Tak mau kalah ramai. Jika di sepak bola Eropa sedang ramai bursa transfer pemain, sepak bola dalam negeri sedang ramai membicarakan bursa Ketua Umum (Ketum) PSSI. Ada lima nama yang mencalonkan diri. Diantaranya ada muka lama dan ada pula yang masih penasaran karena di pemilihan periode sebelumnya gagal.
Sekadar informasi, menjadi Ketum PSSI dan anggota EXCO PSSI sejatinya tidak mendapat gaji. Lalu, kenapa masih saja banyak yang mencalonkan diri, bahkan sampai ada tim pemenangan segala? Setidaknya ada dua alasan, pertama, dana insentif operasional sepak bola yang semua itu dikelola PSSI.
Kedua, menjadi Ketum PSSI bisa jadi batu loncatan karier. Nah, karena para calon Ketum PSSI sudah muncul, mari kita berkenalan dengan mereka. Kira-kira siapa yang paling cocok, ya?
Daftar Isi
Fary Djemy Francis
Nama Fary Djemy Francis boleh jadi tidak terlalu akrab bagi penggemar sepak bola dalam negeri. Tentu saja karena namanya jarang muncul. Fary selama ini berkecimpung di dunia pemerintahan. Ia adalah politikus Partai Gerindra.
Meski begitu, kehidupan pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, 51 tahun yang lalu itu kerap bersinggungan dengan sepak bola. Fary pernah mencalonkan sebagai Ketum PSSI pada 2019 lalu, tapi gagal. Ia juga pernah punya hasrat untuk mendatangkan pelatih kaliber Sven-Goran Eriksson.
kemenhub151 : Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis turut mengucapkan selemat kepada Perwira Transportasi yang telah dilantik kemarin. pic.twitter.com/67kWQfXuaN https://t.co/daGcwhInzc
— Sunter1kangtatangs (@Sadewazero) September 19, 2019
Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019, Fary bahkan menyempatkan diri untuk terjun di dunia sepak bola. Ia menginisiasi Liga Desa National Kementerian Desa pada 2015 silam. Ia juga pernah bergabung ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kota Kupang pada 2009.
Fary Djemy Francis juga pernah jadi pembina kelompok suporter Juventus di Kupang. Ia juga sempat menginisiasi festival sepak bola usia dini di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, tepatnya di Nusa Tenggara Timur. Jargon “Sepak bola itu Cinta” jadi andalannya untuk kampanye gantikan Iwan Bule.
Doni Setiabudi
Doni Setiabudi mungkin asing bagi beberapa penggemar sepak bola tanah air. Hanya saja, ia sebetulnya bukan orang baru di sepak bola Indonesia. Doni yang mencalonkan diri untuk tiga jabatan sekaligus: ketum, waketum, dan anggota EXCO PSSI adalah CEO Bandung Premier League.
Namanya mulai melambung ketika ia menggagas teknologi VAR untuk kompetisi Bandung Premier League, yang mana hanyalah kompetisi amatir di wilayah Jawa Barat. Kang Jalu, begitu sapaan akrab Doni, juga pernah menjadi pengurus klubnya Atta Halilintar, AHHA PS Pati yang saat ini namanya menjadi FC Bekasi City.
Kang Jalu pernah menjabat sebagai manajer di klub itu. Namun, ia kemudian memilih mundur karena menganggap dirinya gagal. Well, ternyata Kang Jalu juga pernah mencalonkan sebagai ketua umum periode 2019-2023. Tapi ia tak lolos verifikasi. Jadi, apakah ia layak dan kelak jika gagal, apakah Doni berani mengundurkan diri?
✅ RESMI!
Doni Setiabudi mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.
Doni Setiabudi menjabat sebagai CEO Bandung Premier League & Ketua FOSSBI Jabar.
Komentarnya?😳🤔 pic.twitter.com/5iPT3Nu0Ok
— Fakta Bola ⚽ (@FaktaSepakbola) January 16, 2023
Arif Putra Wicaksono
Setelah mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI, nama Arif Putra Wicaksono santer diperbincangkan. Nama yang satu ini memang sejatinya tak asing di dunia sepak bola tanah air. Kendati barangkali ada yang tidak tahu orang ini.
Arif yang lahir di Jakarta, 21 Oktober 1981 berlatar belakang seorang pebisnis. Namun, bisnis yang dijalani adalah bisnis olahraga. Arif menjadi CEO di perusahaan Nine Sport Inc. Itu adalah salah satu perusahaan promotor event olahraga Indonesia.
Arif Putra Wicaksono Bicara Persaingan Sengit Jadi Ketum PSSI pic.twitter.com/hRDZUV8Sn1
— kara naora (@kara_naora) August 12, 2019
Dalam sedekade terakhir, perusahaan promotor yang dikelola Arif telah banyak mendatangkan tim Eropa ke Indonesia. Mulai dari Hamburg SV, Ajax Amsterdam, Sevilla, Espanyol, bahkan AS Roma dan Juventus. Tahun 2013 perusahaannya juga bekerja sama dengan PSSI untuk menggelar laga FIFA Matchday Indonesia vs Belanda.
Tidak hanya itu, kedatangan Chelsea ke Indonesia untuk menghadapi Indonesia All Star juga sedikit banyak berkat Nine Sport. Uniknya, perusahaan Arif tidak hanya membawa tim luar ke Indonesia, tapi juga sebaliknya.
Klub Pro Duta dan Mitra Kukar pernah dibawanya ke Eropa. Timnas kelompok umur seperti U-23 dan U-19 juga pernah dibawa Arif ke Spanyol. Bahkan pada tahun 2016, Nine Sport juga memfasilitasi Evan Dimas dan kolega untuk berlatih di Espanyol dalam program Player Development.
Sayangnya, Arif Putra Wicaksono sudah dua kali gagal menjadi Ketum PSSI, yaitu periode 2015-2019 dan 2019-2023. Kali ini ia akan mencoba peruntungan lagi. Siapa tahu…
La Nyalla Mattalitti
Nah, kalau nama yang satu ini tentu sangat akrab bagi penggemar sepak bola Indonesia. La Nyalla Mahmud Mattalitti pernah menjadi Ketum PSSI tahun 2015. Namun, baru sebentar menjabat, PSSI di eranya terpaksa dibekukan oleh FIFA selama setahun.
Sebelum menjabat sebagai ketua umum, Nyalla dan PSSI seperti sahabat karib. Ia pernah menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Timur pada 2010-2019. Lalu pernah juga menjadi Ketua Asprov PSSI Jawa Timur pada 2011-2012.
🚨 BREAKING: Mantan ketua PSSI periode 2015-16, La Nyalla Mattalitti hari ini RESMI mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI terbaru tahun 2023. 😊 pic.twitter.com/c3JcxmKCrN
— Extra Time Indonesia (@idextratime) January 13, 2023
Namun, La Nyalla Mattalitti juga salah satu aktor di balik dualisme yang pernah melanda PSSI. Saat PSSI dipegang Djohar Arifin, Nyalla jadi salah satu orang yang memberontak ke PSSI. Ketika itu, ia masih menjabat sebagai EXCO PSSI. Tapi jiwa aktivis yang tak terbendung membuatnya memberontak.
Ia pun mendirikan federasi tandingan PSSI, yaitu Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) dan menjadi ketuanya. Setelah tidak dari PSSI, Nyalla turun ke dunia politik. Pria kelahiran 10 Mei 1959 itu jadi ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.
Selain noktah merah dualisme PSSI, nama Nyalla pernah tercoreng karena tersandung kasus korupsi saat jadi ketua KADIN Jawa Timur. Ia sempat dibui 7 bulan, sebelum akhirnya dibebaskan setelah belakangan dinyatakan tidak bersalah.
Resmi Daftar Calon Ketum PSSI, Begini Respons La Nyalla Mattalitti soal Disetopnya Liga 2 https://t.co/Sf91ZuEGDo #beritajogja #jogja #jogjaistimewa pic.twitter.com/6zzoXZ7D2h
— Harian Jogja (@Harian_Jogja) January 13, 2023
Erick Thohir
Dari sekian nama tadi, Erick Thohir barangkali yang paling dijagokan untuk jadi Ketum PSSI. Pendukungnya banyak. Apalagi saat mendaftar sebagai calon Ketum PSSI, Erick dikawal para nama besar seperti Kaesang Pangarep, Raffi Ahmad, Atta Halilintar, sampai Teddy Tjahjono. Pria kelahiran 30 Mei 1970 itu kini masih berstatus sebagai Menteri BUMN.
Erick Thohir diklaim telah mendapat dukungan 60 dari total 87 voters yang mempunyai hak suara dalam pemilihan ketua umum PSSI.
Jumlah itu sudah lebih dari cukup bagi ET untuk menang mutlak di KLB PSSI bulan depan (16 Februari). 👔
📝 @detikcom pic.twitter.com/jvUyu3bBnM
— Extra Time Indonesia (@idextratime) January 15, 2023
Namun, nama Erick Thohir sudah sangat lama terkenal di dunia olahraga tanah air. Disamping ia juga Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Erick pernah menduduki jabatan sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama tiga periode.
Erick Thohir juga saat ini menjadi anggota Central Board federasi bola basket dunia FIBA. Tugasnya mengawasi praktik bola basket di dunia. Sang menteri juga pernah menduduki jabatan ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pada 2015-2019.
Pak @erickthohir mendaftar sbg calon Ketum PSSI, Minggu (15/1/2023) hari ini.
Ditengah carut marutnya organisasi sepakbola Tanah Air, ada harapan baru.Dukung untuk sepakbola Indonesia.✊🏽 pic.twitter.com/ysMBbB3ypt
— Dede Budhyarto (@kangdede78) January 15, 2023
Salah satu program tersuksesnya adalah ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, saat Timnas Indonesia U-23 kalah di 16 besar oleh Uni Emirat Arab, tapi pebulutangkis Jonatan Christie raih medali emas. Erick juga pernah jadi bos klub Italia, Inter dan membeli saham mantan klub Wayne Rooney, DC United.
Namun, ia sudah melepas saham di dua klub itu. Erick juga membeli saham mayoritas klub Inggris, Oxford United bersama dengan pengusaha lain, Anindya Bakrie. Di Liga Indonesia, ia juga membeli saham Persis Solo bersama Kaesang. Ia juga memiliki saham di klub NBA, Philadelphia 76ers.
Jadi, dari nama tadi siapa yang paling cocok, nih? Eits, tapi publik hanya bisa menonton. Karena yang menentukan adalah 87 voters, yang di dalamnya terdiri dari perwakilan klub, 34 Asprov PSSI, dan tiga asosiasi di bawah naungan PSSI.
https://youtu.be/bzknhdLwH4M
Sumber: Kompasid, Indosport, BolaKompas, Detikcom, Metropolitanid, CNNIndonesia


