Liverpool Kebanyakan Striker, Ngapain Beli Cody Gakpo?

spot_img

“Saya mengira, saya akan bergabung Manchester United. Tapi, pada akhirnya itu tidak terjadi,” ucap Cody Gakpo kepada Goal beberapa saat setelah meneken kontrak dan berfoto dengan mengangkat jersey berwarna merah. Sama-sama merah, namun yang ia angkat adalah jersey Liverpool, bukan MU. Kepindahan Gakpo jadi salah satu plot twist terbesar di akhir tahun 2022.

Seperti yang diketahui, Setan Merah memang digadang-gadang bakal jadi destinasi berikutnya bintang Belanda itu. Namun, tak dinyana, Liverpool yang di penghujung tahun jauh lebih sat-set akhirnya berhasil mengunci kesepakatan dengan PSV Eindhoven untuk mengangkut Gakpo.

Fans Liverpool tentu senang mendapat penyerang sekaliber Gakpo. Apalagi sang pemain telah menunjukan kelasnya di kompetisi sebesar Piala Dunia kala membela Timnas Belanda. Namun, yang jadi pertanyaan adalah mengapa The Reds mendatangkan seorang striker saat di waktu bersamaan justru krisis lini tengah? Lantas bagaimana Jurgen Klopp akan menggunakan Gakpo, sementara Liverpool masih punya banyak opsi di lini depan?

Transfer Mengejutkan

Kepindahan sang pemain ke Liverpool boleh dibilang jadi transfer yang di luar perkiraan. Sebab, Gakpo lebih sering dikabarkan menjadi incaran Manchester United. Coba saja, apabila kalian menuliskan nama Gakpo di internet, maka yang akan keluar adalah berita rumor Gakpo ke MU.

Jadi, wajar saja apabila kepindahan sang pemain ke kubu Merseyside jadi kejutan di penghujung tahun 2022. Transfer Gakpo sendiri menelan biaya 44 juta pounds atau setara dengan Rp825 miliar termasuk bonus.

Gakpo menandatangani kontrak berdurasi lima tahun setengah, yang mana akan membuatnya berseragam The Reds hingga 2028. Kendati dirumorkan akan ke MU, Gakpo sejatinya merupakan incaran Liverpool sejak musim panas. Namun, PSV baru bisa menjualnya pada musim dingin. Liverpool pun merasa itu merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Kabarnya, Virgil van Dijk memiliki peran besar dalam transfer ini. Kapten timnas Belanda itu menelpon Gakpo dan membujuk sang pemain untuk datang ke Anfield. Mendapat wejangan dari seniornya di tim nasional, Gakpo pun setuju bergabung dengan The Reds dan menjadi kado natal yang spesial untuk fans Liverpool.

Opsi Lini Depan yang Numpuk

Namun, urgensi Liverpool di bursa transfer kali ini sebetulnya bukan mendatangkan pemain depan. Karena pada awal musim 2022/23, mereka baru saja mendatangkan penyerang tengah yang gacornya bukan main, yakni Darwin Nunez dari Benfica dengan banderol 80 juta euro (Rp1,3 triliun).

Lini depan Liverpool tentu bukan hanya Nunez. Masih ada Mohamed Salah yang sudah pasti akan mengisi sisi kanan lini serang. Salah sendiri jadi lumbung gol Liverpool saat ini dengan membukukan 16 gol dari 24 pertandingan di semua kompetisi. Tujuh diantaranya ia cetak di Premier League

Sedangkan di kiri, masih ada Diogo Jota dan Luis Diaz yang performanya terbilang cukup stabil. Meski sekarang kedua pemain tersebut masih absen untuk beberapa waktu karena mengalami cedera.

Sementara untuk penyerang tengah, Liverpool masih memiliki sosok striker cerdas yang piawai menciptakan peluang, Roberto Firmino. Ia dan Darwin Nunez silih berganti untuk mengisi pos penyerang tengah Liverpool. Mereka sama-sama baru mencatatkan sembilan gol di semua kompetisi.

Tak hanya itu, kedalaman lini depan Liverpool juga tak bisa dianggap remeh, The Reds masih memiliki pemain-pemain muda potensial macam Hervey Elliot dan pemain yang kemarin baru didatangkan dari Fulham, Fabio Carvalho. Mereka siap kapan saja untuk menggantikan Mo Salah dan Luis Diaz di sisi sayap. Dengan banyaknya opsi, lantas mau taruh di mana Cody Gakpo?

Tenang, Gakpo itu Fleksibel

Liverpool tak perlu khawatir. Selain piawai dalam mencetak dan menciptakan gol, fleksibilitas Gakpo bisa dimanfaatkan Liverpool. Meski di atas kertas Gakpo adalah seorang sayap kiri, namun ia bisa ditaruh di luar posisi aslinya. Gakpo juga bisa menjadi alternatif di tengah belum stabilnya performa Darwin Nunez. 

Pemain seharga satu triliun itu lebih sering membuang-buang peluang daripada mencetak gol. Menurut Squawka, tak ada pemain Liga Inggris yang paling sering membuang peluang selain Nunez. Musim ini saja, ia sudah membuang 12 peluang emas.

Di tim muda PSV, Gakpo bermain sebagai penyerang tengah. Baru ketika masuk tim senior, ia bertransformasi sebagai sayap. Meski begitu, di tim utama ia pernah memainkan 18 pertandingan sebagai penyerang tengah. Dari jumlah tersebut, ia sukses menciptakan delapan gol dan dua assist untuk PSV. 

Barangkali bukti nyata kepiawaian Gakpo memainkan peran ini adalah di Piala Dunia kemarin. Di bawah asuhan Louis Van Gaal, Gakpo bahkan tak pernah bermain sebagai penyerang sayap. Ia selalu menjadi penyerang tengah atau false nine di belakang Memphis Depay. Berbekal postur tubuh yang tinggi Gakpo bukan pemain yang lambat. Gakpo juga memiliki kecepatan dan finishing yang luar biasa. 

Dengan atribut komplit, Gakpo menjadi momok menakutkan di depan gawang. Dari posisi penyerang tengah, ia mencetak tiga gol dari lima pertandingan. Ia jadi pemain Belanda pertama yang bisa mencetak gol di tiga pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Membayangkan Liverpool Bermain Dengan Gakpo

Ada kepercayaan yang ditumbuhkan oleh klub dan Jurgen Klopp bahwa Cody Gakpo bisa bermain di segala pos lini serang. Yang artinya, ia bukan hanya menambah opsi di posisi sayap kiri. Maka dari itu dengan adanya Gakpo, Jurgen Klopp memiliki beberapa opsi untuk meramu lini depan Liverpool.

Apabila Gakpo bermain sebagai penyerang tengah, ia bisa menggantikan Darwin Nunez dan memainkan peran Roberto Firmino di lini depan. Gakpo bisa menjadi Firmino baru yang menciptakan peluang untuk rekan-rekannya atau bahkan dirinya sendiri. 

Kemampuan Gakpo dalam menciptakan peluang dibuktikan dengan catatan assist-nya yang tak kalah banyak dari golnya. Selama paruh pertama musim 2022/23 saja, Gakpo sudah mencatatkan 17 assist dalam 24 pertandingan untuk PSV. Itu angka yang fantastis, mengingat gelandang sekelas Kevin De Bruyne saja baru mencatatkan 16 assist musim ini.

Namun, apabila Klopp ingin memainkan Gakpo di posisi aslinya, itu akan lebih bagus. Dengan Jota dan Diaz yang kemungkinan bakal absen hingga Maret, Gakpo bisa diandalkan untuk mengisi pos yang mereka tinggalkan. Toh Liverpool juga tim yang mengandalkan sektor sayap untuk membongkar pertahanan lawan, dan Gakpo sangat baik dalam melakukan itu.

Ini adalah win-win solution. Gakpo mendapatkan tim yang bisa memaksimalkan potensinya, sedangkan fans The Reds bisa melihat Liverpool yang kembali bermain membangun trio mematikan Gakpo, Nunez, dan Salah. Gakpo bisa menjadi pengganti yang tepat dari Sadio Mane.

Sumber: The Athletic, Premier League, Metro, Goal, Football Transfer

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru