Kroos dan Modric Mulai DISINDIR, Regenerasi Gelandang Real Madrid Sudah Siap?

spot_img

Sebuah regenerasi adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi sebuah klub. Segacor dan seberapa pengaruhnya si pemain, pasti akan ada waktunya untuk berakhir. Seperti apa yang terjadi di Real Madrid sekarang. Duo lini tengah mereka Luka Modric dan Toni Kroos tampaknya harus segera dilupakan publik Bernabeu. Apakah benar musim ini adalah musim terakhir bagi mereka di Bernabeu?

Ketergantungan Kroos Dan Modric

Sudah terlalu banyak jasa Modric dan Kroos dalam masa kejayaan El Real selama ini. Beberapa trofi, gol, serta assist, telah banyak mereka sumbangkan saat berseragam Los Blancos. Dalam fase primanya, Kroos dan Modric sempat bahu membahu membentuk trio gelandang terbaik dunia bersama Casemiro. Betapa gacornya trio gelandang tersebut pada zamannya.

Meski hingga kini secara kualitas teknik mereka tetap nomor satu, namun dari segi usia dan fisik, tak bisa bohong. Hal itu sangat berpengaruh pada performa Kroos dan Modric. Kita tau kini Toni Kroos berumur 33 tahun. Sedangkan Modric lebih tua lagi yakni 38 tahun.

Salah satu pemain muda El Real, Federico Valverde bahkan sempat kasihan terhadap peran Kroos dan Modric yang selalu jadi andalan Real Madrid. Valverde bersimpati terhadap Kroos dan Modric di usia yang semakin senja. Menurutnya tak wajar lagi jika semua beban besar Real Madrid masih dipikul mereka berdua.

Kerelaan Kroos Dan Modric

Maka dari itu, Carlo Ancelotti sudah mulai membiasakan diri untuk tak terlalu tergantung pada duo lini tengahnya itu secara terus menerus. Hal itu pun ternyata ditanggapi positif oleh Modric dan Kroos. Mereka paham akan situasi Real Madrid yang sedang melakukan regenerasi.

Ancelotti juga menegaskan Modric dan Kroos sama sekali tak masalah dengan kebijakannya tersebut. Keduanya sadar betul Los Blancos sedang memulai transisi. “Mereka profesional. Mereka memahami betul klub ini dan kualitas skuat ini. Saya tidak perlu menjelaskan kondisi bahwa terkadang mereka tidak bermain,” Kata Ancelotti.

Ancelotti juga menegaskan bahwa Ini adalah momen transisi dalam skuat yang harus dipahami semua orang. Jadi, pemahaman para veteran dan kesabaran para pemain muda itu juga penting.

Meski begitu, dalam kenyataanya tak selamanya Ancelotti menepikan Kroos dan Modric. Tak dipungkiri dalam laga-laga tertentu ia masih membutuhkan Modric dan Kroos. Walaupun menitnya tak banyak, Ancelotti masih menganggap keduanya masih punya kontribusi besar bagi Madrid.

Kena Sindir

Termasuk apa yang terjadi pada laga melawan Atletico Madrid. Ketika kalah 3-1 atas Los Colchoneros di Wanda Metropolitano, Ancelotti menempatkan Modric dan Kroos sebagai starter sejak awal. Itulah momen pertama kalinya musim ini duo Kroos dan Modric dimainkan bersamaan.

Di laga sebelumnya, hanya salah satu saja dari mereka yang jadi starter. Menit bermainnya pun tak selalu full 90 menit. Menurut The Athletic, di laga melawan Atletico Madrid itulah nampaknya awal kekesalan para petinggi Real Madrid terhadap Ancelotti. Pasalnya Ancelotti kekeh masih saja ingin mengandalkan kemampuan duo veterannya tersebut.

Hal itu ternyata berlanjut. Peringatan kedua dari para petinggi Real Madrid kepada Ancelotti ketika terlalu mengandalkan Modric dan Kroos terjadi pada laga melawan Sevilla. Ancelotti tampaknya tak kapok. Ia masih kekeh memberikan terlalu banyak menit pada Kroos dan Modric.

Di laga melawan Sevilla yang berakhir seri 1-1 tersebut, Ancelotti memainkan Kroos selama 90 menit, Sementara Modric dipaksakan membuat perubahan dengan muncul sebagai pemain pengganti. Dilansir Goal, para petinggi klub menganggap Aurelien Tchouameni, Federico Valverde dan Eduardo Camavinga seharusnya tak tersentuh. Para petinggi Madrid pun juga makin muak dengan keputusan Ancelotti yang terus memainkan duo veteran itu secara bersama.

Keluhan Datang

Beda tanggapan Modric dan Kroos akan nasib mereka ketika kena sindir. Modric sepertinya lebih vokal mengenai nasib menit bermainnya. Meski awalnya Modric sadar dan menerima segala jenis keputusan klub, namun nyatanya ia tetap frustrasi.

Ia kini bahkan dikaitkan dengan pintu keluar di Januari ke klub lamanya di Kroasia, Dinamo Zagreb. Namun anehnya pihak klub nyatanya menolak kepergian bintang Kroasia itu di tengah musim. Pasalnya Modric sendiri masih terikat kontrak hingga Juni 2024 nanti.

Beda dengan sikap Kroos yang tampaknya masih adem ayem saja. Pemain Jerman tersebut tak terlalu menggubris ketika menit bermainnya mulai berkurang. Wajar saja, kalau bicara menit bermain, ternyata masih lebih banyak Kroos dibanding Modric. Baik musim ini, maupun musim lalu.

Menurut Fbref, Modric menyelesaikan musim lalu sebagai pemain ke-11 yang paling banyak dimainkan dalam skuad Real Madrid dengan 2.990 menit. Sedangkan Kroos berada di urutan ke-7 sebagai pemain yang paling banyak dimainkan di skuat El Real, dengan 3.644 menit. Musim ini, hingga laga melawan Braga, Modric hanya mendapat menit bermain 504 menit. Sedangkan Kroos lebih banyak yakni 628 menit.

Tanda Siap Dilepas?

Dari beberapa kritikan dan sindiran lewat Ancelotti, hal itu diyakini publik sebagai tanda untuk melepas Kroos dan Modric musim depan. Pas bertepatan dengan masa baktinya keduanya yang akan berakhir pada Juni 2024 mendatang.

Bahkan Florentino Perez sendiri agaknya juga sepakat dengan petinggi-petinggi Madrid lainnya untuk tak lagi memperpanjang masa kerja Kroos dan Modric musim depan.

Kita menyadari selama ini Modric dan Kroos nampaknya sengaja dipertahankan agar supaya sistem regenerasi gelandang Real Madrid bisa berjalan smooth. Artinya, pemain seperti Tchouameni, Camavinga, maupun Valverde, tak sendirian dalam melakukan adaptasi di Bernabeu. Mereka bisa belajar langsung dari seniornya. Mereka pun masih dibimbing langsung tiap harinya oleh Kross dan Modric.

Regenerasi Sudah Siap?

Namun musim ini agaknya menjadi waktu yang tepat bagi El Real untuk berterima kasih terhadap jasa Kroos dan Modric. Mereka secara tidak langsung telah membuat regenerasi lini tengah El Real menjadi semakin matang.

Karena kehendak para petinggi Madrid kini adalah menciptakan kekuatan lini tengah baru El Real dengan pemain seperti Tchouameni, Camavinga, Valverde, ditambah Bellingham. Keempat pemain tersebut menurut petinggi Madrid, mau tidak mau harus terus dimainkan reguler oleh Ancelotti hingga akhir musim nanti.

Terbukti, garansi menit bermain para gelandang muda tersebut lebih terjamin. Menurut data Transfermarkt pasca laga melawan Braga, Camavinga sudah mendapat menit bermain 758 menit, Tchouameni 929 menit, Valverde 995 menit, dan Bellingham 1036 menit.

Apalagi ditambah dengan sistem baru yang dibuat Ancelotti musim ini. Formasi berlian Ancelotti musim ini ternyata cocok untuk mengembangkan para gelandang muda El Real. Bellingham misalnya. Ia sering jadi penyelamat El Real. Top skor sementara La Liga pun masih dipegangnya.

Ya, sepertinya dengan keadaan yang semakin berubah, Modric dan Kroos tampaknya tak diharapkan El Real musim depan. Sindiran terhadap duo veteran itu pun semakin menguatkan bahwa, musim depan El Real sudah mantap melepaskan generasi gelandang barunya. Well, kita lihat saja kedepannya. Apakah regenerasi gelandang Real Madrid benar-benar sudah siap?

Sumber Referensi : theathletic, madriduniversal, espn, onefootball, snl24, onefootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru