Demi mendatangkan pemain berkelas, sebuah klub tidak hanya harus mengeluarkan biaya transfer, andai memang tengah mengincar pemain yang belum berstatus bebas transfer. Karena disamping itu, hal yang harus diperhatikan lainnya yaitu gaji pemain.
Setiap pemain memiliki gaji yang berbeda-beda. Biasanya gaji pemain bintang akan jauh lebih tinggi, dari pemain-pemain medioker atau pemain rintisan dari akademi. Sebab itu, beberapa klub yang memiliki pemain bintang atau bergaji mahal akan boncos dalam pengeluaran gaji.
Nah, berikut ini adalah klub Eropa yang boncos dalam membayar gaji pemain. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Manchester City
Setelah kedatangan taipan asal Abu Dhabi, Sheikh Mansour dan kolega, Manchester City berubah sedemikian rupa. Mereka menjadi salah satu klub terkaya di dataran Britania Raya. Bahkan dengan berlimpahnya uang City, mereka berhasil mendatangkan beberapa pemain bergaji mahal.
Banyak pemain bergaji tinggi dalam skuad Pep Guardiola saat ini. Salah satunya yang sangat tinggi adalah Kevin de Bruyne. Pemain berkebangsaan Belgia itu, dilansir Top Soccer Blog, memiliki gaji sekitar 350 ribu poundsterling atau Rp6,2 miliar per pekan.
Manchester City pun menjadi salah satu klub dengan pengeluaran gaji terbanyak. Tercatat di Football Transfers, Manchester City harus mengeluarkan biaya gaji untuk para pemainnya sekitar 355 juta poundsterling atau sekitar Rp6,3 triliun.
De Bruyne’s last 15 home games:
11 goals
10 assistsCity’s talisman loves playing in Manchester.#MCIBOU pic.twitter.com/dJTQtzGNh8
— BabaIjebu (@playbabaijebu) August 13, 2022
Sementara itu, menurut sumber yang lain, Top Soccer Blog, Manchester City mengeluarkan dana untuk gaji pemain sebanyak 146 juta poundsterling per musim, atau sekitar Rp2,6 triliun. Jika dihitung per pekan, Manchester City mengeluarkan biaya 2,9 juta poundsterling (Rp51,7 miliar)
Jumlah yang sangat fantastis. Tapi jumlah itu sepertinya bukan apa-apa, karena City berhasil menjuarai Liga Inggris selama dua musim berturut-turut. Meski di satu sisi, mereka belum bisa mendatangkan trofi Liga Champions Eropa.
Bayern Munchen
Musim lalu, Bayern Munchen tercatat sebagai salah satu klub dengan pengeluaran gaji terbesar di Eropa. Sebagai klub raksasa di Jerman, Die Roten, pada musim lalu setidaknya harus mengeluarkan biaya 166 juta poundsterling atau Rp2,9 triliun untuk menggaji para pemainnya per musim.
Salah satu pemain termahal Die Roten musim lalu adalah Robert Lewandowski, yang memiliki gaji 369 ribu poundsterling per pekan, atau setara Rp6,5 miliar. Meski pada akhirnya Lewandowski pindah ke Barcelona, pengeluaran gaji The Bavarians masih saja banyak.
Dilansir Salary Sport, yang teranyar Bayern Munchen setidaknya mengeluarkan 3,1 juta poundsterling atau sekitar Rp55,1 miliar per pekan. Salah satu yang memiliki gaji tertinggi adalah Sadio Mane. Dilansir Capology, Sadio Mane memiliki gaji 357 ribu poundsterling atau setara Rp6,3 miliar.
Sadio Mane and Matthijs de Ligt both scored in Bayern Munich’s first pre-season friendly 🙌 pic.twitter.com/iyaBYSpI64
— GOAL (@goal) July 21, 2022
Menarik dinanti, dengan pengeluaran gaji yang banyak itu, apa Bayern Munchen bisa meraih prestasi terbaik? Misalnya, Liga Champions? Karena musim lalu, dengan pengeluaran gaji yang banyak, anak asuh Nagelsmann hanya bisa meraih trofi Bundesliga dan Piala Super Jerman, yang, ya memang sudah pasti dapat.
Juventus
Klub raksasa Italia, Juventus juga menjadi yang paling banyak mengeluarkan biaya untuk gaji pemain. Salah satu klub yang pernah menjuarai Liga Champions itu, dikabarkan pada musim lalu menghabiskan tak kurang dari 184 juta poundsterling atau sekitar Rp3,2 triliun.
Sementara itu, dari data yang dikutip Salary Sport, total uang yang dikeluarkan Juve untuk gaji pemain adalah 2,7 juta poundsterling per pekan. Jumlah itu setara dengan Rp48 miliar.
Bek yang kini pindah ke Bayern Munchen, Matthijs De Ligt jadi salah satu pemain yang memiliki gaji tinggi di skuad Bianconeri. Gaji De Ligt ketika itu berada di kisaran 240 ribu poundsterling (Rp4,2 miliar) per pekan.
Meski mengeluarkan gaji yang banyak, sepertinya Juventus tidak untung-untung banget. Karena penampilan La Vecchia Signora di kancah domestik dan Eropa terbilang belum menterang. Selama dua musim, Juventus gagal menggamit scudetto. Mereka juga tak lagi meraih trofi Eropa. Juventus hanya bisa meraih trofi Coppa Italia pada musim 2020/21.
Juventus are crowned 2020-2021 Coppa Italia Champions! 🏆 pic.twitter.com/LQlqpX1OSN
— DAZN Canada (@DAZN_CA) May 19, 2021
Barcelona
Baiklah, pasti kalian tahu bagaimana Barcelona yang kondisinya sedang ditimpa krisis. Tapi perlu diingat pula, Barcelona sejatinya menjadi salah satu klub Eropa dengan pembiayaan gaji tertinggi. Ini serius.
Dikutip dari Football Transfers, Blaugrana setidaknya harus mengeluarkan biaya 383 juta poundsterling atau setara Rp6,8 triliun musim lalu. Dan seperti yang semua orang ketahui, salary cap Barcelona dikabarkan minus.
— Box2Box Football Podcast (@Box2BoxBola) July 14, 2022
Dalam laporan yang dihimpun Box 2 Box Indonesia, batas gaji Barcelona minus 144 juta euro (Rp2,1 triliun). Dengan nominal yang minus itu, meski kini kabarnya pelan-pelan pulih, menandakan bahwa Barcelona benar-benar boncos.
Apalagi Barcelona gagal menyabet trofi bergengsi seperti Europa League, usai dikandaskan Eintracht Frankfurt. Walaupun, untungnya pada musim lalu, mereka bisa finish di peringkat kedua setelah terseok-seok di awal.
Meski beberapa pemain kabarnya rela gajinya dipangkas, namun Barcelona tetap memiliki beban gaji selangit. Data Capology menunjukkan, Barca harus mengeluarkan sekira 4,4 juta poundsterling (Rp78,4 miliar) per pekan untuk gaji pemain.
PSG
Klub berikutnya tentu saja Paris Saint-Germain. Sebagai klub kaya, gengsi dong kalau gajinya sepadan dengan klub-klub miskin. Tentu, gaji pemain PSG memang mahal-mahal, apalagi Kylian Mbappe. Pemain itu dikabarkan mendapatkan gaji tertinggi di PSG.
🗣 | Jürgen Klopp:
“Kylian (Mbappé) is at PSG, Griezmann has joined Barcelona. We would like a French player but some of them are too expensive for us!” pic.twitter.com/NjIP3cXqme
— The Anfield Buzz (@TheAnfieldBuzz) December 22, 2019
Mbappe mendapatkan total 50 juta euro bersih selama tiga tahun ke depan. Data dari Capology, gaji Mbappe per pekan bisa menyentuh angka 1,7 juta euro (Rp25,6 miliar). Nominal itu lebih tinggi dari Lionel Messi yang bergaji 1,2 juta euro (Rp18 miliar).
Jadi, total gaji yang mesti dibayar PSG ke pemainnya adalah 8 juta euro per pekan atau setara Rp120 miliar. Jumlah gaji yang fantastis itu pernah membuat PSG dilaporkan telah melanggar financial fair play. Meski pada akhirnya, beberapa kali lolos dari sanksi.
Namun, dengan gaji sebanyak itu, apakah lantas PSG berhasil? Tentu saja iya, kalau kita mengacu ke kancah domestik. Namun, untuk kancah Eropa, PSG sampai hari ini masih menjadi pecundang.
Manchester United
Klub terakhir, Manchester United. Raksasa Liga Inggris yang belum pernah memenangi gelar liga sejak musim 2012/13. Prestasi Manchester United yang melorot itu sama sekali tidak sebanding dengan biaya gaji pemain yang mereka keluarkan.
Dikutip Sportskeeda, Manchester United setidaknya mengeluarkan biaya 4,1 juta per pekan atau setara Rp73 miliar. Meski dalam lima tahun terakhir United pernah menduduki peringkat kedua di akhir musim, tapi mereka pelan-pelan justru seperti menuju kehancuran.
🔴Manchester United are progressing talks with David De Gea for a new deal.#MUFC 🌟🇪🇸🧤
🗣Performance-related bonuses and signing on fees also need to be discussed.
💰De Gea wants to stay, and he’s willing lower his base salary.
👀 Cautious optimism that a deal can be done. pic.twitter.com/bG3XDRaDdV
— ⚡️ (@utd_r7) May 26, 2022
Beberapa pemain memiliki gaji yang tinggi. Sebut saja misalnya, David De Gea yang bergaji 350 ribu poundsterling per pekan, atau setara Rp 6,2 miliar. Nah, soal penampilannya, barangkali kamu sendiri bisa memberikan komentarnya.
Well, selain De Gea, pemain lain seperti Martial dan Harry Maguire juga memiliki gaji yang tinggi. Setidaknya, Maguire memperoleh gaji dari MU sebanyak 190 ribu poundsterling (Rp3,3 miliar) per pekan. Sementara, Martial memperoleh gaji 250 ribu poundsterling (Rp4,4 miliar).
Sumber: Sportskeeda, FootballTransfers, TopSoccerBlog, TheGuardian, Marca, ThisIsAnfield


