Lingard yang Menyedihkan, Korban Janji Manis MU

spot_img

Beberapa waktu lalu, Manchester United bersua tim papan bawah Liga Inggris, Nottingham Forest. Anak asuh Erik ten Hag, untung saja, bisa mengalahkan Forest dengan skor telak 3-0. Ketika itu, Jesse Lingard kembali bereuni dengan mantan rekan-rekannya di Manchester United.

Seolah tidak ada masalah yang berarti. Namun, terlepas keakraban Lingard dengan punggawa Manchester United, sebetulnya pemain yang kerap disebut “lord” itu menyimpan rasa kekecewaan yang lumayan dalam terhadap Manchester United.

Dibujuk Sir Alex Ferguson untuk Mau Gabung Akademi MU

Semua itu dimulai ketika mantan manajer agung Manchester United, Sir Alex Ferguson membujuk Lingard untuk bergabung. Fergie mengajak Lingard ketika dirinya masih bocah ingusan.

Kala itu, yang dibujuk Fergie adalah orang tua Lingard. Saat Lingard berusia sekitar delapan tahun, Fergie bersama asistennya, Rene Maulensteen mendatangi kediaman sang pemain.

“Anda harus mempercayai kami. Kami memiliki jalur untuk Jesse Lingard di Manchester United dan sangat yakin dia bisa melakukannya,” kata Ferguson kepada orang tua Lingard.

Sang calon pemain, tentu saja sangat senang mendengar tawaran itu. Lingard langsung mengiyakan. Alhasil, Lingard pun dibawa ke akademi Manchester United setelah pihak klub meyakinkan orang tuanya. Betapapun sulitnya persaingan nanti, pihak MU ketika itu, termasuk Fergie yakin, Lingard akan mendulang kesuksesan di Old Trafford.

Tahun 2008, Lingard bergabung ke tim muda Manchester United. Ketika dibawa ke Manchester United, yang ada di benak keluarga Lingard adalah anaknya akan merengkuh keberhasilan. Setidaknya bakal menjadi seperti Paul Scholes maupun Ryan Giggs. Sebab itulah yang digambarkan saat membawa Lingard.

Butuh Waktu Lama untuk di Tim Skuad

Namun, apa yang dialami Lingard tidak seperti yang dibayangkan. Sampai ke Manchester United, Lingard hanya tergabung dalam tim muda yang sangat jarang bermain. Lucunya, ketika masuk ke Manchester United, apa yang dilakukan Lingard hanyalah membersihkan sepatu tim utama.

Alih-alih menjadi pemain, ia justru seperti pesuruh di tempat latihan MU. Hal itu, diakuinya sendiri lewat sebuah interview yang dikutip dari situs resmi Manchester United. Selain membersihkan sepatu, terkadang Lingard juga membuat minuman dan membawakan bola.

Kendati sekilas tampak menyedihkan, Lingard sangat senang akan hal itu. Apalagi karena bergabung ke Manchester United, ia bisa memetik pelajaran dari para pemain. Paul Scholes menjadi sosok yang menginspirasinya.

“Sikapnya (Scholes) rendah hati di luar lapangan. Tetapi di lapangan, dia keras, agresif, dan suka melakukan tekel. Saya banyak belajar darinya,” kata Lingard.

Meski demikian, Lingard toh tetap bermain di Manchester United. Ia terus naik level dari U-16, U-18, sampai U-21. Yang terakhir itulah bakat Lingard kian terasah. Lingard masuk dalam skuad Manchester United U-21 yang berlaga di Liga Inggris U-21 pada musim 2012/13.

Tak sekadar masuk skuad U-21. Lingard turun di 22 pertandingan Premier League U-21. Hebatnya, dari situ ia mencetak 4 gol dan mengemas setidaknya 7 asis. Catatan itu bertambah mentereng karena di akhir musim, Lingard turut membawa Manchester United U-21 meraih trofi Liga Inggris U-21 musim itu.

Hidup dari Peminjaman ke Peminjaman

Juara Liga Inggris U-21 tak membuat Lingard langsung naik ke tim utama. Persaingan yang ketat justru membawanya ke tim lain. Sir Alex Ferguson yang kala itu masih menukangi MU, yang dulu mengiming-imingi keluarga Lingard, justru meminjamkan sang pemain.

Lingard dipinjamkan ke klub lain demi mendapat menit bermain. Ia tidak merasa hal itu harus dipermasalahkan. Lagi pula, dilansir situs resmi MU, Lingard mengaku peminjamannya ke klub lain membantunya berkembang.

Di usianya yang masih muda, Lingard dipinjamkan ke empat klub yang berbeda. Ia pernah dipinjamkan ke Leicester City, lalu ke Birmingham, kemudian ke Brighton, dan lantas dipinjam Derby County.

Sebelum dipinjamkan ke Derby County, Lingard pernah kian dekat dengan tim utama MU. Ia bahkan pernah ikut tur pramusim 2013/14 ketika Manchester United dilatih David Moyes. Hanya saja, ketika kompetisi bergulir ia tidak masuk bangku cadangan dan tidak dimainkan.

Lingard akhirnya memutuskan agar dirinya dipinjamkan saja. Itu ia lakukan demi mengejar menit bermain dan seperti pesepakbola pada umumnya, agar menjaga sentuhan. Ia menjalani masa peminjaman di Derby beberapa bulan saja. Ia dipinjam Derby pada Februari 2015 dan kembali lagi ke MU pada Mei 2015.

Pahlawan MU di Piala FA 2016

Tak kunjung mendapat kesempatan di tim utama membuat keluarga dan rekan-rekan Lingard merasa kecewa. Jangan-jangan dulu itu hanya janji manis. Pesan teks membanjiri ponsel Lingard. Ia tahu keluarganya mungkin frustrasi.

Namun, kehadiran Louis Van Gaal sebagai manajer MU musim 2015/16 membuat lorong yang semula gelap jadi benderang. Van Gaal terkenal sebagai pelatih yang tahu potensi pemain. Lingard pun mulai jadi andalan Louis Van Gaal kala itu.

Lingard bermain di 25 laga di Liga Inggris. Tidak hanya itu, Van Gaal membuatnya mencicipi 4 kali pertandingan Liga Champions. Yang paling menarik tentu saja di final Piala FA 2016. Di laga kontra Crystal Palace itu, Lingard menjadi pahlawan MU yang kala itu paceklik trofi Piala FA.

Lingard mencetak gol di babak perpanjangan waktu, saat MU hanya bermain dengan 10 pemain. Golnya mengantarkan MU menang 2-1 atas Crystal Palace, dan memastikan bahwa Van Gaal memberikan satu trofi untuk Manchester United.

Tersisih di Era Mourinho, Diberi Harapan Solskjaer

Kedatangan Jose Mourinho ke MU berdampak pada Lingard. Ia memang diperpanjang kontraknya oleh Mourinho, tapi Lingard tidak diturunkan di tujuh pertandingan pertama Manchester United musim 2016/17. Hal itu pun memicu pandangan bahwa kesempatan Lingard untuk bermain reguler telah lenyap.

Namun, Lingard mendadak menjelma sosok penting di tim Mourinho. Ia akhirnya bermain di 25 laga Premier League musim itu. Lingard bahkan ikut mengangkat trofi Liga Eropa musim itu bersama Manchester United. Setelah tidak dilatih Mourinho, kedatangan Ole Gunnar Solskjaer membawa angin segar buat Lingard.

Ia menjadi andalan Ole selama masa-masanya di Manchester United. Namun, kelak karena Ole itu pulalah, ia memendam kekecewaan. Lingard dijanjikan akan bermain reguler di musim 2020/21. Oleh karena itu, ia bekerja keras sembari menahan rasa sakit di tempat latihan.

Itu dilakukan Lingard demi bisa bersaing di skuad Solskjaer. Sayang, usahanya tak dilirik Ole. Lingard justru dipinjamkan ke West Ham United.

Tak Ada Tempat Lagi untuk Lingard

West Ham tidak mempermanenkan Lingard. Ia pun pulang ke Manchester United. Lingard bermain di 16 laga Premier League musim 2021/22. Ketika itu United dilatih tiga pelatih: Ole, Carrick, dan Ralf Rangnick.

Meski begitu, sebelum musim bergulir, Lingard tak masalah jika MU ingin melepasnya. Namun, Ole meyakinkan bahwa Lingard akan mendapatkan banyak menit bermain. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kedatangan Ralf Rangnick malah bikin Lingard kian tersisih.

Di tangan Rangnick, ia hanya bermain 8 kali di Liga Inggris. Lingard pun sempat ingin dijual pada Bulan Januari 2022. Tapi tidak ada kesepakatan dari peminat. Akhirnya, Lingard baru bisa dilepas jelang musim 2022/23.

Ia sepertinya tidak masuk rencana Ten Hag. Ironisnya, tidak ada salam perpisahan bagi Jesse Lingard. Padahal melihat jasanya ke belakang untuk Manchester United, ia pantas untuk mendapat salam perpisahan. Namun menyaksikan kenyataan bahwa Lingard pergi begitu saja dan kini justru mengecam janji manis MU, ia jadi tampak sangat menyedihkan.

Sumber: Express, TheAthletic, Ronaldo, Independent, ManUtd, MEN1, MEN2, DailyMail, FootballTransfers, Mirror, Sportstar

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru