Mengapa Buffon Jadi Penyebab Kartu Merah Zidane di Piala Dunia 2006?

spot_img

Berjalan dengan kepala tertunduk ke lorong ruang ganti dalam kekalahan Prancis atas Italia di Final 2006. Itu adalah gambaran akhir perjalanan karir Zidane yang dipuja banyak orang bahkan sampai hari ini. Tentu bukan gambaran yang baik, tapi itu sudah kadung tertanam dalam ingatan banyak orang yang menyaksikan Piala Dunia 2006.

Kartu Merah Zidane

Tapi kenapa kita patut menyalahkan Buffon atas kartu merah yang diterima Zidane? Tentu, aktor utama dibalik kartu merah Zidane adalah Materazzi yang melakukan provokasi sehingga Zidane diusir keluar lapangan. Itu memang sudah diketahui semua orang, bahkan Materazzi mengakuinya sendiri. Dikutip dari wawancaranya dengan media Spanyol, AS Materazzi menjelaskan proses terjadinya insiden Zidane itu.

“Zidane mencetak gol pembuka untuk Prancis di laga itu, dan sejak saat itu saya ditugaskan oleh pelatih Marcelo Lippi untuk menjaganya. Ada beberapa kali kontak dengan Zidane tapi saya sempat meminta maaf. Lalu di bentrokan ketiga di antara kami, Zidane berkata ‘saya akan beri jersey saya ke anda nanti’.

Disitu Materazzi membalas “saya lebih suka memakai adik perempuanmu daripada bajumu”. Tak butuh waktu lama bagi Zidane untuk memilih kekerasan setelah mendengar komentar kurang ajar itu. Dan tidak butuh waktu lama bagi wasit untuk memberikan kartu merah ke Zidane.

Jika ditengok kembali, mungkin Zidane pantas untuk marah atas apa yang keluar dari mulut kotor Materazzi pada saat itu. Tapi kita perlu melihat lebih dalam, apakah itu cukup untuk Zidane melakukan tindakan bodoh di pertandingan final Piala Dunia dan akhir karir profesionalnya? Zidane yang sudah bertahun-tahun bermain di level tertinggi bagi pesepak bola profesional tentu seharusnya sudah terbiasa dengan trash talk atau provokasi di atas lapangan dalam bentuk apapun.

Apa lagi Zidane adalah pemain yang berbeda. Menurut jurnalis sekaligus mantan atlet Inggris, Ed Smith yang menulis buku ‘What Sport Tell Us About Life’, yang membedakan Zidane dengan orang lain adalah rasa kepastiannya berkat kepercayaan diri yang kuat. Zidane menjalani seluruh pertandingan Piala Dunia dengan rasa percaya diri yang kuat, sampai terasa seperti ia punya kemampuan mempengaruhi 21 pemain lain di lapangan.

Kenapa Buffon?

Kepercayaan diri Zidane itu bisa dilihat ketika ia mencetak gol penalti dengan cara panenka ketika laga baru berjalan 7 menit. Padahal gawang Buffon saat itu belum pernah tertembus sejak babak penyisihan grup. Tapi di pertandingan itu, Italia tidak mau tunduk dengan Zidane setelah Materazzi mencetak gol penyeimbang tak lama setelahnya.

Italia bahkan bisa unggul 2-1 jika saja gol Luca Toni tidak dianulir offside. Prancis juga tidak bisa menembus tembok kokoh Buffon di bawah mistar gawang Italia. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak pertambahan waktu. Dan di babak pertambahan waktu ini, semuanya terjadi.

Zidane mendapatkan peluang emas di menit ke-103. Ia berada di ruang kosong ketika Willy Sagnol memberikan umpan silang ke arahnya. Zidane melompat dengan indahnya dan menyundul bola dengan mantap. Namun, sundulan Zidane itu berhasil diselamatkan dengan sangat baik oleh Buffon. Zidane jelas terlihat frustasi melihat kegagalannya itu.

Ia melepaskan rasa kecewanya dengan berteriak sekencang-kencangnya. Padahal Zidane dikenal sebagai pemain yang dingin, tenang, dan tanpa ekspresi. Ia bahkan tidak tersenyum ketika merayakan gol panenkanya di babak pertama.

Dituliskan juga oleh Ed Smith dalam bukunya, semakin besar keinginan seseorang untuk juara, semakin besar kekecewaannya jika gagal. Dan keinginan Zidane untuk meraih juara Piala Dunia di akhir karirnya itu sebesar kekecewaan yang berujung pada kartu merahnya itu. Disulut oleh komentar kotor soal adik perempuannya, Zidane melepaskan amarahnya dengan menyundul dada Materazzi. Hanya berselang enam menit dari aksi Buffon yang menggagalkan Zidane menjadi pahlawan Prancis di Piala Dunia 2006.

 

Sumber referensi: AS, Planet, FIFA

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru