Waktu Sergio Aguero di Manchester City harus berakhir di penghujung musim kemarin. Setelah sepuluh tahun lamanya bermain di kompetisi Liga Premier Inggris, Aguero memilih untuk kembali ke Spanyol. Bukan ke Atletico Madrid, tapi ke FC Barcelona, klub yang memang sedang membutuhkan sosok penyerang andal.
Mulanya, Aguero begitu menggebu ketika resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Blaugrana. Dia percaya bahwa Barcelona adalah tempat yang tepat untuk melanjutkan atau menutup kariernya. Sayangnya, segala angan dan harapan tak berjalan sesuai rencana.
Baru juga empat kali tampil di kompetisi La Liga, Aguero sudah harus menepi untuk menghampiri ruang perawatan. Bukan karena ditekel lawan, namun terdapat masalah pada jantungnya.
Masalah tersebut bak petir di siang bolong. Membuat Aguero harus dirawat di rumah sakit saat sedang menggebu ingin bermain untuk Barcelona. Aguero didiagnosis mengalami aritmia. Di mana jantungnya berdetak lebih cepat dengan ritme yang tidak teratur.
Hal itu bermula ketika Aguero masuk skuad El Barca yang tampil melawan Alaves. Dia kemudian ditarik keluar pada menit ke-33 usai terlibat duel udara bersama Victor Laguardia. Saat mendapat perawatan tim dokter, detak jantung pemain berdarah Argentina itu dikatakan jauh lebih tinggi dari yang seharusnya. Aguero lantas dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih intensif.
Setelah beberapa lama kabar itu terdengar, muncul kabar yang mengatakan bahwa Aguero bakal segera berhenti dari dunia sepakbola. Tim dokter mengatakan bahwa sangat beresiko jika Aguero tetap memaksa melanjutkan kariernya di dunia sepak bola.
Meskipun, Aguero sendiri sempat membantah. Dia berkata bahwa perawatannya berjalan dengan baik dan dia berharap bisa segera kembali ke lapangan.
Namun, apes memang tak bisa dihindarkan. Belum lama ini, Aguero dikabarkan sungguh-sungguh bakal mengakhiri karier sepakbolanya. Hal ini tentu menjadi hal yang mengejutkan bagi seluruh insan sepakbola, meski memang, masalah yang diderita Aguero tidak bisa disepelekan.
Sergio Aguero resmi mengumumkan dirinya pensiun dari sepak bola. Hal ini tak terlepas dari kelainan jantung yang dialaminya, yakni detak jantung yang tidak beraturan (aritmia).
Selamat pensiun, Aguero! Semoga lekas pulih! pic.twitter.com/wfl6RNG2ZU
— Jebreeetmedia (@jebreeetmedia) December 15, 2021
Walaupun begitu, setidaknya kalau Aguero memutuskan pensiun, dia pensiun di usia yang juga lumayan tua, yaitu 33 tahun. Selain itu, ia juga pensiun dengan meninggalkan momen-momen yang, tentu saja berharga.
Dari awal karir hingga tumbuh di Spanyol, Aguero sukses menjadi legenda Manchester City. Dia adalah pemain istimewa. Tanpanya, Manchester City mungkin tidak akan pernah menciptakan sejarah di tahun 2012 silam, ketika trofi Liga Primer Inggris mampir ke lemari piala.
Bermula di Argentina, Tumbuh di Spanyol
Lahir pada 2 Juni 1988 di Buenos Aires, Argentina, Aguero memulai petualangan sepak bolanya bersama dengan Independiente pada tahun 1997. Dinilai punya bakat spesial untuk tampil di level senior, Aguero lalu naik kelas ke tim utama pada tahun 2003. Tak butuh waktu lama bagi Aguero untuk unjuk gigi.
Tepat di musim 2004/05, Aguero yang ketika itu jadi andalan berhasil mencetak 18 gol dari 36 pertandingan. Berkat kegemilangannya itu, Aguero diminati oleh beberapa klub Eropa, salah satunya Atletico Madrid.
Sejatinya, nama Aguero juga sempat diminati oleh Liverpool yang kala itu dilatih Rafael Benitez. Sayangnya, kesepakatan tidak pernah terjalin hingga membuat sang pemain berlabuh di ibukota Spanyol.
Bersama Atletico, Aguero menciptakan sebuah permulaan sempurna untuk pemain yang baru tampil di Eropa. Musim pertamanya, koleksi gol Aguero di liga memang tak mencapai 10 angka. Namun di musim kedua dan musim-musim berikutnya, dia berhasil mencetak lebih dari 10 gol setiap musimnya.
Musim 2008/09, dia menjelma menjadi bintang La Liga. Ia sukses menyarangkan 17 gol di liga, berkat kerjasama apiknya bareng Diego Forlan. Musim 2008/09 menjadi cerita sukses lainnya bagi Aguero, setelah dia mampu membawa Los Rojiblancos melaju hingga ke partai final Copa del Rey.
Musim berikutnya, torehan gelar Aguero mulai masuk koleksi. Dia berhasil membawa Atletico merebut gelar Liga Eropa dan Piala Super Eropa.
Di musim 2010/11, Aguero berhasil melanjutkan kejayaan dengan torehkan sebanyak 20 gol. Dia menjadi striker paling mematikan Atletico dan ketiga di kompetisi La Liga bersama Alvaro Negredo.
Aguero x Diego Forlan, don’t chat to me if you never saw them play. pic.twitter.com/tp5fL85XEX
— Ọlájíre (@Olajire_tweets) December 15, 2021
Meski sudah menandatangani kontrak selama empat tahun bersama Atletico, tawaran yang datang dari Manchester City terlalu menggiurkan bagi Aguero. Selama membela Atletico Madrid selama 5 musim ia berhasil membuat 101 gol dari 234 penampilan di semua ajang.
Menjadi Legenda di Manchester City
Datang sebagai penyerang produktif, lagi-lagi tak butuh waktu lama bagi Aguero untuk meraih kesuksesan di klub barunya. Dia yang bisa dikatakan sukses membawa Atletico pertahankan konsistensi sebagai tim kuat di La Liga, langsung menasbihkan diri sebagai raja baru di Etihad Stadium.
Hal itu dibuktikan ketika dia melakoni debutnya untuk City pada 15 Agustus 2011 saat menang 4–0 atas Swansea City di ajang Liga Inggris. Ia yang di laga itu masuk sebagai pemain pengganti langsung mencetak gol.
Di musim pertamanya itu pula, Aguero mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik Manchester City, dan berhasil menjadi pahlawan dari sejarah yang dicatat City dengan meraih trofi Liga Inggris untuk kali pertama sejak berganti format.
Tepat pada 13 Mei 2012, Aguero menjadi penentu kemenangan Manchester City atas Queens Park Rangers di detik-detik akhir pertandingan. Memanfaatkan umpan Mario Balotelli, Aguero yang mendapat tempat sempurna untuk menyontek bola sukses menjebol gawang lawan.
King Kun.
Everyone at Manchester City would like to take this opportunity to thank @aguerosergiokun for his incredible contribution to our success over the last decade and wish him well in his retirement 💙 pic.twitter.com/AgMWXZtPZ8
— Manchester City (@ManCity) December 15, 2021
Ketika bola masuk, Aguero langsung berlari dan melepas baju pertanda bahwa trofi Liga Primer Inggris pertama buat City bakal segera dalam genggaman.
Sejak saat itu, Aguero resmi menjadi andalan City selama bertahun-tahun dan sukses menyumbang empat gelar Liga Primer Inggris lainnya.
Dalam perjalannya sebagai penyerang andalan City, Aguero juga sempat mengemas rekor dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Ia menorehkan 178 gol dan melewati catatan Eric Brook pada November 2017 lalu.
177 – Sergio Aguero is now Manchester City’s joint-highest goalscorer of all time alongside Eric Brook. Citizens. pic.twitter.com/YpvFAXkCMP
— OptaJoe (@OptaJoe) October 21, 2017
Pada musim 2018/19, Aguero kembali jadi penentu gelar bagi Manchester City berkat kontribusinya sepanjang musim. Di musim tersebut, dia berhasil mencetak satu gol untuk membawa Manchester City unggul 2-1 atas Liverpool. Dan itu jadi kekalahan satu-satunya The Reds di ajang Premier League pada musim tersebut.
Kemudian, penyerang asal Argentina ini juga berhasil mencetak hattrick di laga melawan Arsenal dan Chelsea.
Di akhir musim, Aguero mencetak 21 gol berhasil membawa City meraih trofi juara dengan raihan 98 angka, unggul satu angka dari rival terdekatnya Liverpool yang duduk di tangga kedua.
Akhiri Karir Sepakbola
Piel de gallina. 😢
Gracias por todo, @aguerosergiokun. pic.twitter.com/KNIHTg6Pq3— FC Barcelona (@FCBarcelona_es) December 15, 2021
Kini, seperti yang sempat disinggung di awal, kita mungkin tidak akan bisa lagi menyaksikan gol-gol berkualitas yang dicetak Aguero. Akan tetapi, terlepas dari itu dan kegagalannya bersinar di Catalan, Sergio Aguero tetap layak disebut sebagai salah satu penyerang yang sarat akan gelar, prestasi individu, dan rekor hebat lainnya.
https://youtu.be/HFMNuwILayA
Sumber referensi: goal, sports lens


