Kontroversi Dibalik Kemegahan Copa America 2021

  • Whatsapp
Kontroversi Dibalik Kemegahan Copa America 2021
Kontroversi Dibalik Kemegahan Copa America 2021

Selain gelaran Piala Eropa 2020 yang kini tengah digandrungi penggemar sepakbola dunia, kawasan selatan Amerika juga tengah menggelar ajang terbaik yang mempertemukan antara negara-negara latin. Adalah Copa America 2021.

Sejatinya, Copa America bakal digelar pada tahun 2020. Konfederasi tertinggi sepakbola Amerika Selatan itu ingin memulai turnamen akbar ini pada tahun genap, dengan nama Ekuador disiapkan untuk menjadi tuan rumah pada gelaran tahun 2024. Namun karena pandemi virus corona, turnamen ini terpaksa harus ditunda selama kurang lebih dua belas bulan. Ketika itu, jelas ada kekhawatiran bila turnamen tersebut nekat digelar.

Bacaan Lainnya

Argentina dan Kolombia Jadi Tuan Rumah, Lalu Mundur

Akhirnya, setelah ditunda, ajang Copa America 2021 resmi dimulai pada 13 Juni dan berakhir pada 10 Juli 2021. Selain itu, turnamen edisi ke 47 ini juga melakukan keputusan untuk membawa serta dua negara guna menjadi tuan rumah, yaitu Argentina dan Kolombia.

Keputusan penunjukkan dua negara tersebut untuk menjadi tuan rumah ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah pergelaran Copa America. Terdapat sembilan tempat yang menjadi titik bertandingnya para aktor lapangan hijau asal Amerika Selatan. Namun secara mengejutkan, baik Kolombia maupun Argentina terpaksa harus mundur dari status nya sebagai tuan rumah.

Dalam hal ini, ada alasan kuat yang menjadi dasar dari dicopotnya status tuan rumah dari Kolombia dan Argentina.

Untuk Kolombia, Conmebol memang secara resmi telah mencabut status tuan rumah negara yang beribukota di Bogota karena tengah terdapat konflik berkepanjangan disana. Sebelum mencabut status tuan rumah Kolombia, negara tersebut lebih dulu meminta Conmebol untuk menunda gelaran Copa America. Seperti diketahui, disana memang tengah terjadi konflik internal, dimana masih ada demo besar-besaran kepada Presiden Kolombia, Ivan Duque.

Sang presiden dilaporkan berencana menaikkan pajak di tengah pandemi yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaannya. Meski sudah mundur dari jabatannya, para pendemo tetap menuntut beberapa hal, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan Kolombia.

Pada awal Mei lalu, bahkan muncul kabar bahwa ada sedikitnya 17 orang tewas dan 800 orang lainnya terluka akibat bentrokan yang terjadi. Lebih lanjut, pihak berwenang juga dikabarkan telah menahan sebanyak 431 orang yang dianggap sebagai biang keributan. Sementara itu, pemerintah juga terus mengerahkan militer untuk melindungi wilayah yang terkena dampak paling parah.

Beberapa waktu lalu, konflik internal di Kolombia juga sempat mengganggu pertandingan Copa Libertadores antara America de Cali Kolombia dan Atletico Mineiro. Pertandingan tersebut sempat terhenti karena di luar stadion banyak massa yang membuat keributan.

Namun karena Conmebol sendiri mengaku tidak akan mungkin mengundurkan jadwal Copa America pada edisi kali ini, mereka lalu memutuskan untuk mencabut status tuan rumah Kolombia.

Berikutnya adalah Argentina. Meski sedang tidak terjadi konflik parah. Argentina resmi mengundurkan diri dari status tuan rumah Copa America, setelah kasus covid disana mengalami lonjakan. Ya, di negara asal sang superstar Lionel Messi itu, sudah ada sekitar lebih dari tiga juta kasus terkonfirmasi positif Covid dengan 72 ribu korban lainnya mengalami kematian.

Akibat kekacauan yang terjadi, lagi-lagi, Conmebol sempat dipaksa untuk mengundurkan jadwal Copa America. Terlebih, dua negara yang menjadi undangan, yaitu Australia dan Qatar, memilih untuk menarik diri, setelah jadwal yang yang diberlakukan Copa America berbenturan dengan jadwal kualifikasi Piala Dunia milik Australia dan jadwal kualifikasi Piala Asia milik Qatar.

“Ada masalah kalender yang menghentikan Australia dan Qatar, tetapi kami telah melihat minat dari tim nasional lain untuk bermain sebagai tamu di tempat mereka. Kami ingin memiliki 12 tim,” kata Ramirez, juru bicara Conmebol.

Namun begitu, setelah sempat mencari pengganti dua negara tersebut, Conmebol akhirnya tetap menjalankan turnamen dengan 10 negara dan dibagi menjadi dua grup. Negara-negara tersebut adalah Brasil, Kolombia, Ekuador, Peru dan Venezuela yang berada di Grup A dan Argentina, Bolivia, Chili, Paraguay dan Uruguay berada di Grup B.

Brasil Dipilih Sebagai Tuan Rumah

Kembali lagi, meski sempat dipaksa untuk mengundurkan jadwal Copa America, konfederasi tertinggi Amerika Latin itu tetap kekeh untuk menggelar Copa America sesuai jadwal. Mulanya, terdapat sejumlah nama yang berpotensi bakal gantikan peran Argentina dan Kolombia sebagai tuan rumah, seperti Uruguay, Paraguay, Amerika, dan Chile. Namun pada akhirnya, Brasil lah yang ditunjuk sebagai tuan rumah Copa America 2021.

Melalui akun Twitter resminya, Conmebol mengumumkan dengan nada,

“Brasil resmi menjadi tuan rumah untuk Copa America 2021,”

“Sepak bola terbaik di dunia akan membawa kegembiraan dan semangat bagi jutaan orang Amerika Selatan.”

“CONMEBOL berterima kasih kepada Presiden Jair Bolsonaro dan timnya, serta Konfederasi Sepakbola Brasil.”

“Untuk membuka pintu negara ke acara olahraga teraman di dunia sekarang. Amerika Selatan akan bersinar di Brasil dengan semua bintangnya,”

Dilaporkan, ada sekitar empat kota yang telah disiapkan untuk menggelar ajang ini, yaitu Brasilia, Mato Grosso, Rio de Janeiro dan Goias.

Meski Conmebol telah resmi menunjuk Brasil sebagai tuan rumah, mereka tetap mendapat banyak kecaman, tak terkecuali dari pemain samba itu sendiri. Para pemain Brasil memprotes Conmebol karena di negara tersebut masih terdapat banyak sekali kasus covid. Seperti diketahui, sampai saat ini sudah tercatat ada kasus infeksi penyakit virus corona yang mencapai 16,8 juta disana.

Selain kasus covid yang masih begitu melonjak, di Brasil juga masih terdapat banyak protes yang dilayangkan oleh masyarakat disana kepada para petinggi negara, yang dinilai lamban dalam menangani kasus virus covid 19. Perlu dicatat pula bahwa negara tersebut telah membukukan sebanyak 60 ribu kasus dalam sehari, dengan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia.

Namun mengapa pada akhirnya Brasil tetap ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Copa America pada tahun ini?

Pertama, Conmebol berkaca pada keberhasilan Brasil yang sukses menggelar ajang Piala Dunia 2014, serta Copa America 2019, dimana ketika itu mereka juga berhasil keluar sebagai juara.

Kemudian, menjawab banyaknya kritik yang masuk, Conmebol lantas melanjutkan respon dengan menyebut bila Brasil memang cocok menjadi tuan rumah, setelah negara tersebut dianggap sukses dalam melakukan vaksinasi. Ya, meski jawaban itu tidak membuat banyak pihak puas, Conmebol tetap percaya diri mengatakan kalau Brasil tercatat sebagai negara dengan persentase vaksinasi tertinggi ketiga di Amerika Latin, yaitu disebutkan sebanyak 10% populasi disana telah mendapat dosis kedua per 1 Juni.

Apa mau dikata, meski timbulkan kontroversi, Conmebol sebagai konfederasi tertinggi sepakbola Amerika Selatan tetaplah menjadi pemegang kendali atas segalanya. Semoga saja, gelaran legendaris ini bisa berjalan dengan lancar dan tetap menciptakan momen-momen meriah nan tak terlupakan.

Sumber referensi: panditfootball, thehindu, goal, goal 2

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *