Makedonia Utara, Debutan Ambisius yang Lolos Dramatis ke Euro 2020

  • Whatsapp
Makedonia Utara, Debutan Ambisius yang Lolos Dramatis ke Euro 2020
Makedonia Utara, Debutan Ambisius yang Lolos Dramatis ke Euro 2020

Semenjak Euro 2016, ajang internasional terakbar di Eropa itu menambah jumlah peserta dari yang sebelumnya hanya 16 tim menjadi 24 tim. Penambahan jumlah tim peserta secara otomatis menambah ketat persaingan dan menjadikan ajang 4 tahunan itu berjalan makin seru dan sulit diprediksi.

Penambahan jumlah peserta membuat negara yang belum pernah tampil di Piala Eropa punya kesempatan untuk lolos. Dan di Piala Eropa edisi 2016 Prancis, terdapat 5 tim debutan yang berhasil lolos, yakni Albania, Irlandia Utara, Islandia, Slovakia, dan Wales.

Bacaan Lainnya

Dari tim-tim debutan itu, Islandia dan Wales jadi yang paling sukses. Islandia berhasil melaju hingga babak perempat final, sementara Wales langsung berhasil mencicip babak semifinal sebelum dikandaskan Portugal yang akhirnya keluar sebagai juara.

Lalu, di gelaran Euro 2020 tahun ini, ada 2 tim yang datang dengan status debutan. Salah satunya adalah Makedonia Utara. Lolosnya Makedonia Utara menjadi kejutan sekaligus suatu hal yang begitu membanggakan. Namun di balik itu, kisah kelolosan Makedonia Utara ke EURO 2020 sangatlah menarik untuk dibahas.

Makedonia Utara Lolos Dramatis ke Euro 2020

Makedonia Utara merupakan negara pecahan Yugoslavia. Negara yang berbatasan langsung dengan Albania, Bulgaria, Kosovo, Serbia, dan Yunani ini baru merdeka pada 1991. Meski punya sejarah panjang dan federasi sepak bola Makedonia telah terbentuk sejak 1949, faktanya tim nasional sepak bolanya baru diakui menjadi anggota FIFA dan UEFA pada 1994.

Sejak saat itu, mereka dapat ikut ke babak kulifikasi Piala Dunia dan Piala Eropa. Namun seperti yang kita tahu, ajang Euro 2020 menjadi turnamen akbar pertama Makedonia Utara di pentas dunia. Perjalanan negara yang beribukota di Skopje ini cukup unik.

Pasalnya, nama asli negara ini adalah Republik Makedonia. Namun sejak merdeka, nama tersebut mendapat tentangan dari negara tetangganya Yunani yang mengklaim sudah lebih dulu memakai nama tersebut untuk sebuah wilayah administratif bernama Makedonia.

Singkat cerita, pada 12 Februari 2019, disepakatilah Perjanjian Prespa yang membuat nama negara Republik Makedonia berubah menjadi Republik Makedonia Utara. Hal itu juga berimbas ke tim nasional sepak bola mereka. Di ajang UEFA Nations League 2018/2019, mereka masih memakai nama Makedonia, tetapi sejak kualifikasi Piala Eropa 2020, mereka resmi memakai nama Makedonia Utara.

Kontroversi lolosnya Makedonia Utara ke Euro 2020 bukan hanya sekadar nama negara yang berganti. Tepat sebelum Euro dimulai, jersey mereka yang akan dipakai khusus di Piala Eropa mendapat protes keras dari fans.

Alhasil di Euro tahun ini sendiri, Makedonia Utara akan memakai jersey lawas mereka setelah jersey baru diprotes para fans karena mengubah corak warna dari merah cerah ke merah maroon. Presiden federasi mereka pun meminta maaf atas hal tersebut. Sebuah sikap yang patut ditiru bukan?

Namun sebelum itu, tim berjuluk Lynx Merah ini sejatinya gagal lolos secara langsung ke Euro 2020. Mereka kalah dari Polandia dan Slovakia di Grup G kualifikasi Euro 2020 dengan hanya mengumpulkan 14 poin dan duduk di peringkat 3. Untungnya, kesempatan untuk lolos perdana ke Piala Eropa masih terbuka via jalur play-off.

Hal itu berkat hasil bagus Makedonia di ajang UEFA Nations League. Goran Pandev dkk. sukses memuncaki grup 4 di UEFA Nations League D musim 2018/2019. Tim Lynx Merah berhasil menang 5 kali dalam 6 pertandingan melawan Armenia, Gibraltar, dan Liechtenstein.

Di babak playoff, mereka masuk jalur play-off grup D dan bertemu Kosovo di semifinal. Makedonia Utara berhasil menang tipis 2-1 lewat gol bunuh diri pemain Kosovo dan satu gol yang dicetak Darko Velkovski di menit ke-33.

Lalu di babak penentuan, Makedonia Utara berjumpa dengan Georgia. Goran Pandev menjadi pahlawan tim setelah gol tunggalnya di menit ke-56 berhasil memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Georgia sekaligus membawa negara yang baru merdeka pada tahun 1991 itu lolos ke ajang Piala Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Modal bagus di laga uji coba sebelum ke Euro 2020

Sebagai tim debutan dan tim yang memiliki peringkat FIFA terendah, jelas takada yang menjagokan Makedonia Utara di Euro 2020 selain rakyat Makedonia Utara sendiri. Namun, tim asuhan Igor Angelovski punya modal bagus sebelum berlaga di turnamen akbar pertama mereka.

Dalam 13 laga terakhir selama tahun 2020 dan 2021, timnas Makedonia Utara hanya kalah 2 kali, imbang 4 kali, dan mampu memetik 7 kemenangan. Kemenangan paling mentereng jelas kemenangan 2-1 mereka di kandang Jerman pada laga ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022. Di laga tersebut, Eljif Elmas menjadi bintang kemenangan Makedonia Utara atas pemenang Piala Dunia 2014 itu.

Pemain Kunci: Eljif Elmas

Eljif Elmas adalah salah satu pemain kunci timnas Makedonia Utara. Ia adalah pemain Napoli dan berposisi asli sebagai gelandang serang. Namun, Elmas yang masih berusia 21 tahun itu juga mampu bermain sebagai gelandang tengah dan sayap kiri.

Musim ini, Elmas tampil sebanyak 33 laga bersama Napoli di Serie A dan sukses menyumbang 2 gol dan 1 asis. Dibeli Napoli dengan harga 16 juga euro dari Fenerbahce pada musim panas 2019, ia telah sukses mempersembahkan 1 gelar Coppa Italia bagi klub asal Naples itu.

Eljif Elmas adalah bintang masa depan tim nasional Makedonia Utara. Peraih penghargaan pemain terbaik Makedonia Utara tahun 2019 ini adalah suksesor kuat ikon sepak bola Makedonia Utara, Goran Pandev.

Ikon dan Kapten Tim: Goran Pandev

Tak bisa dipungkiri bahwa Goran Pandev adalah ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Makedonia Utara. Pandev pernah merasakan jadi pemenang Liga Champions bersama Inter Milan pada 2010 silam. Ia pernah memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional pada 2013, tetapi kembali pada 2016. Memang sejak itu, Pandev seolah terlahir kembali.

Pandev yang saat itu membela Genoa usai gagal di Galatasaray kembali tampil bagus di usianya yang sudah lebih dari 30 tahun. Meski pernah dicemooh di masa lalu karena penampilan dan hasil yang buruk, dia sekarang menjadi pahlawan sejati bagi Makedonia Utara. Kini, di usianya yang sudah 37 tahun, Pandev masih aktif bermain di Genoa dan baru saja mencapai 100 gol di Serie A. Pandev juga tercatat jadi salah satu kapten tertua di Euro 2020.

Lalu, seperti apa gaya bermain timnas Makedonia Utara selama ini?

Taktik

Secara taktik, formasi 3-5-2 adalah formasi favorit Igor Angelovski yang telah menangani Tim Lynx Merah sejak 2015 silam. Formasi tersebut dipilih karena sektor lini tengah adalah bagian terkuat dari tim ini. Dari kanan ke kiri, ada Stefan Ristovski dari Dinamo Zagreb, Boban Nikolov dari Lecce, Enis Bardhi dari Levante, Arijan Ademi dari Dinamo Zagreb, dan Ezgjan Alioski dari Leeds United.

Sementara lini depan akan mengandalkan “duo Italia” yang tak tergantikan yakni Goran Pandev dan Eljif Elmas. Angelovski juga memiliki rencana B, yakni formasi 4-2-3-1 dengan Pandev sebagai target man. Sayang, di Euro 2020, Makedonia Utara tidak akan diperkuat penyerang hebat lainnya, Ilija Nestorovski dari Udinese, karena cedera.

Namun, mereka masih punya Aleksandar Trajkovski, striker milik Real Mallorca yang sudah mencetak 18 gol untuk timnas Makedonia Utara. Trajkovski juga merupakan pencetak gol terbanyak kedua di timnas setelah Goran Pandev yang sudah mencetak 37 gol.

Peluang dan Ambisi Makedonia Utara di Euro 2020

Makedonia Utara tergabung dalam Grup C Euro 2020 bersama Austria, Belanda, dan Ukraina. Di atas kertas, peluang mereka untuk melaju ke babak gugur sangatlah sulit. Menempati peringkat 62 FIFA, mereka adalah tim dengan peringkat dunia terendah di Piala Eropa 2020.

Selain itu, Makedonia Utara juga minim pengalaman di turnamen internasional. Tak ayal, mereka diprediksi akan jadi tim yang paling cepat angkat koper dari ajang Euro 2020. The Analyst bahkan memprediksi Tim Lynx Merah jadi tim kedua setelah Hongaria yang bakal langsung terhenti di babak grup. Meski begitu, pelatih Igor Angelovski mematok target tinggi di Euro 2020.

“Kami tidak bisa puas hanya karena kami memiliki kualifikasi. Tujuan kami adalah untuk lolos ke babak gugur dan saya sangat yakin kami memiliki sekelompok pemain yang dapat mengejutkan seluruh Eropa lagi.” kata Igor Angelovski dikutip dari The Guradian.

Sulit untuk membayangkan Makedonia Utara mampu mengulang kesuksesan Islandia atau Wales sebagai tim debutan saat Euro 2016 silam. Bisa mentas ke ajang Euro 2020 dengan segala kekurangan yang dimiliki sudah menjadi suatu hal yang membanggakan bagi Makedonia Utara.

Pasalnya, andai lolos ke babak 16 besar dengan minimal menempati peringkat 3 Grup C, mereka bisa langsung berjumpa dengan Spanyol atau para favorit juara dari Grup F. Namun, senada dengan pelatihnya, Eljif Elmas juga mematok target lolos ke fase gugur.

“Kami adalah negara kecil yang bermain melawan tim-tim besar, tetapi kami tidak akan terkesima dan kami percaya bahwa kami dapat lolos dari grup kami ke babak 16 besar,” kata Elmas dikutip dari Squawka.

Meski tidak difavoritkan dan diprediksi akan langsung angkat koper, mereka tidak pesimis dan tetap ambisius di turnamen akbar pertama mereka. Menarik untuk disimak perjalanan Makedonia Utara sebagai tim debutan di EURO 2020.

Sumber Referensi: The Guardian, SkySports, DW, Squawka, Sportbible

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *