Disaat Lukaku Gacor Bersama Klub Medioker Di Liga Inggris

spot_img

Good bye Lukaku, itulah kata fans Chelsea ketika Lukaku berpotensi untuk pindah ke Inter Milan musim depan. Lukaku akhir-akhir ini mendapat banyak sorotan ketika performanya di cap gagal di Chelsea oleh kebanyakan orang. Apakah dia sejatinya hanyalah seorang striker medioker?

Tidak juga sebenarnya, dia bagaimanapun berhasil menorehkan banyak gol, terlebih di Inter Milan. Oh iya.. mungkin itu Serie A, yang kita tau sendiri kualitasnya seperti apa. Namun, tunggu dulu, dia ternyata di Liga Inggris pernah mencatat kesuksesan, meskipun itu hanya di klub-klub semenjana seperti West Bromwich dan Everton.

Dipinjamkan Chelsea

Gacornya Lukaku ketika masih muda diawali dengan proses peminjamannya ke West Bromwich dari Chelsea. Chelsea ketika itu mendapatkan Lukaku pada bursa transfer musim panas 2011/12 dari klub Belgia, Anderlecht. Pemain kelahiran Antwerp itu ditebus The Blues dengan nilai 12 juta pounds di masa kepelatihan Andre Villas Boas.

Lukaku yang masih berusia 19 tahun diharapkan menjadi wonderkid baru Chelsea. Namun, kedatangan Lukaku ke London ternyata tidak pada waktu yang tepat. Di Chelsea masih bercokol striker top dunia macam Torres maupun Drogba. Lukaku hanya mencatatkan 12 penampilannya saja sebelum akhirnya dipinjamkan.

Lukaku hanya satu musim berada di kursi panas Stamford Bridge. Di musim kedatangannya itu, Chelsea membawa pulang trofi Liga Champions. Akan tetapi dia tak ikut andil dalam skuad Chelsea.

Di musim baru 2012/13 Chelsea berada pada tangan Roberto Di Matteo. Chelsea memilih berinvestasi pada attacking midfielder macam Hazard maupun Oscar. Matteo menganggap di lini depan Chelsea sudah diisi Torres. Lukaku pun tidak masuk dalam rencananya musim itu. Ia malah lebih percaya mendatangkan pelapis Torres yakni Demba Ba ketimbang memanfaatkan Lukaku.

Chelsea akhirnya mencari cara lain agar supaya Lukaku dapat berkembang dengan baik, toh.. tentu ini juga untuk masa depan Chelsea kedepannya. Solusi peminjaman pun dilakukan. Namun, siapa yang dipercaya Chelsea untuk mengembangakan bakat pemuda Belgia itu.

Gacor di West Bromwich Albion

Chelsea melihat klub-klub medioker Inggris bisa jadi batu loncatan Lukaku untuk mengasah kemampuannya. Sehingga Lukaku bisa merasakan atmosfer ketatnya Liga Inggris sambil beradaptasi dengan bermain tiap pekannya.

Adalah West Bromwich Albion, yang masih butuh peran striker baru di masa kepemimpinan pelatih baru mereka Steve Clarke. West Bromwich di musim sebelumnya mampu mengejutkan dengan sentuhan Roy Hodgson yakni mampu berada di ranking 10 Liga Inggris. Namun Roy hengkang dan peran pelatih akhirnya dipercayakan pada asistennya Steve Clarke.

Nah, siapa Steve Clarke itu? Ia adalah pelatih Skotlandia sekarang ini, ia dulu di medio 2004 sampai 2008 pernah menjadi asisten pelatih di Chelsea. Clarke lah sebenarnya yang mendorong supaya Lukaku mau gabung di skuadnya.

Keberadaan Lukaku di West Bromwich dijamin oleh Steve Clarke. Meskipun disana juga ada striker macam Peter Odemwingie maupun Shane Long. Namun, Clarke mempercayai Lukaku 100% untuk menempati pos striker utama di musim baru 2012/13.

Ia menjadi sorotan utama di lini depan West Bromwich Albion. Ia didukung oleh para gelandang seperti James Morrison, Zoltan Gera maupun Chris Brunt. Lukaku kembali menikmati permainannya seperti apa yang ia tunjukan di Anderlecht. Naluri mencetak golnya kembali hidup. Ia akhirnya menjadi tumpuan West Bromwich untuk mendulang gol.

Benar saja, di partai pembuka saja ia sudah mendulang gol debutnya di Liga Inggris, melawan Liverpool pula. West Bromwich memulai asanya di Liga Inggris bersama Lukaku dengan mencukur Liverpool 3-0. Penampilan apiknya selama satu musim penuhnya itu ditutup manis dengan catatan hattricknya di partai terakhir melawan MU.

Lukaku di West Bromwich mencatat total hampir 35 pertandingan dan menjadi top skor dengan torehan 17 golnya di semua kompetisi. Torehan yang cukup bagus bagi ukuran striker berusia muda di klub medioker pula. Dengan sumbangsih gol itu, Lukaku hampir mengantarkan West Bromwich ke kancah eropa. Pasalnya mereka finish akhir musim di peringkat 8 Liga Inggris dengan 49 poin.

Gacor Di Everton

Melihat beberapa torehan Lukaku di West Bromwich, Chelsea harusnya kesengsem untuk memberinya tempat di musim baru 2013/14. Namun hasilnya? tidak. Chelsea yang kembali dilatih Jose Mourinho ternyata tidak memberikan kepercayaan pada Lukaku. Chelsea lebih berinvestasi pada pembelian baru Willian, Schurrle maupun Eto’o.

Disisi lain, Lukaku ingin meningkatkan kompetensi dirinya di klub yang lebih tinggi dari West Bromwich. Akhirnya, tawaran pinjaman yang lebih menjanjikan pun datang dari Everton yang akan memulai babak baru bersama arsitek Roberto Martinez. Lukaku pun setuju untuk hijrah ke Goodison Park.

Martinez mempercayai Lukaku sebagai ujung tombak, meskipun dia juga membawa anak asuhnya dulu di Wigan, Arouna Kone. Lukaku menjawab kepercayaan Martinez di musim pertamanya. Dengan sistem permainan Martinez, Lukaku berhasil tumbuh makin matang sebagai seorang striker kelas wahid. Lukaku tumbuh tak hanya pandai mencetak gol, tapi juga membuka ruang, maupun menciptakan assist bagi lini kedua.

Dari segi gol, ia tetap konsisten seperti apa yang ia tunjukan di West Bromwich. Di musim 2013/14, Lukaku menyumbang 16 golnya dari 33 pertandingan. Ia kembali menjadi top skor bagi klub yang dibelanya, setelah musim lalu ia melakukannya di West Bromwich Albion.

Tak hanya dari segi gol, pengaruh Lukaku membuat The Toffees merangsek naik dan finish di posisi ke 5 Liga Inggris dan berhak tampil di Europa League. Berkat pengaruhnya yang besar, manajemen Everton kepincut untuk menebusnya secara permanen dari Chelsea. Uang sekitar 28 juta pounds (614 miliar) pun disodorkan Everton ke Chelsea untuk menebus Lukaku. Transfer Lukaku memecahkan rekor pembelian termahal Everton ketika itu.

Lukaku akhirnya resmi menjadi milik Everton di musim 2014/15. Ia mencatatkan beberapa rekor di Everton. Termasuk melangkahi rekor gol legenda mereka Duncan Ferguson. Lukaku berkembang dari musim ke musim di Everton.

Bagaimana tidak, di 2014/15 koleksinya golnya bertambah menjadi 20 gol, kemudian di musim berikutnya 2015/16 bertambah menjadi 25 gol. Bahkan di musim terakhirnya bersama Everton yakni 2016/17, ia bisa mengemas 26 gol. Kekonsistenan dua digit gol itulah yang membuat dirinya tercatat sebagai striker yang sangat berharga mahal ketika itu.

Tak heran Lukaku akhirnya menjadi komoditi striker terpanas musim itu. Klub-klub besar eropa pun banyak yang menawar Lukaku, yang kala itu dibanderol sekitar 80 juta pounds oleh Everton. Lukaku pun akhirnya hijrah ke MU di musim 2017/18 di masa mourinho. Dengan nilai transfer sekitar 75 juta pounds (1,4 triliun). Setelah hijrah ke MU, kita tau sendiri hasilnya seperti apa.

Sumber Referensi : thesportsman, goal.com,

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru