Tahun 2016, Prancis resmi menggelar turnamen sepak bola antar negara terbaik seantero Eropa. Diadakan dari 10 Juni hingga 10 Juli, Prancis berhasil menyajikan suguhan khas sepak bola Eropa yang dramatis nan penuh kejutan. Stadion-stadion megah disiapkan. Setidaknya, yang berkapasitas lebih dari 30 ribu penonton telah menjadi saksi dari aksi luar biasa pemain yang tersebar di seluruh penjuru Eropa.
Tuan rumah Prancis berada di grup A bersama dengan nama-nama seperti Swiss, Albania, dan Rumania. Selanjutnya, nama tim kuat lainnya semacam Inggris, Jerman, Spanyol, hingga Italia tersebar di beberapa grup berbeda. Semua negara tersebut berhasil lolos dengan menduduki peringkat pertama atau kedua.
Menariknya, Portugal yang juga ikut lolos ke babak 16 besar hanya berstatus sebagai peringkat ketiga. Tim yang dihuni oleh nama sekaliber Cristiano Ronaldo itu tak mampu bersaing dengan negara seperti Hungaria dan Islandia. Tergabung di grup F dengan Austria yang menjadi negara lainnya, Portugal hanya duduki peringkat ketiga dengan raihan tiga angka.
Dengan poin tersebut, mereka gagal meraih satu pun kemenangan, dan tidak pernah sekalipun kalah. Tiga angka yang didapat merupakan hasil dari tiga pertandingan imbang. Bersama dengan Slovakia, Republik Irlandia, dan Irlandia Utara, tim samba Eropa berhasil melaju ke fase gugur dengan predikat peringkat tiga terbaik.
Di babak 16 besar, Portugal harus menghadapi Kroasia, yang merupakan juara grup D, dimana mereka sukses menundukan Spanyol dan menyingkirkan Turki hingga Republik Ceko.
Menjadi tim yang tidak diunggulkan, Portugal justru mampu mengimbangi permainan Kroasia. Bahkan tim asal Eropa Barat itu sukses meraih kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Ricardo Quaresma di babak perpanjangan waktu, atau tepatnya pada menit 117.
Berikutnya di babak perempat final, Portugal menghadapi lawan yang juga tangguh, yaitu Polandia. Di babak sebelumnya, Polandia berhasil menundukkan Swiss dengan skor 5-4 melalui drama adu pinalti.
Menghadapai Polandia, Portugal dikejutkan dengan aksi Robert Lewandowski. Penyerang FC Bayern itu sudah mampu menjebol gawang Portugal meski waktu belum genap dua menit. Tercatat, baru 100 detik pertandingan berjalan Lewandowski sudah mampu getarkan jala lawan. Namun tidak butuh waktu lama bagi Portugal untuk samakan kedudukan. Sang gelandang, Renato Sanches mampu menyamakan kedudukan pada menit 33. Skor imbang 1-1 membuat laga berlanjut ke babak tambahan.
Ya, meski babak kedua terjadi jual beli serangan, kedua tim tidak mampu ciptakan gol. Namun sekali lagi, hingga 2 x 15 menit, tak ada gol tercipta. Pertandingan berlanjut ke babak adu tendangan penalti. Di fase ini, Portugal berhasil menang 5-3 setelah lima penendang tim asuhan Fernando Santos berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Berhasil meladeni perlawanan Polandia, sampailah pada babak semifinal, dimana Portugal harus menghadapi tim kejutan lainnya, Wales. Wales yang merupakan kuda hitam di turnamen tersebut jelas tak mau tinggal diam begitu saja. Sukses mengalahkan Hungaria hingga Belgia di babak sebelumnya membuat mereka tampil percaya diri di pertandingan melawan Portugal.
Disaksikan oleh lebih dari 50 ribu penonton, Portugal dan Wales turun dengan kekuatan penuh. Portugal tetap mengandalkan Cristiano Ronaldo sebagai tumpuan, dan dibantu oleh nama-nama seperti Bruno Alves, Joao Mario, Renato Sanchez, hingga Luis Nani.
Sementara di kubu lawan, Gareth Bale jelas menjadi senjata andalan. Pemain seperti Joe Allen, Andy King, hingga James Collins juga masih disiapkan untuk semakin kuatkan barisan.
Pertandingan yang berlangsung di Lyonnais Olympic Park berjalan dengan penuh irama. Wales memegang kontrol pertandingan dengan menciptakan sebesar 54 persen penguasaan. Namun begitu, Portugal mampu mendominasi dengan jumlah 17 tembakan.
Skuat asuhan Chris Coleman yang notabene tampil lebih baik ketimbang Portugal di Piala Eropa 2016 terus lancarkan serangan. Akan tetapi, Portugal sukses membalikkan prediksi dengan mengalahkan Wales 2-0 lewat gol yang dilesakkan Ronaldo dan Nani.
Cristiano Ronaldo benar-benar membuat fans Portugal bersorak kegirangan. Saat itu, sang mega bintang mencetak gol dari sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan Raphael Guerreiro.
Ronaldo kembali membuat stadion bergetar pada menit ke-53. Kali ini, pemain yang sudah berusia 35 tahun pada februari lalu itu menjadi kreator untuk gol yang dicetak Luis Nani. Tendangan Ronaldo dari luar kotak penalti sukses dibelokkan oleh Nani yang lolos dari jebakan offside. Kiper Wayne Hennessey tak bisa berbuat banyak.
Hasil tersebut praktis membuat anak asuh Fernando Santos sukses melaju ke partai puncak. Mereka tinggal menunggu pemenang antara duel Prancis kontra Jerman, yang pada akhirnya dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor 0-2 melalui gol Antoine Griezmann.
Akhirnya, Portugal yang menjadi tim tak diunggulkan, dengan hanya menempati peringkat tiga terbaik mampu lolos hingga ke partai final. Lawannya jelas tak sembarangan. Mereka harus berhadapan dengan tim kuat Prancis di kandang sendiri. Selain menjadi beban mental, Ronaldo dan kolega juga harus tuntaskan misi demi merebut trofi juara Piala Eropa untuk kali pertama.
Di laga final, Portugal tampil dengan kekuatan penuh. Pun dengan tuan rumah Prancis yang kita tahu diisi oleh pemain-pemain yang masih berada dalam era keemasan mereka. Dipimpin oleh wasit asal Inggris, Mark Clattenburg, kedua tim sama-sama ngotot ingin keluar sebagai juara.
Sepanjang pertandingan, Prancis berhasil lepaskan 17 tembakan, dimana tujuh diantaranya mengarah ke gawang. Sementara Portugal, sembilan tembakan yang dihasilkan, tiga diantaranya menyasar ke gawang.
Selain itu, dari segi penguasaan bola, Perancis juga lebih baik. Les Bleus tercatat mendominasi pertandingan hingga 54 persen. Namun, tim asuhan Didier Deschamps tampak kesulitan membobol gawang Portugal. Hal ini tak terlepas dari apiknya penampilan kiper Portugal, Rui Patricio.
Perancis pun sudah diuntungkan ketika kapten sekaligus pemain andalan Portugal, Cristiano Ronaldo, tak dapat melanjutkan pertandingan karena cedera.
Saat itu, Cristiano Ronaldo mengalami cedera di awal babak pertama. Ia mengerang kesakitan akibat ditabrak Payet. Ronaldo masih memaksakan diri bermain, tetapi akhirnya menyerah dan digantikan oleh Ricardo Quaresma delapan menit berselang. Namun begitu, pemain yang kini membela Juventus tetap berada di pinggir lapangan untuk memberi dukungan rekan-rekan setimnya.
Prancis yang tampil dengan skuat sempurna, dan melawan timnas Portugal tanpa Ronaldo tidak mampu manfaatkan keadaan. Portugal yang bermain tanpa Ronaldo justru mampu keluar sebagai juara.
Eder yang masuk menggantikan Renato Sanches pada menit ke-79 sukses menjadi pembeda. Sang pemain akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-109. Melepaskan diri dari penjagaan Laurent Koscielny, Eder dengan percaya diri melepaskan tembakan keras ke pojok kanan gawang Hugo Lloris.
Hingga peluit panjang pertandingan, kedudukan 1-0 untuk Portugal bertahan dan tim samba Eropa berhasil keluar sebagai juara.
Portugal berhasil merebut gelar juara Euro untuk kali pertama dalam sejarah. Gelar itu menjadi yang terbesar setelah sebelumnya mereka selalu identik dengan keberhasilan Generasi Emas memenangi Piala Dunia Junior. Ronaldo yang bersorak kegirangan sambil menangis bahagia tak mampu kendalikan emosinya. Ia berhasil mewujudkan mimpi dalam meraih gelar prestis pertama bersama Portugal.
Lebih dari itu, timnas Portugal benar-benar berpesta. Apalagi, Portugal sukses mencatatkan diri sebagai tim pertama sepanjang sejarah yang bisa juara Piala Eropa, setelah gagal menang di laga penyisihan grup.


