Untuk beberapa tahun terakhir, pertandingan antara Liverpool dan Manchester City di Liga Inggris merupakan penentuan siapa yang akan menjadi juara Premier League. Untuk itu, pertandingan ini memang selalu diisi dengan intensitas yang tinggi. Tidak hanya antar pemain tapi juga antara kedua manajer.
Untuk kali ini, anak asuh Guardiola menelan pil pahit ketika bertandang ke Anfield, markas besar Liverpool. Di pertandingan itu Manchester City harus kalah dari The Reds dengan skor tipis 1-0. Dan dengan hasil ini, The Citizen menjadi semakin sulit merebut tahta berkat selisih poin yang semakin jauh dari Arsenal. Tidak hanya itu, Guardiola harus rela catatan emasnya terhenti, karena ini merupakan kekalahan perdana Manchester City di Premier League.
Pertandingan sebenarnya berjalan alot sejak menit pertama. Antara Liverpool dan Man City saling jual beli serangan namun tidak ada yang berhasil menembus gawang. Akhirnya babak pertama harus berakhir tanpa skor. Di babak kedua, sebetulnya Man City bisa lebih dulu unggul kalau saja gol dari Phil Foden tidak dianulir oleh VAR. Liverpool yang berhasil memecah kebuntuan. Salah melesakkan tendangan setelah mendapat umpan panjang dari Allison. Keunggulan ini bertahan sampai pertandingan berakhir.
Pep Salahkan Wasit
Selain menghasilkan kemenangan untuk Liverpool, pertandingan ini juga menghasilkan kontroversi. Pep Guardiola, yang masih belum terkalahkan di 21 pertandingan sebelumnya, tidak terima dengan keputusan wasit yang menganulir gol Phil Foden. Wasit menilai, dalam proses terciptanya gol, Haaland melakukan pelanggaran terhadap Fabinho sebelumnya. Itu yang membuat gol Foden tidak sah di mata wasit.
Guardiola sendiri mengaku tidak paham dengan keputusan wasit itu. Ia berkata bahwa wasit tidak memberikan pelanggaran ketika Haaland melakukan kontak dengan Foden. Dan malah membunyikan peluit setelah gol tercipta. Itu yang membuat Guardiola bingung.
“Wasit bilang ‘Play on’ padahal ada jutaan pelanggaran yang terjadi dan dia membiarkannya. Dan kali ini, ia memberikan pelanggaran karena kami mencetak gol” Ungkap Guardiola dikutip dari Mirror.
Guardiola melanjutkan, seharusnya jika ingin menganulir sebuah gol, harus sejak awal memutuskan bahwa ada pelanggaran. Tidak bisa setelah tercipta gol baru memutuskan pelanggaran.
“Itulah pertanyaannya, ketika wasit memutuskan untuk berbicara kepada para manajer, kepada Jurgen Klopp dan kepada asisten pelatih saya lalu berkata ‘saya ingin jelaskan, ini sudah sering sekali terjadi’ ya anda tidak bisa menganulir gol. Kecuali sebelumnya sudah memutuskan ada langgaran”
Guardiola lalu menutup pernyataan dengan kata “tapi anda tahu lah,.. This is Anfield”.
Klopp Setuju dengan Pep
Momen saat Bernardo meminta jersei Raja Mesir namun enggan diberikan.
Wasit tidak melihatnya sebagai foul, padahal brutal gini. Justru Klopp yang dianggap foul karena marah dan akhirnya dikartu merah. pic.twitter.com/igk4eZlmmM
— The Reds Indonesia (@The_RedsIndo) October 17, 2022
Kontroversi juga tidak hanya menimpa Manchester City, Jurgen Klopp juga sempat tidak setuju dengan keputusan wasit. Ia bahkan harus menerima kartu merah berkat protes kerasnya ke wasit di penghujung laga. Protes itu dilayangkan ketika wasit tidak memberikan pelanggaran saat Salah jelas-jelas dijatuhkan oleh Bernardo Silva. Meskipun Klopp mengerti mengapa dirinya mendapat kartu merah, ia masih tidak mengerti mengapa saat itu tidak terjadi pelanggaran.
“Tentu, kartu merah itu kesalahan saya. Tapi saya ingin bertanya, bagaimana bisa wasit tidak meniup peluit pelanggaran?”
Meskipun Klopp puas dengan performa anak asuhnya, ia tidak puas dengan performa wasit. Klopp mengatakan, Guardiola dan dirinya sama-sama bingung dengan keputusan – keputusan wasit saat itu.
“Pep dan saya setuju, Kami sama-sama tidak paham pelanggaran apa yang boleh dan mana yang tidak.” Ungkapnya


