Mantan Pemain Bundesliga Yang Kesusahan Bersaing di Liga Inggris

spot_img

Resmi sudah Haaland melancong ke Inggris dan bergabung dengan Manchester City. Tapi, mungkinkah Haaland menjadi bintang eks Bundesliga yang sukses bermain di Liga Inggris?

Terlepas bagaimana nanti jadinya, dalam prosesnya, banyak eks bintang Bundesliga yang bermain di Liga Premier. Sebut saja Son Heung-min, Kevin de Bruyne, atau Ilkay Gundogan. Nama-nama tersebut telah membuktikan kehebatan di kompetisi elite Inggris dengan performa yang pantas dibanggakan.

Namun, tidak semua pemain Bundesliga mendapatkan peruntungan yang bagus di Liga Premier. Ada beberapa pesepakbola bagus di tanah Jerman yang harus berjuang sekuat tenaga bertahan di sepakbola Inggris bahkan sampai tersingkir. Berikut deretan para pemain eks Bundesliga yang menemui kesulitan bersaing di Liga Inggris

Sebastien Haller

Haller bisa menjadi striker yang benar-benar mematikan ketika saat ini. Itu karena dia mencetak 46 gol dalam 62 penampilan sejak pindah ke Ajax pada Januari 2021 dan memiliki 11 gol dalam debutnya di Liga Champions. Itu jauh lebih baik dari saat dirinya di Eintracht Frankfurt. Saat itu, dia mencetak 15 gol di Bundesliga musim 2018/19. Ia menghasilkan rekor transfer klub 45 juta pounds (Rp 821 miliar) ketika pindah dari Frankfurt ke West Ham.

Meski The Hammers memiliki performa yang meningkat di bawah David Moyes, Haller musim itu terbukti loyo. Ia hanya sanggup bertahan selama 18 bulan di London dan hanya mengemas 14 gol, kemudian Haller dijual dengan kerugian besar ketika dia pindah ke Ajax.

Timo Werner

Reputasi Werner sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan di sepakbola Jerman sangat beralasan. Penyerang ini rata-rata mencetak 19 gol Bundesliga dalam empat tahun bersama Leipzig, termasuk 28 gol yang luar biasa dalam 34 penampilan di tahun terakhirnya.

Tapi, catatannya di Chelsea sejauh ini berbanding terbalik. Musim debutnya di Liga Inggris hanya menghasilkan enam gol. Sementara tahun kedua baru empat gol.

Penyerang Chelsea itu memang memenangkan Liga Champions di musim pertamanya di Stamford Bridge, tetapi bahkan para penggemar The Blues yang paling setia pun akan mengakui bahwa reputasinya tidak terpenuhi.

Kai Havertz

Sama seperti Werner, rekannya di Timnas Jerman, Kai Havertz yang dibeli dengan transfer senilai 70 juta pounds (Rp1,2 triliun) juga belum tampil sebaik ketika berseragam Bayer Leverkusen.

Havertz telah mencetak 36 gol dan 25 assist di Bundesliga ketika berseragam Leverkusen. Sementara dalam 54 penampilan Liga Inggris untuk Chelsea dari musim lalu, gelandang serang ini masih hanya mencetak 11 gol dan 9 assist.

Kasusnya sama dengan Werner, ketika bagi publik Chelsea keduanya optimis bakal menjadi andalan mencetak gol ketika ditangani pelatih asal negaranya sendiri. Namun, justru kebalikannya, seiring adaptasi yang gagal dengan kultur baru di Inggris dan atmosfernya yang ketat. Bisa jadi juga karena faktor Tuchel dengan taktiknya 3-4-3 yang kurang nyaman bagi gaya bermain Havertz maupun Werner.

Andre Schurrle

Pemain asal Jerman lainnya yakni Andre Schurrle tiba sebagai rekrutan pertama Jose Mourinho dalam periode keduanya di Chelsea pada musim panas 2013 setelah tampil apik di Leverkusen dengan 23 gol dan 16 assist-nya.

Namun, ia gagal bersaing dengan pemain hebat lainnya di Chelsea ketika itu. Dia hanya bertahan selama 18 bulan di Stamford Bridge setelah hanya mencetak 14 gol dalam 65 penampilan sebelum ia dilepas ke Wolfsburg dan sekarang sudah memutuskan pensiun.

Naby Keita

Pemain tengah Guinea, Naby Keita telah menunjukkan betapa bagusnya ketika dia saat berada di RB Leipzig sehingga Liverpool kesengsem untuk merekrutnya. Tapi, cedera telah menghalanginya tampil konsisten di lini tengah Liverpool.

Digadang-gadang sebagai penerus Henderson maupun Wijnaldum ketika menua, alih-alih selalu menjadi starter di bawah Klopp, posisinya kini terancam oleh performa Thiago Alcantara yang sedang bagus-bagusnya.

Meskipun ia sering menjadi penyelamat dan bagian dari rotasi Klopp di lini tengah Liverpool, terasa mengurangi nilai lebih Keita ketika di Leipzig dengan 17 gol dan 15 assist-nya selama 2 musim. Kini, Keita hampir tak produktif lagi dan hanya mengemas 11 gol dan 7 assist selama 4 musim di The Reds.

Henrikh Mkhitaryan

Pemain Armenia ini benar-benar brilian di bawah asuhan Thomas Tuchel untuk Borussia Dortmund. Dia berjaya di Bundesliga dengan 11 gol dan 15 assistnya pada musim terakhirnya 2015/16. Itu membuat Mkhitaryan dinobatkan sebagai pemain terbaik Bundesliga musim tersebut.

Akan tetapi, karir sepakbola ke depannya tidak berjalan mulus. Ia dibeli MU di bawah Mourinho. Namun, dia gagal tampil mengesankan dengan seragam United. Ia tercatat hanya mencetak total 5 gol di MU.

Mkhitaryan pun pernah berselisih dengan Jose Mourinho dan hanya bertahan di Old Trafford selama kurang lebih 18 bulan. Sekarang ia bergabung dengan Roma sejak 2019 dan bertemu lagi dengan pelatihnya dulu di MU.

Leon Bailey

Digadang-gadang menjadi penerus Jack Grealish yang hengkang ke City. Dibeli dari Leverkusen sebagai penyerang sayap yang produktif selama kurang lebih 4 musim di Jerman, performa Leon Bailey justru melempem di Aston Villa.

Pemain yang sempat dijuluki “Jamaican Robben” ini, pada musim terakhirnya di Jerman menjadi komoditi panas bursa transfer yang banyak diburu tim elit eropa. Ia mengemas 9 gol dan 9 assist di 30 penampilannya bersama Leverkusen. Total selama di Leverkusen ia mencetak 39 gol dan 26 assist.

Akan tetapi, semua itu berbanding terbalik secara hasil, di Villa ia sering berkutat dengan cedera dan gagal bersaing dengan kehadiran Coutinho dan mungkin tidak masuk skema pelatih baru Villa, Steven Gerrard. Ia selama ini di Villa hanya mengemas 1 gol dan 2 assist dari 18 pertandingan. Hasil yang cukup mengecewakan.

Shinji Kagawa

Sancho maupun Mkhitaryan bukan bintang pertama yang pindah dari Dortmund ke United, karena Shinji Kagawa ditandatangani lebih dulu oleh MU pada tahun 2012.

Pemain Jepang itu memainkan peran penting dalam kemenangan berturut-turut di Bundesliga dengan Borussia Dortmund asuhan Jürgen Klopp. Dia melanjutkannya dengan mengangkat gelar Liga Premier di musim debutnya di Manchester United, meski dengan peran yang lebih sedikit, karena hanya 17 kali bermain.

Tapi, seperti banyak pemain lain, Kagawa berjuang untuk mendapatkan tempat di tim utama di United. Apalagi setelah David Moyes datang, tampaknya Kagawa tidak disukai oleh Moyes dan tidak masuk dalam skemanya. Gelandang Jepang itu hanya berhasil mencetak 6 gol di liga sebelum kembali ke Dortmund pada tahun 2014.

Sumber Referensi : thesun, dailystar, planetfootball, planetsport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru