Lampard Jadi Manager Terburuk Roman Abramovich

spot_img

Chelsea menelan kekalahan dari Arsenal dengan skor 1-3 di matchday ke-15 Liga Inggris. Hasil itu pun tergolong mengejutkan mengingat performa Arsenal yang tengah ambruk. Menurut mantan penggawa Chelsea, Craig Burley, hasil tersebut membuat Manajer The Blues, Frank Lampard, kini menjadi pembicaraan di ruang rapat dewan.

Kekalahan tersebut pasalnya tidak hanya membuat Chelsea kehilangan tiga poin penting, namun juga menunjukkan betapa tidak konsistennya The Blues musim ini. Padahal, Chelsea sudah menyokong Lampard dengan membeli pemain-pemain mahal di bursa transfer musim panas 2020.

Musim lalu, Lampard mendapatkan banyak pujian dan apresiasi. Karena, dengan larangan transfer yang didapat The Blues, sang legenda mampu mengantarkan Chelsea finis di empat besar klasemen akhir Liga Inggris dan menembus partai final Piala FA. Maka wajar bila Lampard mendapat kepercayaan dari para petinggi, termasuk presiden klub, Roman Abramovich. Dana lebih dari 200 juta pounds digelontorkan untuk memperkuat skuad Chelsea dengan merekrut pemain-pemain seperti Timo Werner, Hakim Ziyech, Kai Havertz, hingga Ben Chilwell.

Namun apa yang terjadi selanjutnya sungguh diluar dugaan. Dengan kedatangan sejumlah pemain hebat, Chelsea justru tampil lebih buruk. The Blues yang ditargetkan meraih gelar juara malah terombang-ambing dalam beberapa laga.

Menyusul hal tersebut, sangat wajar jika Frank Lampard dipecat dari jabatannya sebagai manajer seandainya tak mampu mengantarkan Chelsea finis di empat besar klasemen akhir. Abramovich pun tentu tidak akan pandang bulu, meski Lampard berstatus sebagai legenda klub.

Lagi-lagi, saat Chelsea membutuhkan poin, ketika berhadapan dengan Manchester City, skuad asuhan Frank Lampard harus keok dengan skor 3-1. Termasuk kekalahan melawan City, Chelsea sudah mengalami kekalahan empat kali dari enam pertandingan terakhir di Liga Inggris. Mereka kini menempati posisi ke-8 klasemen Liga Inggris.

Kekalahan tersebut melawan the Citizens pun praktis membuat kursi kepelatihan Lampard Chelsea rentan. Kendati demikian, Frank Lampard memastikan dirinya tak khawatir dengan tekanan yang mengabarkan ia akan mengalami pemecatan. Dia mengakui bahwa timnya masuk dalam masa sulit.

“Aku tidak khawatir (tentang tekanan). Kami bisa mengalami di puncak atau di bawah, aku baru saja berbicara tentang situasi kami saat ini,”

“Tekanan akan tetap ada sampai kapanpun. Selain itu kalian juga tahu kalau masa-masa sulit pasti selalu kita alami.”

Meski mengaku tenang, bagaimanapun Lampard harus memikirkan masa depannya di klub. Selain itu, dia juga harus memastikan bahwa Chelsea sedang berada dalam masa baik-baik saja.

Usai pertandingan melawan City, para penggemar Chelsea beraksi di sosial media, Twitter. Tagar Lampard Out juga sempat menjadi trending topic di Twitter. Pendukung Chelsea layak marah. Lantaran Chelsea dari 6 pertandingan terakhir di semua kompetisi hanya mampu meraih 1 kemenangan.

Lampard dituding sebagai pelatih tak becus. Uang sebesar 222 juta poundsterling untuk datangkan sejumlah pemain bintang tak membuat Chelsea menjadi tim yang ditakuti. Di awal Januari 2020 lalu, Chelsea berada di posisi keempat, sedangkan di awal Januari tahun ini, mereka tersungkur di tempat kedelapan.

Peristiwa semacam ini jelas tidak diinginkan para penggemar. Lagi-lagi, target menjadi juara harus dikejar. Lampard juga diminta untuk memberi suntikan energi khusus kepada pemain yang sudah didatangkan dengan harga mahal. Terlebih, mereka yang diharapkan mampu memberi dampak spesial bagi perkembangan the Blues.

Namun hal tersebut memang tampak sulit bagi Frank Lampard. Dia seperti tidak mampu mengemban tugas dan terus diberitakan pemecatannya. Lebih lagi, menurut catatan prime video sport, Lampard memang menjadi pelatih terburuk The Blues sejak era Roman Abramovic. Dari 55 pertandingan yang telah dilakoni Lampard bersama Chelsea, ia hanya mampu catatkan 1,67 poin per pertandingan.

Angka ini berada di urutan paling buncit di antara pelatih-pelatih Chelsea sejak diambil alih oleh Roman Abramovich. Angka rataan poin per pertandingan Lampard sangat kecil bahkan dibanding Andre Villas Boas yang hanya mendampingi The Blues sebanyak 27 pertandingan.

Dalam catatan tersebut, nilai Lampard juga sangat jauh bila dibandingkan dengan Avram Grant yang hanya melatih Chelsea di 32 pertandingan namun memiliki poin per pertandingan sebesar 2,31. Selain itu, Roberto Di Matteo yang memainkan sebanyak 23 laga juga masih memiliki rataan poin sebesar 1,83.

Dengan catatan dan fakta tersebut, jelas para penggemar ataupun semua elemen yang berada pada kubu Chelsea mulai ragu dengan sang manajer. Mereka menganggap menganggap masa depan Lampard di Stamford Bridge akan segera berakhir. Lampard, yang sempat digadang-gadang bakal memberikan capaian besar diklaim bisa saja kehilangan posisinya dalam waktu dekat.

Malah, sudah ada sejumlah kandidat yang disebut cocok untuk gantikan posisi Frank Lampard bila memang diberhentikan oleh Abramovich. Pertama ada nama Julian Nagelsmann. Julian Nagelsmann memiliki karier yang sangat gemilang. Musim lalu dia membawa RB Leipzig finis di peringkat ketiga klasemen Liga Jerman. Dia juga menjadi pelatih termuda yang berhasil membawa timnya ke semifinal Liga Champions meski kalah dari Paris Saint-Germain. Memang belum ada jaminan Nagelsmann akan mengubah performa Chelsea. Namun, dengan skuad The Blues yang mumpuni, dia bisa saja membawa Chelsea ke peringkat teratas.

Selanjutnya ada nama John Terry yang masuk ke dalam kandidat pengganti Frank Lampard. Lalu ada Lucien Favre yang baru saja dipecat oleh Borussia Dortmund. Pengalaman Favre dianggap cukup mengesankan. Dia membawa Dortmund dua kali berturut-turut finis di posisi kedua Liga Jerman. Selain itu, dia juga terkenal dengan permainan yang menarik dan gemar mengorbitkan pemain muda.

Yang tak kalah tenar ada nama eks pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Yang terakhir ada nama Thomas Tuchel yang baru saja dibebastugaskan oleh Paris Saint Germain. Dia bahkan mengaku siap jadi pengganti Lampard jika segera dibutuhkan.

Thomas Tuchel sudah melatih Paris Saint-Germain sejak 2018. Ia sukses memberi gelar juara Ligue 1 Prancis dua kali, Coupe de France satu kali, Coupe de la Ligue satu kali, Trophee des Champions dua kali, dan runner up Liga Champions 2019/20, sebelum posisinya digantikan oleh Mauricio Pochettino.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru