Banyak yang berpendapat bahwa Piala Dunia 2010 adalah Piala Dunia yang paling ikonik dan sulit dilupakan. Dari bola Jabulani, Paul si gurita peramal, sampai lagu waka-waka adalah cerita-cerita Piala Dunia yang selalu dikenang. Tapi ada satu cerita aneh di turnamen di Afrika Selatan itu.
Pada Piala Dunia 2010, Korea Utara menjadi sorotan publik. Mereka tampil pertama kali nya di Piala Dunia setelah terakhir kali di tahun 1966. Namun sialnya bagi mereka, perjalanan Korea Utara di Piala Dunia pertama mereka setelah sekian lama itu tidak akan mudah. Pasalanya mereka masuk kedalam Grup G yang berisikan Brasil, Portugal, dan Pantai Gading. Tak ayal Korea Utara sudah dipastikan bakal jadi lumbung gol bagi para tim Grup G saat itu.
Tapi di pertandingan pertama Korea Utara melawan Brasil, anak asuh Kim Jong Hun ternyata tampil mengejutkan publik. Mereka bisa mengimbangi permainan Brasil di babak pertama. Brasil yang diperkuat Julio Cesar, Robinho, dan Kaka mampu ditahan imbang tanpa gol oleh Korea Utara. Gol baru tercipta di babak kedua, tepatnya di menit ke-55 lewat gol cantik dari Maicon.
Setelah itu, Brasil tampil lebih menyerang. Luis Fabiano sempat mendapatkan peluang tapi masih tidak bisa menggetarkan gawang Ri Myong Guk. Sampai akhirnya di menit ke-72 Elano baru bisa menggandakan keunggulan Brasil. Korea Utara sempat mendapatkan gol hiburan dari Ji Yun-nam di menit ke-89. Bisa meraih skor 2-1 melawan Brasil di kontes Piala Dunia tentu hasil yang tidak terlalu mengecewakan untuk Korea Utara. Mereka pun jadi sorotan karena penampilan bertahannya yang apik dan gol mereka di penghujung laga.
Empat Pemain Hilang
Tapi tidak hanya itu yang membuat Korea Utara jadi sorotan publik. Bangku cadangan Korea Utara di pertandingan itu hanya diisi oleh tujuh orang. Padahal kapasitas bangku cadangan itu adalah 12 orang. Dan di pertandingan itu juga empat pemain Korea Utara dilaporkan menghilang, tidak ikut ke pertandingan. Sebelum laga dimulai, seperti biasa kedua tim menyerahkan 23 daftar pemain ke FIFA, namun Korea Utara hanya hadir dengan 19 pemain saja. Dan pada daftar tersebut terdapat keterangan absen di empat pemain.
Kejadian itu cukup merepotkan pihak panitia, karena mereka diharuskan mencari empat pemain yang hilang itu. Banyak yang berspekulasi bahwa empat pemain itu kabur karena tidak mau pulang ke Korea Utara. Ini cukup masuk akal karena sudah jadi rahasia umum banyak penduduk Korea Utara yang memang ingin kabur dari negaranya.
Tapi ternyata itu hanya rumor. Pihak dari FIFA kemudian menjelaskan bahwa absennya empat pemain Korea Utara di pertandingan tersebut murni karena kesalahan komunikasi. Korea Utara mengira hanya perlu membawa tujuh pemain cadangan saja, jadi mereka tidak membawa empat pemain yang memang tidak direncanakan untuk tampil di pertandingan itu.
Striker Jadi Kiper
Keanehan Korea Utara tidak hanya itu saja. Mereka bahkan sudah membuat semua orang geleng-geleng kepala sejak sebelum Piala Dunia 2010 dimulai. Bagaimana tidak? sesaat sebelum keberangkatan, Korea Utara mendaftarkan striker mereka, Kim Myong-won sebagai kiper. Padahal Kim Myong-won adalah seorang striker berusia 26 tahun yang bermain untuk tim lokal Korea Utara.
Ini bukan kesalahan dokumen atau semacamnya, tapi Korea Utara memang sengaja. Alasannya adalah Korea Utara ingin menambah daya di lini serang, mengingat mereka berada di grup neraka. Tapi, slot untuk penyerang tidak bisa ditambah lagi, alhasil mereka hanya membawa dua penjaga gawang dan mendaftarkan penyerang mereka sebagai kiper.
Tapi ulah Korea Selatan itu ketahuan oleh FIFA. Dan FIFA menyatakan bahwa dalam peraturannya tidak dibolehkan memainkan kiper selain sebagai penjaga gawang. Artinya Kim Myong-won hanya boleh bermain sebagai penjaga gawang selama turnamen itu. Kim Myong-won pun akhirnya tidak dimainkan sama sekali dan Korea Utara tidak bisa lolos babak Grup setelah tidak bisa meraih kemenangan satupun di fase penyisihan grup.


