Kisah heroik kebangkitan Aston Villa di Liga Inggris musim ini, tak lepas dari andil “Mr Good Ebening” Unai Emery. Pelatih Spanyol tersebut berhasil membawa The Villans dengan dana dan pemain pas-pasan merangsek ke papan atas Liga Inggris.
Juara Liga Champions tahun 1982 itu juga akhirnya bisa masuk ke kompetisi Eropa lagi musim depan, setelah absen sejak 2008 silam. Tak sampai di situ, mereka musim depan juga benar-benar mempersiapkannya dengan matang sedari dini. Salah satunya adalah mendatangkan salah satu direktur olahraga sekaligus juru transfer terbaik bernama Ramon Rodriguez Verdejo alias Monchi dari Sevilla.
Kombinasi kesuksesan Monchi dan Emery ketika di Sevilla diharapkan bisa ditularkan di Villa Park. Jika berhasil, apakah nantinya Aston Villa akan jadi “The Next Sevilla”?
Aston Villa is delighted to announce the appointment of Ramón Rodriguez Verdejo ‘MONCHI’ as the Club’s new President of Football Operations.
— Aston Villa (@AVFCOfficial) June 16, 2023
Daftar Isi
Dukungan Penuh Pemilik
Perubahan drastis proyek pengembangan Aston Villa ini tak lepas dari ambisi besar pemilik mereka yang ambisius asal Mesir, Nassef Sawiris. Bersama Wes Edens, Sawiris adalah orang yang getol dalam merencanakan kedatangan Unai Emery maupun Monchi.
Unai Emery on Nassef Sawiris: "He told me about an Aston Villa project, of history, of now & what he wanted to build. Of what he had seen in me/what I was capable of doing. He convinced me. Ambitious man of his word & has conviction in credibility I have as a coach."#avfc #UTV pic.twitter.com/RYf9EjxKVJ
— Talk Villa (@thetalkvilla) November 7, 2022
Awalnya, Aston Villa berambisi menggantikan Chris Purslow, direktur olahraga mereka terdahulu dengan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany. Namun di saat Alemany memilih bertahan di Barca, Sawiris langsung gerak cepat mencari opsi lain. Atas saran Emery, Monchi lah yang akhirnya datang.
Tak dipungkiri penunjukan direktur olahraga yang mengurusi tetek bengek transfer dan pengembangan tim ini, dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan pemilik terhadap direktur olahraga sebelumnya, Chris Purslow.
Christian Purslow was a key figure in Aston Villa's return as a Premier League force.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) June 12, 2023
But, with owner Nassef Sawiris more hands on and Unai Emery given the keys to the castle, the club are moving on without him.
Yet the CEO leaves a legacy at #AVFC
📝 @greggevans40
Meski banyak berhasil mendatangkan uang seperti penjualan Grealish maupun Chukwuemeka, Purslow juga dianggap banyak gagalnya. Termasuk performa Aston Villa ketika terpuruk bersama Gerrard, serta pembelian-pembelian pemain seperti Coutinho.
Asal tahu saja, penunjukan Emery sebagai pelatih pun atas inisiatif pemilik tanpa melibatkan Purslow. Kedatangan bek kiri Alex Moreno di paruh musim kedua, serta pemain baru Youri Tielemans, juga tanpa melibatkan Purslow. Pasalnya, Emery sendiri yang disuruh untuk mengurusi transfernya oleh pemilik.
Monchi di Sevilla
Begitu juga penunjukan Monchi. Nantinya, Monchi akan bekerja bersama dengan Emery seperti ketika di Sevilla. Monchi akan jadi jembatan antara Emery dengan pemilik. Ia juga akan memberi saran yang dibutuhkan Emery dengan analisanya.
Monchi punya pengalaman lama bekerja dengan Emery, dari 2013 hingga 2017 di Sevilla. Tapi kalau ditarik ke belakang, Monchi sudah menginjakan kakinya di Ramon Sanchez Pizjuan sejak tahun 2000.
Sudah bukan rahasia lagi kalau Monchi adalah direktur olahraga sekaligus guru transfer handal yang ada di Spanyol. Bayangkan saja, trofi seabrek sudah ia raih bersama Sevilla selama ini. Tak main-main dua dari tujuh gelar Piala UEFA atau Europa League yang didapat Sevilla adalah berkat tangan dinginnya.
Sevilla sporting director Monchi has reportedly informed the club of his desire to leave amid speculation linking him to Aston Villa.
— Tʜᴇ Vɪʟʟᴀ Vɪsɪᴏɴ (@TheVillaVision) June 8, 2023
The highly regarded transfer guru initially joined Sevilla in 2000 before leaving in 2017 and later returning for a second time in 2019.
It was… pic.twitter.com/aetOyHVju3
Monchi membangun Sevilla dari awal. Bisnis transfernya sering berhasil. Membeli pemain murah, atau mengembangkan pemain binaan klub dan kemudian dijual mahal, itulah rumus cara kerja Monchi. Sudah banyak buktinya, seperti Dani Alves, Sergio Ramos, Rakitic, Aleix Vidal, Carlos Bacca, Kounde, Diego Carlos dan lain sebagainya.
Monchi bargains for Sevilla:
— Football Talent Scout – Jacek Kulig (@FTalentScout) March 15, 2022
Alves 550K€
Keita 4M€
Rakitic 2,5M€
Fazio 800K€
Kondogbia 4M€
Bacca 10M€
Vidal 3M€
Medel 3M€
Vitolo 3M€
Krychowiak 5M€
Sarabia 400K€
Lenglet 5M€
Nzonzi 8M€
Ben Yedder 9M€
Koundé 25M€
Ocampos 15M€
Jordán 14M€
Montiel 11M€
Corona 3M€ pic.twitter.com/ZL2FY4c7Dl
Monchi di AS Roma
Namun apakah dengan segala kelebihan dan prestasi Monchi tersebut ia tak ada celanya? Ada persepsi bahwa ia hanya jago ketika di Sevilla saja. Buktinya, ketika memegang AS Roma, ia sempat dicap gagal.
Monchi pernah mencoba peruntungan bersama AS Roma sejak 2017 hingga 2019. Ia sendiri telah mengaku gagal ketika bekerja di sana. Kegagalannya banyak disorot, selain tanpa gelar, dari segi bisnis transfernya pun banyak yang gagal.
La finale Sevilla FC (🇪🇸)-AS Roma (🇮🇹), c'est une énième finale pour Mourinho et les Andalous, mais c'est aussi…
— FUTBOL THERAPIST ⚽️ 🗣🇬🇧 🇪🇦 🇲🇫 🇩🇪 (@futboltherapist) May 19, 2023
La retrouvaille entre Monchi et son ancien club, dont les tifosi lui en veulent encore beaucoup pour son passage là-bas, trop selon moi (bilan objectif ci-dessous). https://t.co/c2qa1awC2i pic.twitter.com/920GwL7ZPB
”Saya tidak pernah berhasil selama dua tahun itu. Kurang mempunyai pengetahuan tentang beberapa aspek dasar klub dan saya akui itu salah,” kata Monchi pada AS.
Masih ingat ketika Alisson Becker dan Mo Salah dilepas begitu saja ke Liverpool? Pemecatan sepihak Eusebio Di Francesco, pelatih yang membawa Roma ke semifinal Liga Champions 2017/18, juga merupakan andilnya. Beberapa pemain muda yang diboyong sebagai niat regenerasi tim, juga banyak yang gagal, seperti Cengiz Under, Justin Kluivert, dan masih banyak lagi.
Meski dicap gagal, namun kalau soal keuangan Monchi ternyata berjasa bagi Roma. Selama bertugas di Giallorossi, ia membawa untung sebanyak sebanyak 306 juta euro dari penjualan pemain.
Monchi: “Ninety-five percent of what happened at AS Roma was my responsibility”https://t.co/1021cXC6bm
— Get Spanish Football News (@GSpanishFN) May 31, 2023
Pengalaman Aston Villa Di Turnamen Eropa
Aston Villa yang diharapkan menjadi “The Next Sevilla” di Inggris, membuat beban Monchi akan semakin berat. Meski ia tenang karena bersama bekerja bersama Unai Emery, sahabatnya. Namun tak mudah mengubah tim yang jarang masuk kompetisi Eropa untuk langsung berhasil. Kita tahu ketika Monchi membangun Sevilla sejak tahun 2000 saja, baru berhasil meraih kejayaan di tahun 2006.
Beban akan bertambah berat lantaran Aston Villa pernah kesulitan di kompetisi Eropa. Bertarung di UEFA Cup musim 2008/09, saat dilatih Martin O’Neill, Aston Villa terhenti di babak 32 besar oleh CSKA Moscow.
From 2006–2010 Martin O'Neill managed Aston Villa. O’Neill went on to manage the club for 190 games and led Aston to the Intertoto Cup, the UEFA Cup and the League Cup final in 2010, eventually losing 2-1 to Manchester United. pic.twitter.com/KP7H24s2jM
— FOOTBALL TRIVIA 365 (@PlayFT365) April 13, 2021
Aston Villa Menatap Conference League
Musim depan Aston Villa akan menatap kompetisi Eropanya setelah 14 tahun lamanya menanti. Ya, Conference League akan menjadi kompetisi Eropa yang akan digeluti Monchi dan Emery.
Kedalaman skuad akan sangat penting bagi Monchi dan Emery untuk mengarungi Conference League sekaligus jadwal kompetisi padat lainnya. Namun kalau melihat potensi peta pesaingnya di Conference League musim depan, sepertinya terlihat sepadan bagi skuad yang dimiliki Monchi dan Emery.
Mungkin hanya Juventus maupun Frankfurt yang akan jadi batu sandungan mereka sedari awal kalau bertemu. Namun, tak bisa ditebak juga kalau ditambah tim kuat lainnya yang lengser dari Europa League. Terlepas dari seberapa berat lawan mereka, Monchi dan Emery pasti sudah tahu resep rahasianya agar mampu melaju jauh hingga menjadi juara.
Pembuktian Emery-Monchi
Kini sebuah pembuktian menanti kolaborasi Emery dan Monchi. Dari segi pemain yang datang dan yang akan dipertahankan, akan menjadi kunci bagi mereka berhasil di musim depan.
Sevilla have won the UEFA Cup / Europa League more times (7) than any other club, Monchi was the club's Sporting Director each season.
— Squawka (@Squawka) June 16, 2023
Unai Emery has won the competition more times than any other manager (5), working with Monchi to win three of them at Sevilla.
Aston (se)Villa. pic.twitter.com/iM37Y5gOiT
Dengan formasi Emery yang lebih suka dengan 4-4-2, stok pemain Aston Villa untuk musim depan setidaknya sudah bertambah kuat dengan datangnya Tielemans yang akan menemani Douglas Luiz, Ramsey, Coutinho, maupun McGinn di lini tengah.
📝 DEAL DONE: Aston Villa have signed Youri Tielemans from Leicester.
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) June 10, 2023
(Source: @AVFCOfficial) pic.twitter.com/kQ2yY0C4nV
Di lini belakang, dengan sembuhnya Diego Carlos, mantan pemain bawaan Monchi di Sevilla, bisa memperkuat duet Mings dan Konsa. Kekokohan Emiliano Martinez di bawah mistar juga jadi kekuatan besar bagi Villa.
Yang jadi PR kini adalah di lini serang. Striker gacor mereka Ollie Watkins harus di backup dengan pemain sepadan untuk kebutuhan rotasi jika tampil ngedrop. Maka dari itu channel Spanyol Monchi kini mulai dipakai. Salah satunya yang sedang diupayakan menurut The Athletic adalah membawa striker dan sayap Spanyol dari Bilbao, Inaki Williams dan Niko Williams.
🚨Aston Villa are moving forward to sign Athletic Bilbao's 20-year-old Spanish winger Nico Williams. 🇪🇸 🔴#Athletic 🔵#AVFC pic.twitter.com/tqIdQ1PDSh
— Ekrem KONUR (@Ekremkonur) June 14, 2023
Ya, kita tunggu saja gebrakan transfer apa yang akan diperbuat Monchi dan Emery musim depan bagi The Villans. Yang jelas, selama ada kombinasi Emery dan monchi, cepat atau lambat peluang Aston Villa menjadi “The Next Sevilla” akan semakin besar.
Sumber Referensi : theathletic, transfermarkt, theathletic, uefa, sportingnews


