Luis Milla vs Thomas Doll: Duel Baru Siap Panaskan Liga 1

spot_img

Setelah namanya tenggelam cukup lama. Seusai tidak lagi melatih Timnas Indonesia. Luis Milla Aspas kembali ke tanah air. Luis Milla tiba di Bandung.

Belum lama ini, mantan pemain Real Madrid itu menerima tawaran untuk melatih klub lokal, Persib Bandung. Pangeran Biru sebelumnya sudah memecat Robert Rene Alberts dari kursi pelatih. Performa yang tak kunjung terangkat, disinyalir menjadi penyebab pelatih Belanda itu dipecat.

Kedatangan Luis Milla ke Liga Indonesia tentu sangat menarik. Kehadirannya bisa jadi memanaskan persaingan. Apalagi sebelumnya, rival Persib, Persija juga sudah kedatangan pelatih asing. Ia adalah Thomas Doll yang mantan pelatih Borussia Dortmund.

Keberadaan Luis Milla dan Thomas Doll akan menambah warna baru di Liga Indonesia. Keduanya memiliki filosofi bermain yang berbeda: Jerman dan Spanyol. Mengingatkan kita pada Thomas Tuchel dan Pep Guardiola di Liga Inggris, misalnya.

Kedatangan Thomas Doll

Persija Jakarta sebelumnya melakoni Liga 1 musim 2021/22 dengan gontai. Bahkan bisa dikatakan gagal total. Hanya finis di peringkat delapan. Mencetak 43 gol dan kebobolan 40 gol. Mantan asisten Antonio Conte, Angelo Alessio yang didatangkan pun terbukti tak mampu membawa hasil positif.

Apalagi ia didepak sebelum Persija tuntas mengarungi musim 2021/22. Itu membuat Persija agak kesulitan untuk memperbaiki situasi. Pelatih ad interim mereka, Sudirman juga tidak mampu berbuat banyak. Bahkan sekadar bikin Persija nangkring di peringkat lima.

Kegagalan musim lalu, mendorong Macan Kemayoran untuk tak mengambil resiko. Sebelum liga bergulir, Persija menunjuk pelatih anyar. Pilihan pun jatuh pada nama Thomas Doll. Penunjukkan Thomas Doll jelas membawa antusiasme yang luar biasa.

Antusiasme itu tidak berlebihan. Karena Thomas Doll adalah pelatih yang punya CV mentereng. Selain pernah menukangi Borussia Dortmund, Doll juga pernah melatih tim Jerman lainnya: Hannover dan Hamburger SV.

Thomas Doll juga pernah melatih Al-Hilal dan klub Hungaria, Ferencvaros. Selama melatih, pria kelahiran Malchin itu, juga punya pengalaman di Liga Champions Eropa dan Liga Eropa. Betul bahwa bersama tim-tim Jerman ia belum pernah meraih trofi. Namun, Dortmund pernah ia bawa ke final DFB Pokal musim 2007/08.

Kala itu, anak asuh Thomas Doll kalah tipis 2-1 dari Bayern Munchen yang masih diperkuat pemain seperti Luca Toni. Meski tidak juara di Jerman, ketika melatih klub Hungaria, Ferencvaros, Thomas Doll berhasil membawa klub itu kampiun di Liga Hungaria dan tiga kali Piala Hungaria.

Kedatangan Luis Milla

Sementara, dalam laporan Jawa Pos, Luis Milla mengaku sudah tiga tahun ini tidak melatih. Bukan karena tidak ada tawaran yang masuk. Melainkan Milla pilih-pilih untuk melatih di luar Spanyol. Mantan pemain Barcelona itu mengatakan hanya akan melatih jika tawarannya menarik.

“Tawaran untuk melatih di luar Spanyol memang banyak yang masuk. Tapi, tawaran dan waktunya belum tepat. Nah, saat Persib meminta saya untuk melatih, ini adalah tawaran yang menarik,” kata Luis Milla dikutip Jawa Pos.

Sekalipun Luis Milla mengatakan tidak melatih, tapi dirinya mengaku tetap mengamati sepakbola. Selama ini ia menjadi komentator sepakbola, dan tetap melakukan analisis. Persib sendiri sudah membuka komunikasi dengan Luis Milla.

Ia begitu antusias dengan tawaran itu. Apalagi Maung Bandung menunjukkan keseriusannya dalam meminang Luis Milla. Ia tahu, melatih klub Indonesia beresiko. Lebih-lebih para fans yang menuntut hasil konkret, membuat pelatih mana pun berpeluang bakal dipecat cepat. Andai belum menemukan hasil positif.

“Sekarang waktunya kami bekerja untuk memperbaiki hasil. Saya mau Persib punya karakter bermain,” tegas Luis Milla.

Gaya Bermain Luis Milla

Soal membentuk karakter bermain, penunjukkan Luis Milla adalah keputusan yang tepat bagi Persib. Sebab, Milla sudah membuktikannya ketika melatih Timnas Indonesia. Hanya saja ketidaksabaran PSSI membuat Luis Milla didepak. Karakter permainan yang sudah terbentuk itu pun, sirna pelan-pelan.

Nah, untuk melihat gaya bermain Luis Milla, kita bisa berkaca pada saat ia menukangi Timnas Indonesia. Waktu itu, Milla didatangkan karena PSSI ngebet agar timnas punya ciri khas dalam permainan. PSSI menginginkan gaya Spanyol diterapkan di Timnas Indonesia.

Memang menarik. Karena Spanyol salah satu kiblat sepakbola indah. Permainan bola-bola pendek. Umpan-umpan dinamis yang progresif menjadi ciri khasnya. Waktu itu, gampangnya, di bawah Luis Milla, Indonesia bakal bermain seperti Barcelona.

Namun, seorang analis taktik, Ardy Nurhadi Shufi dalam tulisannya di Pandit Football, mengatakan taktik yang diterapkan Luis Milla di timnas justru bukan umpan-umpan pendek. Melainkan apa yang kemudian disebut sebagai “Indonesian Way”.

Milla sadar bahwa pemain-pemain Indonesia tidak cukup jago bermain kolektif. Namun, kualitas individu mereka luar biasa. Jadi Indonesia pada waktu dilatih Milla, sangat proaktif dalam menguasai bola, konstruktif dari lini ke lini, dan progresif dalam memburu gol.

Artinya, Milla lebih suka membangun serangan secara sistematis. Tidak mengirim bola dari kiper langsung ke penyerang. Namun, harus melalui bek dulu, lalu ke gelandang, lalu ke penyerang. Pressing yang agresif juga menjadi ciri khas Luis Milla.

Berkaca dari situ, dalam melatih Persib, kemungkinan Luis Milla akan melakukan hal yang sama. Ia sendiri bahkan sudah mengatakan, Persib harus bermain lebih efisien, permainan yang baik, dan tentu saja disenangi para fans.

Gaya Bermain Thomas Doll

Sementara, dengan latar belakang Jerman, Thomas Doll membawa cara Jerman ke Persija. Kendati itu tidak seluruhnya ia terapkan. Sejak datang ke Persija, Doll memberi kejutan dengan tidak ambisius dalam Piala Presiden. Karena fokusnya adalah kompetisi liga yang sesungguhnya.

Thomas Doll memang punya filosofi taktik yang lebih dekat dengan sepakbola Jerman. Beberapa kali ia ingin pemain persija bergerak mengejar bola. Melakukan umpan-umpan pendek, yang dikombinasikan dengan kualitas seorang pemain menemukan ruang.

Seorang analis taktik sepakbola dari Jerman, Jasmine Baba yang diwawancara The Flanker mengatakan, sebagai pelatih, Thomas Doll memiliki kelebihan untuk membuat tim sulit dibongkar lawan. Doll selalu memperhatikan jarak antarlini dan antarpemain agar tidak jauh.

Selain itu, Doll juga mengandalkan man-marking dan pressing vertikal yang agresif. Itu kemudian dipadukan dengan serangan balik cepat. Namun, apakah hal itu berhasil? Sejauh ini, sampai sebelum laga menghadapi Persita, Macan Kemayoran sudah kebobolan empat gol dari lima pertandingan yang dilakoni.

Maknanya, rata-rata kebobolan Persija sejauh ini adalah 1,25. Nilai rata-rata yang cukup tinggi. Dan itu mesti segera diperhatikan oleh Thomas Doll. Jika, dan hanya jika Persija tidak mau tergelincir untuk kedua kalinya.

Rivalitas Persija dan Persib yang Baru

Kehadiran Thomas Doll dan Luis Milla, sekali lagi, akan membuat persaingan antara Persib dan Persija semakin panas. Kedua klub ini memang memiliki rivalitas yang cukup dalam. Tentu pertandingan keduanya akan berjalan dengan tensi yang tinggi.

Belum lagi, baik Persija maupun Persib sedang terseok di papan tengah. Khusus Persib sendiri, setelah kalah dari Bali United justru mendekat ke zona degradasi. Ini akan menjadi tugas berat untuk Luis Milla. Sementara, Thomas Doll sedang menghadapi fase adaptasi.

Ketika dua tim bertemu, kita bisa membayangkan bakal ada dua filosofi bermain yang berbeda. Thomas Doll yang lebih dekat dengan sepakbola Jerman akan memimpin Persija. Di sisi lain, Luis Milla yang identik dengan sepakbola Spanyol akan menukangi Persib.

Adu taktik keduanya pasti akan dinanti. Dalam wawancara dengan Jawa Pos, Luis Milla turut mengomentari kehadiran Thomas Doll di Persija. Baginya, Persija sudah memiliki perubahan signifikan di tangan Doll. Milla mengatakan, Persija kini bermain dengan gaya Eropa.

Di satu sisi, Thomas Doll tidak berbicara banyak soal kehadiran Luis Milla. Dilansir Bola Net, ia mengerti bahwa sepakbola Spanyol sangat teknikal. Dan ketika pelatih Spanyol datang, kata Doll, idenya adalah mengembalikan sepakbola modern.

Walau begitu, tidak ada jaminan kedua tim akan langsung moncer. Butuh proses, waktu, dan tentu saja kesabaran. Itu jika kita ingin melihat persaingan antara Persija dan Persib bukan sekadar tensi dan gengsi, melainkan adu taktik dan filosofi antara dua pendekar dari Eropa.

Sekian dan selamat bekerja, Thomas Doll dan Luis Milla. Buatlah sepakbola Indonesia jauh lebih hebat dan bermartabat!

https://youtu.be/pjOU5-Jziws

Sumber: Bolaskor, PengamatSepakbola, Sportstars

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru