Baru-baru ini, kabar yang cukup membuat geger insan sepak bola muncul. Permen karet bekas kunyahan mantan manajer setan merah, Sir Alex Ferguson, di laga terakhirnya bersama MU laku dijual dengan harga 7,3 miliar rupiah. Ferguson memang kerap mengunyah permen karet saat menemani anak asuhnya bertanding, termasuk pada laga tersebut.
Bicara tentang permen karet, pernahkah terfikir dalam benak kalian mengapa beberapa pelaku sepak bola kerap mengunyah permen karet pada sebuah pertandingan?
Mengunyah permen karet merupakan aktivitas yang sangat mengasyikkan bagi sebagian orang. Sensasi yang diberikan seolah mampu membuat nyaman dan lebih relax dalam menghadapi sesuatu. Beberapa pemain seperti Alexis Sanchez, Mesut Ozil, Jamie Vardy, hingga pelatih sekaliber Sir Alex Ferguson, kerap kedapatan mengunyah permen karet dalam sebuah pertandingan.
Sebenarnya tidak diketahui pasti apa tujuan mereka mengunyah permen karet pada sebuah pertandingan. Namun menurut studi, mengunyah permen karet mampu mengurangi kegelisahan. Gerakan mengunyah juga dapat merangsang otak agar selalu berkonsentrasi, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan respon.
Meski efeknya hanya berlangsung beberapa menit, para ilmuwan tetap yakin bahwa permen karet mampu memberikan keuntungan dalam berbagai cara. Selebihnya, kegunaan kembang gula bertekstur itu juga bisa membantu membakar kalori, meningkatkan kesehatan mulut serta pencernaan.
Dilansir dari Huffington Post, sebuah studi yang diterbitkan The Journal of Physical Therapy Science juga mengatakan bila mengunyah permen karet sambil berjalan mampu meningkatkan detak jantung yang baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Tidak hanya itu, mengunyah permen karet saat berjalan juga dapat membakar lebih banyak kalori untuk lelaki. Untuk mendapatkan hasil penelitian itu, para peneliti di Universitas Waseda Tokyo membagi 46 subjek tes lelaki dan perempuan usia 21- 69 menjadi dua kelompok.
Dari penelitian tersebut, para peneliti menguji tingkat istirahat dan rata-rata jantung subjek saat berjalan. Mereka juga menghitung berapa banyak energi yang dihabiskan oleh masing-masing subjek. Setelah itu mereka membandingkan rata-rata kecepatan berjalan dan massa tubuh.
Para peneliti menemukan bahwa denyut jantung rata-rata untuk pria dan wanita yang mengunyah permen karet meningkat secara signifikan. Tetapi hanya lelaki yang berusia 40 tahun dan lebih tua saja yang membakar kalori tambahan, sedangkan pada perempuan tidak ditemukan reaksi tubuh yang signifikan ketika menyangkut kalori.
Dilihat dari manfaat luar biasanya itu, beberapa pelaku sepak bola mungkin paham betul apa reaksi yang ditimbulkan pada saat mereka menikmati kunyahan permen karetnya.
Bahkan, Sir Alex Ferguson dikabarkan telah mengunyah lebih dari 2600 permen karet sejak menangani Manchester United pada 1986.
Akan tetapi, ada yang mengatakan jika mengunyah permen karet tidak terlalu dianjurkan pada saat olahraga untuk atlet lapangan, karena permen karet juga berisiko tersedak, mengacaukan pola napas, hingga dehidrasi.
Kejadian mengerikan sempat menimpa Aloisio pada pertandingan divisi dua Liga Brasil antara Vasco melawan Brasiliense tahun 2009 silam. Aloisio mengalami benturan hebat dengan seorang pemain lawan yang berakibat Aloisio langsung kolaps dan sempat kehilangan kesadaran.
Setelah dibawa kerumah sakit dan diperiksa, dikatakan bahwa Aloisio mengalami cedera serius pada kepalanya. Tak hanya itu, permen karet yang sempat dikunyahnya tertelan, hingga menyebabkan terganggunya saluran pernapasan si pemain dan bahkan bisa dibilang hampir membuatnya kehilangan nyawa.
Dengan melihat fakta, menfaat, serta fenomena yang pernah terjadi, kita harus lebih bijak bahkan waspada dalam mengonsumsi permen karet.


