Marco Reus & Kisah Paling Berarti Dari Seorang Protagonis Sejati

spot_img

Banyak sekali hal yang menyelimuti kehidupan seseorang. Semua pasti pernah melakukan perjalanan panjang dan juga temui hal yang terkadang tidak diinginkan. Awan gelap diantara langit cerah biasa timbul dalam kehidupan. Pun dengan apa yang dialami Marco Reus (dibaca Marko Roys).

Marco Reus, pria asal Jerman yang kini menjabat sebagai kapten Borussia Dortmund, memulai perjalanan panjang nya di sebuah wilayah bernama Dortmund. Reus melakukan perjalanan dengan penuh semangat. Ia tumbuh menjadi pendukung tim bercorak kuning hitam. Ia sering duduk diantara para penggemar Die Borussen kala tim kesayangannya tengah berlaga di ajang apapun.

Reus kecil sudah mulai bergabung dengan akademi Borussia Dortmund pada tahun 1996. Setidaknya, selama kurang lebih sepuluh tahun ia menimba ilmu disana. Reus mengatakan bahwa dirinya masih ingat betul ketika ia dan teman-temannya menonton pertandingan Borussia Dortmund. Ia terus memperhatikan sosok lincah dan penuh kharisma berlarian dan membawa bola di lini tengah Die Borussen. Pria yang membuatnya kagum dan terus diamatinya itu bernama Tomas Rosicky.

Reus adalah penggemar berat Tomas Rosicky, yang pernah bermain untuk Borussia Dortmund selama enam musim antara 2001 dan 2006. Rosicky sendiri merupakan skuad utama Dortmund sebelum ia pindah ke Arsenal. Reus mengakui dirinya sering meniru gaya permainan pria asal Republik Ceko itu.

Reus dan Rosicky memang tidak pernah bermain bersama. Namun Reus memiliki kenangan manis dengan mantan kapten tim nasional Republik Ceko. Dalam sebuah interview, Reus mengatakan,

“Idolaku adalah Tomas Rosicky. Dia sangat fenomenal. Dia memiliki visi bermain yang bagus dan tahu di mana rekan setimnya berada dan dia sangat cepat. Rosicky memiliki teknik hebat dan sangat cerdas dan dewasa meskipun ia masih muda di Dortmund. Aku mengikuti segala sesuatu tentang nya, sampai ke sweatbands-nya. ” (via dailymail)

Marco Reus yang menempuh pendidikan bersama Borussia Dortmund kala itu ternyata belum bisa menembus tim utama. Ia masih kesulitan memompa bakat dan harus disekolahkan terlebih dahulu. Walhasil, saat usianya baru menginjak 16 tahun, ia harus pergi meninggalkan Dortmund. Reus memutuskan bergabung dengan Rot Weiss yang bermain di divisi ketiga saat itu. Dia awalnya bermain untuk tim cadangan sebelum bermain untuk tim senior.

Karena permainannya semakin berkembang, di tahun 2009, Reus akhirnya hengkang ke Borussia Monchengladbach.

Bermain bersama klub tersebut membuat nama Reus mulai muncul ke permukaan. Ia banyak tampilkan skil-skil luar biasa hingga Borussia Dortmund tertarik untuk membawa kembali bakatnya.

Saat itu, mantan bos Borussia Dortmund, Jurgen Klopp, membawanya kembali dengan nilai tranfer 17,1 juta euro atau sekitar 255 miliar rupiah, dan menjadikannya salah satu bintang terbesar di dunia sepakbola sekaligus kapten Borussia Dortmund.

Bersama Borussia Dortmund untuk kali kedua, Reus benar-benar telah menjadi pria dewasa. Penggemar musik Justin Bieber ini sukses bertransformasi menjadi bintang dengan beberapa aksi memukau dibelakangnya.

Dalam pertandingan debutnya bersama Dortmund di Bundesliga, Reus mencetak gol dalam kemenangan 2-1 melawan Werder Bremen. Ia turut berandil besar dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya dan sukses membawa klub kesayangannya bercokol di tangga utama.

Di musim perdananya, performa Reus terbilang cukup memukau. Ia mampu membawa Borussia Dortmund terus bersaing bersama FC Bayern di kompetisi Bundesliga. Namun sayang dirinya belum dapat membawa trofi juara, setelah Die Borussen hanya duduk di tangga kedua dengan koleksi 66 poin. Kepahitan pun harus kembali ia dapatkan meski sudah berhasil membawa klubnya ke partai final Liga Champions Eropa. Lagi-lagi, FC Bayern menjadi momok bagi nya dalam merebut gelar juara.

Namun begitu, Marco Reus layak disebut sebagai pemain yang sangat setia, sekalipun ia gagal membawa timnya juara. Banyak sekali cobaan yang dihadapinya. Yang pertama tentunya kepergian teman-temannya. Reus sudah bekerja sama dengan banyak sekali pemain hebat. Namun ia selalu menjadi pria terakhir yang menjunjung tinggi bendera kebesaran tim, disaat yang lain sudah tak lagi punya semangat untuk menuju panggung juara.

Cerita pahitnya tentang ditinggal teman dimulai sejak tahun 2013 ketika Mario Gotze, yang merupakan sahabat dekatnya memilih hengkang ke FC Bayern, meski pada akhirnya telah kembali. Kemudian pada tahun 2014, giliran Robert Lewandowski yang menyusul Gotze menuju raksasa Bavaria. Tidak hanya jajaran pemain, Klopp yang sudah menjalani pasang surut bersama Dortmund juga akhirnya memilih untuk hengkang ke Liverpool.

Kemudian, Henrikh Mkhitaryan yang juga turut angkat kaki dan pindah ke Manchester United. Lini tengah Dortmund kembali kehilangan salah satu penggawanya, setelah Ilkay Gundongan memilih untuk bergabung dengan Manchester City pada 2016, dan disusul dengan kepergian Matt Hummels yang menjadi pemain Dortmund berikutnya yang ‘dibajak’ FC Bayern.

Yang tak kalah menyedihkan adalah kepergian Pierre-Emerick Aubameyang ke Arsenal pada tahun 2018.

Disaat banyak pemain yang datang dan pergi, Reus masih setia berseragam Borussia Dortmund, meski ia juga memiliki masalah lainnya, yaitu cedera yang terus menghantuinya.

Reus sangat akrab dengan masalah cedera. Dirinya bahkan sampai harus dicoret dari skuat Piala Dunia Jerman yang akan berlaga di Brasil. Padahal itu momen yang sangat ditunggu olehnya. Apalagi, tim panser sukses menggondol trofi juara setelah mengalahkan timnas Argentina di partai final.

Mendapat cedera menjadi titik nadir dalam karir Reus. Ia bahkan pernah berucap rela menggadaikan seluruh harta yang dimilikinya demi bisa mendapatkan kondisi yang bugar kala bermain di lapangan.

“Jujur, kata itu diucapkan secara tulus. Ketika kalian diterjang cedera serius sebagai pesepakbola, dan dalam jangka panjang, di mana kalian absen tujuh-delapan pekan atau lebih, bukan sekedar tiga-empat pekan. Maka pemikiran seperti itu biasa. Kalian hanya ingin memainkan olahraga yang ingin dimainkan selama bertahun-tahun dan menikmatinya,” tutur Reus (via Bundesliga)

Cedera menjadi masalah yang sangat menyedihkan. Disaat rekan setimnya berlatih dan memainkan pertandingan, ia hanya bisa menetap di ruang perawatan dan fokus pada program pemulihan. Namun begitu, Reus tetap mendapat berkah dari didapatnya cedera. Ia berkata kalau mendapatkan cedera parah bisa membuat karakter seorang pemain semakin kuat. Dalam hal mental, pemain yang terus berjuang juga nantinya tidak akan mudah menyerah.

Musimnya di Dortmund bisa dibilang naik turun. Namun ia tetap konsisten untuk terus berjuang bersama skuat asuhan Lucien Favre.

Selama membela Borussia Dortmund, Marco Reus sudah kumpulkan lebih dari 250 pertandingan dan mencetak lebih dari 120 gol. Piala yang ia dapatkan juga sudah termasuk Piala DFB dan DFL Supercup.

Rentetan nasib kurang beruntung lebih mendominasi bakat luar biasa Reus. Namun setidaknya, ia masih tergolong kedalam pemain bertalenta dan sangatlah populer. Hal tersebut bisa dibutikan pada sampul game FIFA 2017.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru