Mengapa Juventus Begitu Dibenci Fans Sepakbola Italia?

spot_img

Juventus merupakan tim paling sukses di Italia. Tim berjuluk Si Nyonya Tua itu telah mengumpulkan lebih dari 30 gelar scudetto. Dominasinya pun tak main-main,  dalam beberapa kurun waktu terakhir, Juve menjadi satu-satunya penguasa Italia karenasukses menjuarai Serie A selama tujuh musim beruntun. Untuk musim ini saja, gelar Scudetto dinilai telah berada didalam genggaman.

Namun, dibalik kesuksesannya di Italia, Juventus ternyata menjadi tim yang sangat dibenci. Bukan hanya oleh beberapa tim, seluruh penggemar tim-tim Serie A selain Juventus dinilai sangat membenci tim yang bermarkas di Allianz Stadium.

Menurut laporan Coop yang bekerja sama dengan Osservatorio Capitale Sociale sekitar tahun 2009 silam, Juventus menduduki tangga teratas sebagai tim paling populer namun juga paling dibenci. Sebanyak 43 persen responden mengaku tak suka dengan Juventus. Sebanyak 74 persen orang yang membenci Juventus diketahui merupakan pendukung Napoli dan Inter.

Lalu apa yang sebenarnya mendasari para penggemar sepak bola di Italia begitu membenci Juventus?

Alasan pertama tentunya tentang kelicikan mereka yang ‘membeli pertandingan’. Ya, sekitar tahun 2006, Juventus terkena skandal calciopoli. Meski ada beberapa tim yang juga terlibat, Juventus menjadi tim yang paling banyak menerima keuntungan. Setelah kasus ini terungkap, Juve harus kehilangan gelar scudetto dan terdegradasi ke kompetisi Serie B.

Kemudian adalah tentang gelar juara mereka. Juventus menjadi tim yang paling banyak mengoleksi gelar Scudetto. Bukannya dicintai, mereka malah menjadi tim yang dibenci akibat perolehan tersebut. Keberhasilannya di tanah Italia ternyata mengganggu para penggemar sepak bola lainnya. Semakin banyak mereka memenangkan gelar, maka semakin besar pula kebencian para penggemar tim lain.

Selanjutnya ada istilah yang menyebutkan bahwa Juventus merupakan tim yang sangat arogan. Hal itu terbukti dengan beberapa fakta bahwa para petinggi Juventus kerap meremehkan kontestan lainnya. Pada laga melawan Inter, mantan direktur Juve, Luciano Moggi, pernah memberi prediksi 10-0 untuk kemenangan Juventus. Selain itu, Pavel Nedved juga pernah mengeluarkan statemen bahwa Juventus akan selalu berjaya dimanapun mereka berada.

Yang keempat, Juventus kerap diuntungkan oleh wasit. Pada laga klasik melawan Inter Milan, Ronaldo il fenomeno yang ketika itu menjadi penyerang, dilanggar di kotak pinalti dan sama sekali tak mendapat perhatian dari wasit. Beberapa saat kemudian, Juventus malah mendapat hadiah pinalti dari sebuah pelanggaran yang tak terlalu keras. Pertandingan tersebut menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Italia.

Selain itu, pada laga melawan AC Milan di tahun 2012, Juventus mendapat keuntungan karena wasit tak mengesahkan gol Suley Muntari ke gawang Gianluigi Buffon. Hingga saat ini, gol tersebut masih menjadi salah satu kekecewaan terbesar bagi para penggemar AC Milan.

Hubungan ‘baik’ Juventus dengan wasit Serie A juga semakin diperkuat dengan sering gagalnya mereka di kompetisi Eropa. Dengan kerap gagalnya Juve di Eropa membuat para penggemar di Italia berfikiran bahwa mereka tak punya ‘dukungan’ saat berlaga di kompetisi Eropa.

Alasan selanjutnya yang tak kalah populer adalah, Juventus kerap menyomot pemain andalan setiap tim Serie A. Taruh saja nama Miralem Pjanic. mantan bintang AS Roma itu dijanjikan trofi agar mau bergabung dengan Juventus. Meski pada akhirnya sukses mengangkat trofi bersama Juve, Pjanic dianggap sebagai penghianat oleh para penggemar AS Roma. Nama-nama bintang lainnya yang dijuga diambil oleh Juventus adalah Paulo Dybala dari Palermo, Federico Bernardeschi dari Fiorentina, hingga Mattia Perin dari Genoa.

Yang terakhir adalah kedatangan mantan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo ke Turin. Bagaimana bisa kedatangan Ronaldo menambah kebencian para penggemar tim lainnya? Ya, selain akan membuat Juventus menjadi lebih kuat, kedatangan Ronaldo juga akan menjadikan para pembencinya diseluruh dunia untuk membuat Juve sebagai sasaran cemoohan.

Menurut football lovers, layakkah Juve disebut sebagai klub paling dibenci di Italia?

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru