? Ya, dan PSG merupakan klub Eropa pertama yang merasakan sihir samba dari Ronaldinho. Dua musim dijalani pemain asal Brasil itu dengan sukses bersama PSG. Sebelum dirinya pindah ke Barcelona dan menjadi seorang legenda di sana.
Momen Istimewa di PSG
Karir singkat Ronaldinho di PSG bukan berarti ia tidak punya momen istimewa. Ia telah mencatatkan beberapa momen berharga di Prancis bersama PSG. Musim pertama Ronaldinho di PSG memang terasa lambat. Ia bermain bersama sang kapten PSG saat itu, Mauricio Pochettino. Dan gol pertamanya ia cetak di pekan ke-10 Liga Prancis ketika melawan Olympique Lyon.
Momen istimewa lainnya adalah ketika dirinya mencetak dua gol untuk PSG di laga Le Classique kontra Olympique Marseille. Itu jadi salah satu momen yang istimewa karena selain bertajuk pertandingan derby, juga karena PSG berhasil meraih kemenangan di kandang mereka sendiri.
Tapi, yang mungkin jadi momen paling istimewa adalah ketika melawan EA Guingamp. Dan saat itu Guingamp masih diperkuat oleh Didier Drogba dan Florent Malouda, yang kelak akan menjadi legenda di Chelsea. Di pertandingan tersebut, ia menciptakan sebuah gol yang menjadi gol terbaik di musim itu dengan ciri khasnya yang menggocek bola dan melewati beberapa pemain.
Penyesalan di PSG
Meskipun punya banyak momen tak terlupakan ketika bermain bersama PSG, Ronaldinho mengakui dirinya masih punya penyesalan ketika bermain untuk Les Parisiens. Penyesalan terbesarnya itu adalah dirinya tidak bisa bermain lebih lama untuk PSG. Hal itu diungkapkannya langsung ketika melakukan wawancara dengan Media Carre.
▶️ La légende vivante @10Ronaldinho revient sur son passage au @PSG_inside ! Les classico, ses meilleurs souvenirs et surtout ce regret d’être parti trop vite… #Football #interview #CARRÉ #lemediacarre #ronaldinho #ronnie #psg #TeamPSG #ronaldinhogaucho #brazil #classico pic.twitter.com/LBDWa1kend
— CARRÉ (@lemediacarre) September 29, 2022
“Kenangan terburuk saya adalah saya tidak bisa bermain lebih lama di PSG. Itu adalah hal terburuk yang pernah saya alami” Ungkap Ronaldinho sambil tertawa.
Ronaldinho juga mengungkapkan, saat itu ia sebenarnya ingin untuk tetap di Paris. Namun situasinya saat itu tidak memungkinkan bagi Ronaldinho untuk tetap bermain bersama PSG.
“Kalau saja saat itu ada perubahan formasi, atau pergantian pelatih, saya akan tetap di tinggal. Tapi semua terserah pada Tuhan, dan pada akhirnya saya berada di klub sehebat Barcelona. Dan saya sangat bahagia atas hal itu.”
Ronaldinho tidak pernah bisa memenangkan trofi Liga Prancis bersama PSG. Di era itu, PSG memang bukan klub yang seperti sekarang. PSG masih jadi klub suram yang hanya memeriahkan Liga Prancis di era 2000-an. Dan PSG tidak memiliki uang berlimpah seperti saat ini. Jadi ketika Ronaldinho ditawar oleh Barcelona dengan harga 30 juta euro, PSG dengan senang hati melepas sang pemain.
Di Barcelona lah, namanya menjadi semakin dikenal seantero jagat sepakbola dunia. Ronaldinho langsung jadi pemain favorit semua penonton, tidak peduli klub apa yang dibela. Dan Ronaldinho pun menjadi legenda yang namanya masih diingat hingga saat ini.
Sumber referensi: Brief, B/R, OneFootball


