Melihat Tentang Betapa Jeniusnya Talenta Sergio Busquets

3 min read

Melihat Tentang Betapa Jeniusnya Talenta Sergio Busquets

Dalam hidup, terkadang terselip sosok yang tidak diketahui keberadaannya. Namun sosok tersebut selalu memberi pertolongan dan menjadikan semua terasa mudah. Sosok yang kerap membantu sering disebut sebagai pahlawan. Sosok pahlawan sendiri sering digambarkan sebagai seseorang yang rela berkorban, dengan mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri.

Sama halnya dengan satu pemain ini. Keberadaannya jarang sekali diapresiasi. Namun sebenarnya, apa yang telah diberi sangatlah berarti.

Tidak banyak yang mengetahui jika Sergio Busquets merupakan sosok vital dalam kubu el Blaugrana. Disaat semua orang lebih sering membicarakan aksi Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, Sergio Busquets tetap berada dalam perannya. Ia seolah tidak merasa iri ketika pujian yang mampir hanya sedikit. Baginya, kepentingan tim lebih utama dibanding sebuah pujian belaka.

Ia juga tetap dalam tugasnya kala orang-orang lebih sering membicarakan aksi gila sang dewa sepak bola ketimbang sosoknya, yang seharusnya, lebih banyak mendapat pujian tiada tara.

Sergio Busquets, sering dijuluki sebagai pahlawan dalam senyap. Meski jarang sekali menunjukkan aksi menawan hingga gol-gol spektakuler, keberadaannya ditengah lapangan berhasil membuat para lawan tersihir, hingga tidak sadar bahwa sang gelandang tengah keluarkan magisnya.

Tidak salah jika mengatakan nama-nama seperti Lionel Messi, Iniesta, Xavi, bahkan mungkin Luis Suarez adalah kunci. Namun, akan salah besar jika tidak memasukkan nama Sergio Busquets dalam daftar pemain paling berpengaruh dalam kubu Los Cules.

Pernahkah kalian bertanya mengapa Pep Guardiola begitu ngotot memasukkan nama Sergio Busquets kedalam skuat Barcelona? Jawabannya adalah karena dirinya menjadi pondasi dari serangan yang dibangun oleh FC Barcelona. Peran yang dimainkan seringkali disebut sebagai Busquets role.

Busquets seringkali berperan sebagai pemain yang memulai sebuah serangan dari belakang. Ia akan memancing pemain lawan untuk melakukan pressing demi memberi ruang bagi para pemain lain. Ia tak jarang mundur lebih dalam demi bisa memudahkan pemain lain dalam memainkan perannya.

Busquets merupakan pemain dengan kemampuan individu yang sangat baik. Aksi dan keputusannya kerap kali sederhana tetapi istimewa. Kuncinya adalah, ia tetap tenang meski berada dibawah tekanan. Meski punya ruang gerak yang relatif sempit, Busquets tetap mampu memaksimalkan peluang yang tersedia.

Tak hanya menjadi pondasi dari sebuah serangan, pergerakannya juga mampu menstabilkan lini pertahanan. Ia sadar betul dengan ruang yang diberikan. Dalam fase menyerang ataupun bertahan, ia menjadi poros dari segala keputusan yang akan diambil oleh rekan-rekannya.

Sesekali, ia juga sering melakukan umpan tipuan. Tidak hanya pergerakannya di lapangan, namun juga bahasa tubuhnya yang selalu sukses menjadi sebuah jebakan bagi para lawan. Namun sekali lagi, tidak banyak yang menyadari itu semua.

Kehebatannya tersebut disadari oleh rekan senegaranya, Saul Niguez.

“Dia unik di posisi tersebut, Busquets tahu cara membaca timing dan ruang, melihat bola dan para pemain,”

“Busquets sangat baik mengambil keputusan dalam waktu seperseribu detik, kapan harus mengumpan ke depan, melihat kelelahan rekan sendiri, ia mengambil keputusan sebelum jalur umpan tersebut menghilang,”

“Aku bahkan merasa nyaman ketika bermain dengannya. Dia selalu menjadi solusi dari setiap kesulitanku dalam permainan,” ujar Saul (via Marca)

Kejeniusannya diatas lapangan juga tak luput dari pandangan sang maestro, Johan Cruyff. Legenda asal Belanda itu mengatakan kalau Busquets banyak sekali mengajarkan kita banyak hal. Busquets disebutnya sebagai seorang veteran yang sudah menguasai segalanya. Dalam situasi sulit atau mudah, Busquets selalu punya cara untuk berikan kenyamanan.

Dan yang terpenting,  dia selalu berada di tempat yang tepat untuk memotong bola dan berlari seperlunya hanya demi mengambil bola ketika bola hilang.

Kelihaian Busquets dalam mengolah bola sebetulnya tidak terlalu menjadi kejutan. Pasalnya, ia dilahirkan dari keluarga sepak bola, sang ayah merupakan seorang penjaga gawang cadangan FC Barcelona pada era 1990-an. Busquets ditakdirkan untuk menjadi pemain sepak bola berkat ayahnya yang selalu ingin melihat putranya mengikuti jejaknya.

Pada usia 7 tahun, Busquets memulai perjalanan karirnya, ketika ia bergabung dengan tim lokal Badia Del Valles. Setelah menghabiskan satu musim disana, ia pindah ke CEF Barbera dan tinggal disana selama tiga tahun.

Busquets kemudian bergabung dengan akademi UE Lleida pada 1999. Keputusan Busquets bergabung karena faktor sang ayah yang dilepas Barcelona ke klub tersebut. Selama UE Lleida, Busquets tinggal bersama ayah serta seluruh keluarganya.

Disana ia tampil begitu gemilang dan menjadi pemain paling menonjol.

Setelah ayahnya pensiun dari sepak bola di UE Llieda pada 2002, Busquets mulai tidak nyaman di klub karena merasa tidak ada hal lain untuk diperjuangkan. Oleh sebab itu, keinginan untuk pindah ke klub lain menghantui terus pikirannya.

Setelah sempat menimba ilmu di Jabac Theresa, Busquets putuskan untuk bergabung dengan akademi La Masia.

Bermain untuk tim junior Barca menjadi sebuah kebanggaan bagi Busquets. Disana, ia menjadi tumpuan bersama dengan nama-nama Bojan Krkic, Giovanni Dos Santos, dan Marc Crosas. Lalu ketika Pep Guardiola ditunjuk untuk tangani tim senior Barca, ia membawa serta Busquets menuju tim utama.

Pada tahun 2008, ia menandangani kontrak dengan Barca sampai 2013. Perannya di tim utama berbuah sangat manis. Ia menjadi bagian dari La Blaugarana yang berhasil sumbangkan enam trofi bergengsi hanya dalam satu musim kompetisi pada 2009.

Musim selanjutnya, Busquets semakin mengukuhkan diri sebagai gelandang utama Barcelona. Dengan total 47 penampilan, Busquets mengirim Yaya Toure ke bangku cadangan dan akhirnya terpaksa hengkang ke klub Inggris, Manchester City.

Musim demi musim ia lewati dengan sangat baik. Busquets terus menjadi pemeran utama dari kesuksesan FC Barcelona. Tak hanya itu, pergerakan yang tidak banyak disadari penggemar juga sukses mengatarkan Spanyol menuju panggung juara.

Pada tahun 2010 di Afrika Selatan, Busquets turut menjadi bagian dari tim matador yang catatkan sejarah. Bersama kompatriotnya di Barca, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, serta satu lagi gelandang jenius bernama Xabi Alonso, lini tengah Spanyol terus mendominasi. Mereka sukses melaju hingga ke partai final dan meraih gelar juara.

Baru berusia 22 tahun, Busquets sudah mengantongi trofi Liga Champions Eropa dan Piala Dunia. Jelas bukan hal remeh jika melihat kontribusi senyap nya dalam tim yang dibela.

Keajaibannya tak sampai disitu saja. Pada tahun 2015, ia kembali mengantar Barcelona meraih tiga gelar juara dalam satu musim. Pada 6 Juni 2015, Busquets tampil sebagai starter di final Liga Champions, ketika tim merebut trofi kelima mereka di ajang tersebut setelah mengalahkan Juventus di Olympiastadion Berlin.

Sejak musim 2008/09, Busquets juga tidak pernah memainkan di bawah 30 laga setiap musimnya. Setidaknya dalam kurun waktu sepuluh tahun lamanya, ia juga telah memainkan lebih dari 500 pertandingan untuk el Barca di semua kompetisi.

Namanya pantas disejajarkan dengan il maestro Andrea Pirlo. Dari sisi lapangan yang tak terjamah lawan, Busquets seringkali mengirimkan umpan-umpan cerdas yang menghidupkan permainan. Kontribusi yang diberikan lebih dari sekadar gol dan umpan-umpan matang. Nyaris semua peran dan pergerakannya tidak terdeteksi oleh kebanyakan orang, dikarenakan, apa yang dilakukannya sangat tidak terkait langsung dengan fase eksekusi peluang dan penciptaan gol ke arah gawang.

Sergio Busquets, dengan peran tersembunyi namun sangatlah berarti, membuat namanya akan selalu dikenang sebagai seorang seniman sejati.

Kisah Cinta Unik Alvaro Morata: Dari DM Instagram Sampai Ke…

Cinta memang penuh misteri. Terkadang, kita tidak pernah menduga darimana cinta datang menggoda. Bagi para pemain sepakbola, kisah cinta mereka juga tak jarang memberi...
Garin Nanda Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *