Bayangkan kamu ingin tetap bertahan, tapi pacarmu bersikukuh untuk putus. Nah, begitulah nasib seorang Ousmane Dembele di Barcelona. Ia bagaimanapun masih menginginkan bermain di Blaugrana, namun Barcelona justru terang-terangan ingin menjual Dembele.
Hal itu selain karena terbentur aturan financial fair play, dan supaya bisa mendatangkan pemain baru, Barca ingin menjual Dembele karena sang pemain masih tak sudi menandatangani kontrak baru. Padahal Direktur Olahraga Barca, Mateu Alemany menegaskan kalau Dembele tak mau tanda tangan kontrak baru, ia harus hengkang.
Namun, kontrak baru tersebut disinyalir bakal memberatkan Dembele. Barca akan membayar Dembele dengan gaji yang cukup murah, sedangkan Dembele bakal dibiarkan hanya menghuni bangku cadangan.
Tentu saja, hal itu karena Barcelona tidak mau rugi, dan membuang uang percuma untuk pemain sayap berpaspor Prancis tersebut. Manajemen Barcelona jelas lebih memilih menjual Dembele daripada melepasnya begitu saja dengan status bebas transfer, di musim panas mendatang.
Namun, sengotot apa pun Blaugrana, sebulat apa pun keinginan menjual Dembele, itu sajauh ini hanya menemui kegagalan. Targetnya, Barca bisa menjual Dembele sampai 31 Januari 2022. Akan tetapi, sampai bulan berganti ke Februari Dembele tak kunjung laku. Barcelona kesulitan menjual Dembele.
Tidak Ada Klub yang Serius Membeli Dembele
Apakah hal itu karena Barca lagi kena kutukan? Tentu saja bukan, kutukan hanya semacam mitos yang boleh jadi dibuat-buat. Yang pasti, Barcelona sulit menjual Ousmane Dembele karena sampai batas waktu bursa transfer musim dingin kemarin, tak ada satu klub pun yang serius memboyong Dembele.
Eh, kayaknya ada, sih. Itu raksasa London, Chelsea sebetulnya memulai pembicaraan untuk mendatangkan Dembele. Tapi pembicaraan tersebut hanya memulai, tanpa sampai pada kata “sepakat”. The Blues juga terang-terangan menyatakan ogah membeli Dembele dengan banderol, dan lebih menginginkan sang pemain tanpa biaya transfer.
The Blues bersedia mendatangkan Dembele saat kontraknya di Blaugrana habis di akhir musim 2021/22. Dengan kata lain, Chelsea baru akan membawa Dembele ke Stamford Bridge ketika sang pemain berstatus bebas transfer. Sebuah cara yang cerdik, dan tentu ditolak mentah-mentah oleh Barcelona yang sedang butuh duit.
Ousmane Dembélé deal. Barcelona and Paris Saint-Germain have been in contact today over potential swap deal but no solution has been found. 🇫🇷 #FCB
Clubs will try again in the coming hours but Dembélé deal on Deadline Day seems still complicated.
Man Utd, not even interested. pic.twitter.com/3aff3wWzr7
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) January 30, 2022
FC Barcelona tak mau merelakan uang 145 juta euro atau Rp 2,3 triliun yang sudah dikeluarkan untuk Ousmane Dembele sejak dibeli dari Borussia Dortmund, pada tahun 2017. Selain Chelsea, Paris Saint-Germain juga awalnya tertarik pada Dembele, tapi kesepakatan antara keduanya tak pernah terjadi.
Rival Chelsea, Tottenham Hotspur juga menyatakan minatnya. Tapi ketertarikan itu hanya seperti kembang lambe The Lilywhites. Karena Tottenham terlambat menyampaikannya. Spurs konon masih ragu dengan Dembele, dan karena itu lucunya disampaikan setelah jendela transfer ditutup.
Meski belum ada yang menunjukkan keseriusannya untuk membeli Dembele, pihak Barcelona masih tetap optimis kalau Dembele akan laku. Setidaknya, di musim panas nanti, Blaugrana yakin kalau Dembele bakal dilirik Juventus atau Manchester United.
Ya walaupun, keyakinan itu mungkin hanya akan membuat Barcelona nggak bakal memperoleh sepersen pun dari penjualan Ousmane Dembele di akhir musim. Apalagi Barcelona sudah mengancam Dembele dan akan memutus kontraknya. Itu berarti, kemungkinan di akhir musim Dembele berstatus bebas transfer.
Pada akhirnya, alih-alih untung, Barca juga yang rugi kalau Dembele harus lepas dengan status bebas transfer.
Xavi Masih Menginginkan Dembele
Pihak petinggi Barcelona memang menyatakan kalau pilihan Dembele cuma ada dua. Dia bertahan dengan memperpanjang kontrak yang disodorkan, atau dicoret dari skuad Barcelona. Namun itu, menurut kabar yang beredar, justru kontradiktif dengan pelatih FC Barcelona, Xavi Hernandez.
Sebab, dikabarkan 90 Minutes, bahwa Xavi akan menjadi sekutu Ousmane Dembele di Blaugrana. Pelatih Kepala Barcelona itu masih menginginkan keberadaan Dembele di skuadnya. Kendati para petinggi di Barcelona, sampai akhir Bulan Januari 2022 tidak menghendaki keberadaan Dembele.
Xavi faces a difficult situation with Ousmane Dembele. Should he leave him in the stands for the rest of the season and not have him kick a ball? Or should he play him to get the best out of him before he leaves? pic.twitter.com/sBFfOBhxPI
— Football España (@footballespana_) February 1, 2022
Alasannya, karena Dembele, bagi Xavi masih bisa berguna untuk melengkapi skuad Barcelona. Dengan kata lain, tidak ada gunanya membuang pemain Prancis itu, karena toh ia masih bertahan di Camp Nou. Walaupun di sisi lain, Barcelona mungkin saja akan mengambil langkah ketiga: membekukan Dembele.
Barangkali nanti, Dembele akan tetap bertahan di Blaugrana sampai kontraknya habis. Akan tetapi, ia hanya diizinkan duduk di bangku cadangan selama enam bulan sisa masa kontraknya. Namun, tentu saja itu masih bergantung bagaimana Xavi memperlakukan Dembele nanti.
Sering Cedera
Ousmane Dembele memang mampu tampil mengesankan ketika kondisinya sedang fit. Namun, selama berada di Blaugrana, Dembele kerap diterpa cedera. Hal itu membuat dirinya beberapa kali absen, dan itu membuat klub seperti Manchester United dan Chelsea yang awalnya tertarik dengan Dembele harus berpikir dua kali.
Siapa pula yang ingin merekrut pemain pesakitan seperti Dembele? Tak berapa lama setelah bergabung Tim Catalan saja, Dembele sudah mengalami cedera fleksor pinggul yang serius.
Cedera itu membuatnya harus menepi dari skuad Barcelona selama 20 pertandingan. Lalu ketika masuk Bulan Januari musim 2018/19, Dembele harus absen lagi selama tujuh pertandingan akibat cedera hamstring. Namun, pada kenyataannya itu bukan cuma tujuh hari.
Total, selama musim 2018/19, Dembele sudah absen selama 13 pertandingan. Hal itu belum habis, dan berlanjut di musim berikutnya. Pada musim 2019/20 cedera Dembele makin parah.
Ia terpaksa menepi selama 40 pertandingan dari raksasa Spanyol itu. Saat tampil lagi, Dembele sudah tidak fit dan kecepatannya menurun. Ketika belum pulih benar, Dembele harus cedera lagi ketika membela Prancis di EURO 2020.
Barcelona winger Ousmane Dembele could reportedly miss the rest of the season after tearing his hamstring on his comeback from injury pic.twitter.com/f1mvQWWFos
— B/R Football (@brfootball) February 4, 2020
Kali ini Dembele terkena cedera lutut dan membuatnya harus absen di paruh musim pertama 2021/22. Itu artinya, ia melewatkan 16 pertandingan. Ketika siap untuk kembali pada Oktober 2021, Dembele cedera hamstring lagi dan absen selama 18 match.
Sungguh memang apes nasib Dembele. Usai pulih dari hamstring, pada pergantian tahun 2022, ia giliran terpapar Covid-19. Total dari tahun 2017, Dembele sudah melewatkan 119 match yang hebat bersama Blaugrana.
Terlalu sering cedera jelas membuat klub yang tertarik pada Ousmane Dembele mesti berpikir dua sampai lima belas kali untuk mendatangkan sang pemain. Barcelona tidak salah jika ingin melepas Dembele, ya… daripada buang-buang duit. Tapi, petinggi Blaugrana harus sadar, jika Barca saja tak mau sia-sia menghamburkan uang untuk Dembele, apalagi klub lain.
Sumber referensi: 90min.com, theguardian.com, footballtransfers.com


