Mengapa Rio Ferdinand Pernah Sampai Ingin Habisi Balotelli?

spot_img

Sejak namanya melambung di Manchester City, Mario Balotelli selalu menjadi pusat perhatian orang-orang saat itu. Balotelli memang sebenarnya punya skill yang mumpuni dan bisa dibilang seorang penyerang yang handal. Namun, aksinya di luar lapangan terkadang lebih mencengangkan. Karakteristiknya yang bengal, susah diatur, dan suka memberontak itu yang membuat dirinya sering terlibat konflik. Sampai-sampai Rio Ferdinand mengaku pernah ingin menghabisi Balotelli karena tingkah laku pemain asal Italia itu.

Saat itu adalah semifinal Piala FA tahun 2011, tersaji derby Manchester dimana Manchester United melawan tetangga berisiknya, Manchester City. Tahun 2011 memang masa awal-awal kebangkitan Manchester City. Sebelumnya, banyak yang tidak tahu apa itu derby Manchester karena memang kebanyakan orang hanya tau satu klub di kota Manchester, yaitu United.

Ferdinand vs Balotelli

Namun, setelah Man City dibeli oleh konglomerat asal Arab, City mulai bisa bangkit dan bersaing untuk gelar juara di Inggris. Dan tahun 2011 itu, Man City sedang berusaha mendapatkan gelar bergengsi pertama mereka sejak tahun 1976. Dan MU tentu tidak ingin tersingkir dari FA Cup hanya karena tim yang baru matang saat itu. Pertandingan semifinal FA Cup antara MU dan City pun berjalan sangat ketat.

Kedua tim saling jual beli serangan namun, pertandingan berakhir dengan Manchester City keluar sebagai juara. City mampu mengalahkan setan merah dengan skor tipis 1-0 lewat gol dari Yaya Toure. Tapi tidak cukup sampai disitu, Mario Balotelli mencari gara-gara setelah pertandingan selesai. Ulah Balotelli itu sempat mengakibatkan terjadinya kerusuhan kecil antara pemain MU dan City.

Dari kerusuhan tersebut, terlihat Rio Ferdinand yang memasang ekspresi wajah marah berjalan ke arah Balotelli. Untungnya Ferdinand mampu ditahan beberapa rekan setimnya, termasuk Edwin van Der Sar untuk tidak memperburuk keadaan. Bertahun-tahun setelahnya, ketika Ferdinand sudah pensiun, ia menjelaskan detail dari insiden itu.

Hal ini ia jelaskan di channel Youtubenya, bersama dengan mantan kapten Manchester City, Vincent Kompany. Ferdinand mengaku dirinya saat itu merasa sangat marah ke Balotelli. Alasanya adalah karena ia merasa Balotelli berusaha memprovokasi pendukung MU di stadion setelah pertandingan. Dan Ferdinand tidak tahan dengan kelakuan Balotelli itu.

“Pada semifinal FA, pada momen itu lah, saya sangat ingin menghabisinya pada hari itu. Karena dia merayakan kemenangan dengan memprovokasi menggunakan isyarat-isyarat ke para penggemar kami. Itu sangat kurang ajar dan membuat saya jadi gila”

Mendengar hal itu, Kompany menanggapi dengan nada bercanda “Yah, bayangkan saya yang harus latihan dengannya setiap hari”

Bakat yang sia-sia

Setelah itu, Kompany kemudian menjelaskan bahwa Balotelli punya bakat yang sangat besar. Namun, pada akhirnya Balotelli tidak bisa bertahan lebih lama di Manchester City.

“Balotelli adalah Balotelli. Dia punya bakat dan talenta yang sangat besar. Tapi, banyak pemain yang punya bakat besar dan keinginan yang besar namun pada akhirnya waktu akan habis juga”

Kompany lalu menjelaskan mengapa Balotelli akhirnya pindah dari Manchester City, meskipun Balotelli punya potensi untuk menjadi legenda City. Menurut Kompany alasan utamanya adalah persaingan yang ketat di klub. Dimana pemain yang tidak konsisten akan langsung ditinggal.

“Dia punya segalanya, tapi pada akhirnya persaingan sangatlah kejam. Saat itu kami punya penyerang berkelas seperti Carlos Tevez, Aguero, dan Edin Dzeko jadi ya..”

Balotelli hengkang dari Manchester City di tahun 2013, hanya tiga tahun dirinya bertahan di Etihad Stadium. Setelah itu ia pindah ke Italia untuk memperkuat AC Milan hanya selama satu tahun. Lalu kembali lagi ke Inggris bersama Liverpool sebelum akhirnya berkelana ke klub-klub medioker di Eropa.

 

Sumber referensi: Menchester, BBC, Guardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru