ASEAN Club Championship akan segera dimulai 17 Juli 2024 mendatang. Kompetisi ini akan menjadi semacam Liga Champions-nya klub-klub Asia Tenggara. Pada kompetisi ini, Indonesia akan mengirimkan dua wakilnya, yakni PSM Makassar dan Borneo FC.
Keduanya akan berjuang mewakili nama Indonesia melawan 10 tim lain dari Asia Tenggara. Lalu, seperti apa kira-kira peluang kedua wakil Indonesia tersebut di kompetisi regional ASEAN ini?
Apa Itu ASEAN Club Championship?
ASEAN Club Championship adalah kompetisi klub regional Asia Tenggara yang diinisiasi oleh Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara atau yang lebih dikenal sebagai AFF. Turnamen ini sebetulnya bukan kompetisi baru. ASEAN Club Championship pertama kali digelar pada tahun 2003.
Pada edisi tersebut, kompetisi ini diikuti oleh 11 klub Asia Tenggara dan 1 klub undangan, yakni East Bengal dari India. Di edisi pertama ini East Bengal sebagai tim tamu keluar sebagai juara setelah berhasil mengalahkan wakil dari Thailand, BEC Tero Sasana dengan skor 3-1. Laga final tersebut diadakan pada tanggal 26 Juli 2003 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sebelum melangkah ke final, East Bengal terlebih dahulu mengalahkan dua wakil Indonesia, yaitu Petrokimia Putra dan Persita Tangerang. Kedua tim tersebut dipilih mewakili Indonesia karena pada musim sebelumnya Petrokimia Putra menjadi juara Liga Indonesia setelah mengalahkan Persita Tangerang di final dengan skor 2-1.
Persita Tangerang dikalahkan East Bengal di babak 8 besar dengan skor 2-1. Setelah lolos, East Bengal bertemu Petrokimia Putra yang sebelumnya mengalahkan Singapore Armed Force dengan skor 3-2. Petrokimia Putra kalah dari East Bengal secara dramatis melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Selanjutnya, Petrokimia Putra menjadi juara 3 setelah berhasil mengalahkan wakil dari Malaysia, Perak.
Pada edisi kedua yang diadakan tahun 2005, Indonesia tidak mengirimkan wakilnya setelah Persebaya yang dipilih menolak untuk berpartisipasi. Jadwal menjadi alasan Persebaya keluar dari kompetisi tersebut. Wajar saja, setelah musim sebelumnya menjadi juara Liga Indonesia, Persebaya juga harus mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Liga Champions Asia.
Sejak saat itu, kompetisi ini mandek dan tidak diadakan kembali. Dilansir dari Sport Business, kompetisi tersebut sudah dicanangkan untuk dihidupkan kembali tahun 2020. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda menyebabkan kompetisi tersebut urung diadakan.
Barulah, pada tahun 2024 ini AFF menghidupkan kembali kompetisi regional ini. Total 12 tim yang akan berpartisipasi di fase grup. Sebab, ada dua slot kosong yang masih diperebutkan oleh empat tim, yakni Preah Khan Reach Svay Rieng dari Kamboja, Young Elephants dari Laos, Kasuka dari Brunei, dan Shan United dari Myanmar.
Selamat siang seluruh pencinta sepakbola, khususnya di ASEAN!
ASEAN Club Championship 2024/2025 HERE WE GOOO!!! pic.twitter.com/ZbGk4XDozt
— GARAGARABOLA (@garagarabola_) May 9, 2024
Mengintip Persiapan PSM Makassar dan Borneo FC
PSM Makassar dipilih sebagai wakil Indonesia dalam ajang ASEAN Club Championship sebagai juara Liga Indonesia 2022/23. Sementara, Borneo FC dipilih mewakili Indonesia sebagai juara reguler series Liga Indonesia 2023/24. Slot Borneo FC sebelumnya akan diberikan kepada Persija. Namun, tim berlogo Monas tersebut menolak berpartisipasi karena takut bentrok dengan jadwal yang mereka miliki. Wajar saja, ASEAN Club Championship dijadwalkan akan berlangsung hingga Mei 2025.
PSM Makassar sudah mulai mengumpulkan skuadnya jelang menghadapi kompetisi ini dan Liga Indonesia yang juga akan segera dimulai. Dikutip dari Herald Indonesia, Juku Eja setidaknya sudah mendatangkan tujuh pemain lokal dan sudah mendaftarkan 6 pemain asing antara lain, Yuran Fernandes, Adilson Silva, Daisuke Sakai, Aloisio Neto, dan dua pemain yang dikabarkan sedang dalam perjalanan, yakni Victor Luis dan Latyr Fall.
Introduce mengenai Aloísio Soares Neto 🇧🇷
Adami di YouTube PSM video lengkapnya 👌#EwakoPSM @asoaresn97 pic.twitter.com/nBCNynrlaW
— PSM Makassar (@PSM_Makassar) July 10, 2024
Manajemen PSM juga antusias menghadapi kompetisi ini karena bisa menambah pundi-pundi pendapatan untuk tim yang juga dikenal sebagai Ayam Jantan dari Timur ini. Dilansir dari IDN Times Sulsel, Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, mengatakan bahwa setidaknya akan ada pemasukan ke kantong PSM dalam bentuk match fee. Sedangkan apabila PSM Makassar juara, dilansir dari Detik Sulsel, mereka akan mendapatkan hadiah setidaknya 3 juta dolar (Rp48,7 miliar).
Sementara, Borneo FC juga sudah mulai menggelar latihan jelang ASEAN Club Championship dan Liga Indonesia. Borneo FC juga sudah memperkuat pasukannya dengan mendatangkan beberapa pemain baru seperti Gavin Kwan Adsit, Erwin Gutawa, dan Ari Maring.
Untuk pemain asing, anak asuh Pieter Huistra telah mendatangkan tiga pemain asing baru, antara lain Christophe Nduwarugira, Berguinho, dan Ronaldo Rodrigues. Dikutip dari Tempo Gayo, salah satu pemain asing tersebut yakni Christophe Nduwaruriga memiliki nilai pasar Rp3,91 miliar.
“Para pemain sudah mulai dalam kondisi bagus. Pemain yang telat bergabung harus mengejar ketertinggalan ini,” ujar pelatih asal Belanda tersebut, dikutip dari RRI. Pieter Huistra pun berharap agar semua pemain anyarnya bisa cepat beradaptasi dengan cara bermainnya.
𝗕𝗶𝗰𝘆𝗰𝗹𝗲 𝗞𝗶𝗰𝗸 🤯
Kombinasi Lilipaly x Leo Gaucho ,Tak Sabar Menanti Aksi Pesut Etam di Pertandingan Resmi. MANYALA! 🔥🔥🔥#G10RY #BorneoFC #Samarinda #Manyala #WeAreSamarindans pic.twitter.com/x3wHI2BUnM
— Borneo FC Samarinda (@BorneoSMR) July 10, 2024
Menilik Lawan-Lawan PSM Makassar dan Borneo FC
PSM Makassar akan tergabung di Grup A bersama wakil Thailand, BG Pathum United, wakil Malaysia, Terengganu FC, dan wakil Vietnam, Dong A Thanh Hoa. Sementara dua lawan lainnya masih akan diperebutkan oleh empat klub.
BG Pathum United adalah tim terkuat di Grup A. Tim yang musim lalu finish di peringkat empat Liga Thailand ini dan bermain di fase grup Liga Champions Asia. Meskipun hancur lebur tanpa mendapat satu pun poin, prestasinya bermain di kancah teratas kompetisi Asia ini tidak boleh dianggap remeh.
Terengganu FC sebagai wakil dari Malaysia bisa dibilang kekuatan yang setara untuk PSM Makassar. Keduanya sama-sama mengakhiri musim dengan hasil yang tidak terlalu impresif. Terengganu mengakhiri musim dengan jarak 36 poin dari peringkat 1, Johor Darul Takzim. Namun, kedatangan Safawi Rasid ke tim berjuluk Sang Penyu tersebut patut diwaspadai.
Safawi Rasid x Akhyar Rashid = GOALS + WIN + EXCITEMENT 👀💯
Lama betul tak nampak mereka play with THIS enjoyment. CANT WAIT FOR MORE!
#ForYouSports #bolasepak #akhyar #safawi #terengganufc #sabahfc pic.twitter.com/tcE5pSuOGD
— Astro (@astroonline) July 7, 2024
Sementara, wakil Vietnam, Dong A Thanh Hoa, tidak boleh dianggap remeh. Meskipun musim lalu finis di posisi 8, tim ini baru saja mengalahkan peringkat 3 Liga Vietnam musim lalu, Hanoi FC di final Piala Vietnam yang digelar pada 7 Juli 2024 lalu lewat adu penalti.
Melihat dari lawan-lawannya ini, PSM Makassar berpeluang keluar sebagai runner-up. Terlebih, dua slot tersisa akan diisi oleh tim yang di atas kertas l ebih lemah dari Juku Eja.
Di Grup B, Borneo FC akan menghadapi musuh yang lebih berat. Buriram United dan Juara Liga Vietnam 2023, Cong An Ha Noi sudah menunggu. Bersama mereka ada juga Kuala Lumpur City dari Malaysia, Kaya FC dari Filipina, dan Lion City Sailors dari Singapura.
Buriram United jelas lebih diunggulkan, dengan kualitas pemain yang terasah di kompetisi terbaik Asia Tenggara, klub asal Thailand ini adalah lawan yang harus diwaspadai. Sementara, Cong An Ha Noi, meskipun musim lalu hanya berakhir di peringkat 6, mereka diisi oleh pemain berpengalaman dan berlabel timnas. Salah satunya mungkin tidak asing di telinga pecinta sepak bola Indonesia, Doan Van Hau.
Incident: Doan Van Hau 2 legs tackling over Dendy Sulistiawan
Potensial card: red cardYour Wasit: Boro2 red card! Yellow card aja kagak!
your referee suspected blind eye /picekHey @affmecup @theafcdotcom
Evaluate your official match Indonesia vs Vietpic.twitter.com/LWn3gKgWHp— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) January 7, 2023
Baik Kuala Lumpur FC, Kaya FC, dan Lion City Sailors seharusnya masih bisa diatasi oleh Borneo FC. Kuala Lumpur FC mengakhiri musim lalu dengan mengecewakan dan bercokol di peringkat 7. Sementara Kaya FC dan Lion City Sailors, meskipun musim lalu keduanya tampil apik di liganya masing-masing, di atas kertas kualitas mereka belum setara dengan anak asuh Pieter Huistra.
https://youtu.be/2Nt2Y7UMirQ
Sumber: Herald, IDN Times Sulsel, TribunNews Gayo, RRI, dan Sport Business


