Menerka Nasib Persija di Bawah Asuhan Eks Asisten Antonio Conte

  • Whatsapp

Kabar mengejutkan datang dari Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu baru saja mengimpor pelatih dari luar negeri, Angelo Alessio. Manajemen klub sengaja mendatangkan Alessio karena sang pelatih punya rekam jejak yang tak bisa dianggap kacangan.

Tepat di titik itulah, kabar tersebut menjadi semakin mengejutkan. Pasalnya, Alessio adalah eks asisten Antonio Conte, mantan pelatih Chelsea yang baru saja mengantarkan Inter meraih scudetto meski pada akhirnya hengkang dari sana. Sebelumnya, Persija telah mendatangkan beberapa pemain berkelas ke Gelora Bung Karno.

Hal itu dilakukan supaya tim kebanggaan The Jakmania ini bisa tampil gemilang pada Liga 1 mendatang. Namun apakah dengan mendatangkan pemain bagus dan pelatih berpengalaman mampu membuat The Jakmania pesta pora?

Sepak Terjang Angelo Alessio

Angelo Alessio, pelatih yang baru saja didatangkan Persija itu mungkin menjadi salah satu alasan tim ini bisa berbenah. Alessio bukan pelatih kemarin sore. Pengalamannya di kursi kepelatihan sudah sangat layak disebut sebagai pelatih yang kompeten, meski itu dalam skala Indonesia.

Sebelum bersama Antonio Conte, Alessio memulai karir kepelatihannya dari melatih tim Serie C. Tim-tim seperti Imolese, Massese, dan SPAL pernah ia tangani sebelum pada akhirnya mendampingi Antonio Conte mengantarkan Siena merangkak ke Serie B.

Mulai dari situ, Alessio selalu menjadi asisten Antonio Conte. Kemanapun Conte berlabuh, di sana selalu ada Angelo Alessio. Seperti saat Conte menukangi klub-klub besar sekelas Juventus dan Chelsea. Bersama Conte melatih dua klub itu saja, Alessio ikut mencicipi manisnya Scudetto, Juara Liga Inggris, Piala Super Italia, dan FA Cup.

Karena karirnya yang hanya mengekor Antonio Conte itu pun, ia harus bersama-sama Timnas Italia menelan pil pahit saat melakoni perempat final Euro 2016. Kala itu, Italia kalah dramatis lewat adu penalti melawan Jerman. Setelah tak mengekor Antonio Conte, karir Alessio pun tak cukup mentereng.

Terakhir ia melatih klub Liga Skotlandia, Kilmarnock. Saat baru menukangi Kilmarnock, Alessio gagal membawa timnya lolos ke Liga Eropa, dan hanya mampu finis di posisi lima di penghujung kompetisi. Ia akhirnya dipecat pada Desember 2019.

Tiga tahun sejak pemecatan itu, Persija akhirnya memohon pada Alessio untuk menjadi pelatih. Keputusan ini tentu membuat yang bukan fans Persija pun terkejut. Bagaimana mungkin seseorang yang hanya mengekor pelatih ternama dijadikan pelatih kepala?

Memang prestasi Alessio sangat bagus saat menjadi asisten Antonio Conte. Namun hal itu justru kontradiktif saat ia benar-benar ditugaskan menjadi seorang pelatih tim Liga Skotlandia. Meski sebetulnya untuk Liga Shopee hal-hal tersebut lebih baik diabaikan saja. Karena bagi klub-klub tanah air, siapa yang terbuang dari tanah Eropa adalah mutiara.

Namun perlu dicatat, mendatangkan Alessio para pemain Persija harus siap konsekuensinya. Alessio dikenal sebagai pelatih yang kerap dibenci para pemain lantaran metodenya yang ketat. Para pemain Persija mesti siap dengan gaya melatih Angelo Alessio tersebut. Ya, anggap saja sedang digojlok biar prestasi Persija sementereng Chelsea di kancah domestik.

Komposisi Pemain Lengkap

Kedatangan eks asisten Antonio Conte ke GBK tak mengubah fakta kalau tim ini memang sudah memiliki komposisi pemain yang lengkap. Persija baru saja memungut bek kanan eks pemain Juventus, Marco Motta. Lalu ada nama Osvaldo Haay, pemain Timnas Indonesia yang mempunyai gocekan aduhai.

Macan Kemayoran juga memiliki gelandang kreatif, Rohit Chand dan penyerang ganas Marco Simic. Selain itu, jangan lupakan veteran Timnas Indonesia kaliber Andritany di bawah mistar gawang, dan Maman Abdurahman hingga Ismed Sofyan di lini belakang. Ada pula pemain yang punya peran vital, Rico Simanjuntak.

Persija juga dilengkapi pemain muda yang punya kans untuk membawa Macan Kemayoran naik tahta. Pemain muda itu di antaranya Taufik Hidayat (striker), Raka Cahyana (gelandang), Salman Alfarid (bek), Reza Fauzan (bek), Muhammad Ferrari (bek), hingga pemain asal Brazil, Yann Motta (bek).

Berkat komposisi pemain yang nyaris merata itu, Persija bahkan berhasil menggondol Piala Menpora, di saat tim-tim Indonesia lain tak mampu meraih gelar apapun di tahun 2021. Hal itu boleh jadi akan membikin Angelo Alessio begadang semalaman menentukan pemain yang cocok dengan skemanya.

Prediksi Taktik

Saat melibas Persib Bandung di partai final Piala Menpora, Persija menggunakan skema 4-3-3. Saat itu, Persija yang masih dilatih Sudirman sukses bikin Persib kelabakan lewat gaya permainan bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun kehadiran Angelo Alessio bisa jadi akan merombak skema permainan Persija.

Alessio yang lama bersama Antonio Conte tentu hafal betul bagaimana eks pelatih Inter itu mengatur formasi dan skema bermain. Conte terbiasa dengan formasi 3-5-2, dan Alessio pun mengakui kalau formasi tersebut amat cemerlang. Formasi 3-5-2 ala Conte tak memakai winger, melainkan dua bek sayap di sisi kiri dan kanan, serta dua striker sebagai ujung tombak. Sementara di lini tengah terdapat tiga gelandang: gelandang serang, gelandang box-to-box, dan gelandang bertahan.


Formasi tersebut bisa berubah menjadi 5-3-2 saat bertahan. Namun yang jadi pertanyaan, apakah formasi 3-5-2 cocok diterapkan buat Persija? Persija punya stok gelandang yang mumpuni. Alessio bisa saja mengandalkan Marc Klok, Rohit Chand, dan Ramdani Lestaluhu di lini tengah. Kemudian untuk wingback-nya, bisa memakai Rezaldi Hehanusa, Alfath Fathier, Novri Setiawan, dan Toni Sucipto.

Namun, Persija punya Osvaldo dan Rico Simanjuntak. Kedua pemain itu selama ini tampil apik di posisi sayap. Jika Alessio memakai formasi 3-5-2 posisi kedua pemain tersebut di Starting XI sirna, karena keduanya lambat dalam bertahan. Jalan keluarnya, Alessio bisa memakai skema 4 bek sama seperti di Kilmarnock, tempatnya dipecat.

Alessio bisa memakai formasi 4-4-2, 4-2-3-1, 4-4-1-1, atau bahkan 4-3-3. Buat Persija, Alessio boleh-boleh saja menggunakan gaya menyerang dalam permainannya. Dengan begitu, sayap-sayap andalan Persija bisa lebih leluasa menusuk jantung pertahanan lawan. Alessio tak perlu cemas, Persija telah menjamin reputasinya sebagai salah satu tim besar di Liga Shopee. Pun materi pemain yang mumpuni dan hampir merata di segala lini.

Persija boleh jadi salah satu tim yang paling siap mengarungi kompetisi Liga 1, dengan susunan pemain yang komplit dan pelatih seorang mantan kolega pelatih kaliber Antonio Conte. Belum lagi, jelang kompetisi liga bergulir, Persija punya bekal Juara Piala Menpora yang, tentu saja bikin pemain dan pendukung yakin, paling tidak Persija tak menghuni tim papan tengah, yang nyaris terdegradasi kayak tahun tahun kemarin. Menarik dinanti, bagaimana Angelo Alessio meracik tim Macan Kemayoran agar sesuai harapan.

Sumber referensi: Bolasport.com, Indosport.com, Transfermarkt.co.in, Bola.com, Viva.co.id, Kumparan.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *