Kutukan yang Selalu Menghantui Mason Mount di Wembley

spot_img

Chelsea harus merelakan gelar juara Piala FA ke tangan Liverpool setelah mengalami kekalahan di Wembley melalui babak adu penalti. Khusus bagi Mason Mount, ini merupakan kegagalan keenamnya di partai puncak dalam tiga tahun terakhir.

Terlebih, final yang gagal dimenangkan oleh Mount semuanya dimainkan di Wembley Stadium yang mana itu merupakan stadion nasional di Inggris, tanah kelahiran Mason Mount. Lantas sebenarnya ada apa Mount dengan Wembley?

Mason Mount adalah seorang pemenang. Dari Liga Inggris hingga Liga Champions, semuanya telah ia raih bersama klub. Namun, semua optimistis terhadap dirinya luntur saat pertandingan final dimainkan di Wembley.

Sama halnya dengan kutukan-kutukan lain seperti yang dialami oleh Aaron Ramsey, kutukan nomor punggung 7 di Manchester United, atau mungkin kutukan juara bertahan Piala Dunia. Kekalahan bertubi-tubi Mason Mount di Wembley juga menimbulkan stigma yang sama.

Final Playoff Championship 2019

Semua kutukan Mason Mount berawal tahun 2019 ketika ia memainkan partai final playoff EFL bersama Derby County. Saat awal musim 2018-2019, Mount yang baru dipulangkan Chelsea dari masa peminjaman di Vitesse, dirasa belum cukup untuk menembus skuad utama The Blues.

Mount pun kembali dipinjamkan ke klub kasta kedua sepakbola Inggris, Derby County yang saat itu masih ditangani Frank Lampard. Eks punggawa Chelsea tersebut menginginkan Mount berada di skuadnya musim itu, dengan kedekatan Lampard dan Chelsea, kepindahan ini pun tak menemui kendala.

Musim pertama Mount di Derby County berjalan cukup baik. Ia berhasil mengantarkan Derby County bertengger di peringkat 6 klasemen liga yang sekaligus mengamankan satu tiket playoff promosi Premier League. 

Menghadapi Leeds United di semifinal playoff, mereka sempat tersandung di leg pertama. Anak asuh Frank Lampard dipaksa tunduk 1-0 oleh permainan ngotot khas Marcelo Bielsa. Namun, Derby County berhasil bangkit di leg kedua dengan kemenangan 4-2 di mana Mount menyumbang satu gol pada pertandingan tersebut.

Mason Mount tampak optimis ketika akan menghadapi Aston Villa di partai puncak. Namun berbeda dengan di semifinal, Mount tak begitu aktif menyerang di laga final. 

Bermain sebagai gelandang kanan, ia mengandalkan visi bermain untuk menyuplai bola ke rekan-rekan satu timnya. Namun, umpan-umpan yang dikirimkan Mount berhasil dimentahkan oleh duo bek Villa, Axel Tuanzebe dan Tyrone Mings. 

Dalam pertandingan yang berlangsung di Wembley itu, Aston Villa justru berhasil unggul dua gol melalui Anwar El Ghazi jelang berakhirnya babak pertama dan McGinn pada menit 59.

Derby mendapat angin kedua setelah Martyn Waghorn memangkas selisih gol di menit 81. Terlebih, dengan ditariknya Mings lantaran cedera, Mount mulai berani merangsek masuk ke kotak penalti Villa. Sekarang atau tidak sama sekali, pikir Mount. Namun, apa boleh buat, momen itu datang terlambat. skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kalah di Final FA Cup 2020

Meski gagal membawa Derby County berlaga di kasta tertinggi Liga Inggris, Mason Mount tetap bisa bermain di Liga Inggris musim 2019-2020. Hal itu karena Lampard yang ditunjuk sebagai pelatih anyar Chelsea menginginkan Mount ada dalam line up-nya. 

Dengan berhasil mengamankan satu tiket Liga Champions, musim ini jadi musim yang tak begitu buruk bagi Mason Mount, bocah kemarin sore yang baru merasakan panggung terbesar sepakbola Inggris.

Terlebih, Chelsea berhasil mencapai final di FA Cup. Namun, naas. Mount yang bersemangat untuk meraih trofi pertamanya di Premier League harus mengubur dalam-dalam mimpinya itu. Bertemu Arsenal yang performanya sedang turun, Chelsea justru takluk dengan skor tipis, 2-1.

Sejatinya, Chelsea sempat memimpin di menit-menit awal melalui akselerasi Mason Mount di sisi kanan pertahanan Arsenal. Umpan lemah yang dikirimkan Mount, dikonversi menjadi gol oleh Christian Pulisic.

Namun, Arsenal tak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Aubameyang berhasil menyamakan kedudukan melalui titik penalti setelah ia dijatuhkan oleh Azpilicueta. Skor satu sama pun berakhir hingga turun minum.

Sialnya, di babak kedua Arsenal mengambil alih jalannya pertandingan. Di menit 67, Aubameyang kembali hadir sebagai mimpi buruk bagi Mason Mount CS. Berdiri bebas di kotak penalti lawan, dengan sedikit tekukan ke dalam, ia dapat mengelabui Kurt Zouma dan diakhiri dengan penyelesaian berkelas.

Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Auba berhasil memberikan trofi Piala FA ke-14 untuk Arsenal sekaligus kekalahan kedua bagi Mason Mount.

Kalah di Final FA Cup 2021

Hanya berselang dua belas bulan, Mason Mount kembali mengantarkan skuad The Blues ke partai puncak FA Cup. Kali ini Mount harus menghadapi Leicester City milik Brendan Rodgers.

Setelah Roman Abramovich memberi menggelontorkan dana untuk transfer besar-besaran di awal musim, skuad Chelsea menjadi salah satu skuad termewah di Liga Inggris. Terlebih, masuknya Thomas Tuchel di pertengahan musim, membuat Chelsea hampir tak terkalahkan. Namun, final FA Cup jadi antitesis bagi Chelsea. 

Tampaknya laga final kali ini merupakan permasalahan pribadi antara Wembley dan Mason Mount. Seperti biasa, Mason Mount tampil sebagai motor serangan di lini tengah Chelsea. Ia merepotkan dengan sepakan terukur serta umpan-umpan matangnya. Sayang, tembakan Mount selalu berakhir di pelukan Kasper Schmeichel.

Di babak kedua, Chelsea dan Leicester bermain terbuka. Jual beli serangan pun tak terhindarkan. Kepercayaan diri Leicester justru meningkat ketika Chelsea sibuk menyerang.

Di tengah kefrustasian Mount lantaran tendangannya selalu dimentahkan oleh Schmeichel, Youri Tielemans justru lepas dari pengawasannya. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Tielemans. Tendangan keras dari jarak yang jauh pun menghujam keras gawang Chelsea.

Chelsea mengira mereka telah menyamakan kedudukan di akhir pertandingan, tetapi VAR menggagalkan upaya Ben Chilwell yang berada di posisi offside. Akhirnya Mount kembali jatuh ke lembah kekalahan. Ini jadi kekalahan ketiga di Wembley bagi Mason Mount.

Kalah di Final Euro 2021

Kutukan Mason Mount ternyata tak hanya di level klub saja. Kutukan itu masih mengikuti Mount di ajang EURO 2021 bersama Timnas Inggris. Kutukan berlanjut ketika Mount menghadapi Italia di final.

Skuad yang berisikan pemain-pemain terbaik Inggris berhasil mencapai final setelah mengalahkan tim kuda hitam, Denmark di semifinal. Mason Mount menjadikan pemain-pemain lain seusianya iri, lantaran ia mampu tampil membela negaranya di partai puncak kompetisi antar negara terbesar di Eropa itu.

Bermain di rumah sendiri, The Three Lions membuat Wembley bergemuruh setelah unggul cepat melalui skema serangan balik yang dimaksimalkan oleh Luke Shaw di sisi kiri area penyerangan Timnas Inggris. Skor 1-0 untuk keunggulan Inggris bertahan hingga turun minum.

Tak seperti biasanya, di babak kedua Mount justru tak berkutik ketika harus berhadapan dengan Di Lorenzo. Mount justru sering turun, lantaran area permainannya dieksploitasi oleh Federico Chiesa. 

Serangan bertubi-tubi yang dilayangkan anak asuh Roberto Mancini, akhirnya membuahkan hasil di menit 67. Berawal dari sepak pojok, kemelut yang terjadi di mulut gawang Inggris, dimanfaatkan dengan baik oleh Bonucci. Ia langsung menyambar bola liar untuk menyamakan kedudukan.

Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan berakhir, laga pun berlanjut ke babak adu penalti. Sayang, Rashford, Sancho serta Saka gagal mengeksekusi tendangan penalti dengan baik. 

Skor 3-2 berakhir untuk kemenangan Gli Azzurri. Kekalahan Inggris ini melengkapi rentetan kekalahan Mason Mount di Wembley Stadium.

https://youtu.be/g-3UR7xN570

Sumber: Talksport, FA, Goal, Sportbible, BBC

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru