Kisah Tercampakannya Italia Di Piala Dunia Setelah Menjadi Juara Di 2006

spot_img

Italia gagal memesan satu tiket ke Piala Dunia tahun 2022. Hasil minor itu mengejutkan banyak orang. Apalagi status Italia adalah sang juara Euro. Bagaimana mungkin negara lainnya di Eropa lolos, tapi yang juara di kompetisi konfederasinya malah tidak?

Catatan hitam itu menggenapi kegagalan Italia di Piala Dunia. Terhitung sejak menjuarai kompetisi ini tahun 2006, Gli Azzurri seperti tercampakkan begitu saja di ajang paling bergengsi tersebut. Entah di Piala Dunia 2010, 2014, maupun tahun 2018.

Gagal Lolos Grup Di 2010 Afrika Selatan

Mari kita mulai pada tahun 2010. Italia lolos ke Afrika Selatan melalui jalur kualifikasi zona Eropa bersama pelatih Marcello Lippi yang membawa Italia juara di Piala Dunia 2006. Sebagai juara bertahan, Italia berada di grup 8 kualifikasi zona Eropa bersama Bulgaria, Irlandia, Montenegro, Cyprus, dan Georgia. Italia pun akhirnya lolos ke Piala Dunia setelah keluar sebagai juara grup ketika itu.

Pada bulan Desember 2009 undian Piala Dunia 2010 Afrika Selatan pun digelar. Italia berada di Grup F. Grup yang relatif tidak diisi negara-negara kuat seperti Paraguay, Selandia Baru dan Slovakia. Otomatis Italia dijagokan lolos mudah sebagai juara grup.

Namun, nasib berkata lain, di pertandingan pembuka skuad asuhan Marcelo Lippi itu kesusahan melawan Paraguay. Hasil imbang 1-1 pun yang didapat. Menyusul di pertandingan berikutnya melawan Selandia Baru, Italia masih harus bekerja keras. Gli Azzurri kesulitannya membongkar pertahanan Selandia Baru. Italia pun kembali meraih hasil imbang 1-1.

Setelah pertandingan itu, timbul rasa kekhawatiran Italia tidak lolos dari fase grup. Dan benar saja, malapetaka itu datang pada pertandingan ketiga melawan Slovakia. Slovakia secara mengejutkan berhasil memupus harapan Italia masuk babak selanjutnya dengan mengalahkanya lewat skor 3-2.

Dengan hasil itu, pasukan Marcello Lippi menempati posisi paling buncit. Sementara, Paraguay memimpin Grup F dengan 5 poin, disusul Slovakia dengan 4 poin, Selandia Baru dengan 3 poin, dan Italia hanya dengan 2 poin.

Setelah Brasil di 1966 dan Prancis di 2002, Italia menjadi pemegang juara bertahan Piala Dunia ketiga yang gagal melewati babak pertama di edisi berikutnya. Parahnya, Italia gagal meraih satu pun kemenangan.

Gagal Lolos Grup Di 2014 Brazil

Memasuki Piala Dunia 2014, Timnas Italia mulai berbenah untuk menghilangkan mimpi buruk mereka di tahun 2010. Langkah mereka disertai dengan pelatih barunya yang berhasil mengantarkan Italia ke final Piala Eropa 2012, Cesare Prandelli.

Italia melangkah ke Piala Dunia 2014 Brasil melalui babak kualifikasi zona Eropa. Italia tergabung di Grup B kualifikasi bersama Denmark, Ceko, Bulgaria, Armenia dan Malta. Italia akhirnya mampu lolos ke Brasil setelah mampu finish sebagai pemuncak klasemen grup kualifikasi.

Di Piala Dunia Brazil 2014, Italia tergabung di Grup B bersama Inggris, Kosta Rika dan Uruguay. Uruguay dan Inggris notabene adalah lawan yang tergolong berat bagi Italia di grup. Praktis hanya Kosta Rika yang tidak diperhitungkan lolos.

Memasuki awal laga, Italia bertemu Inggris yang dilatih Roy Hodgson. Harapan untuk lolos pun terbuka setelah Italia mampu mengatasi Inggris 2-1 lewat gol Marchisio dan si bengal Balotelli. Di pertandingan selanjutnya Italia berjumpa Kosta Rika. Di luar dugaan Italia menyerah 1-0 dari tim kuda hitam dan mengubah peta kekuatan di Grup B.

Peluang Italia untuk lolos pun kembali ditentukan di partai akhir grup melawan Uruguay. Uruguay yang juga masih berpeluang lolos mati-matian di pertandingan itu. Pertandingan alot pun terjadi, kartu merah Marchisio menjadi malapetaka bagi Italia.

Alhasil Gli Azzurri kecolongan 1 gol lewat Diego Godin. Uruguay akhirnya menang dan lolos sekaligus mengantarkan Italia pulang kampung.

Italia pulang kampung dengan finish di tempat ketiga. Di Bawah tim kejutan Kosta Rika dengan 7 poin dan runner up Uruguay dengan 6 poin. Ini adalah kali kedua pukulan telak bagi Italia. Setelah mereka juara di 2006 mereka harus gagal di fase grup selama dua perhelatan Piala Dunia secara beruntun.

Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2018 Rusia

Melangkah pada Piala Dunia Rusia 2018. Italia berharap bisa melaju lebih tinggi dari edisi sebelumnya. Mereka kembali mengganti pelatihnya dari Antonio Conte yang mengantarkan mereka ke perempat final Piala Eropa 2016 ke Gianpiero Ventura. Guna melakoni babak kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018.

Italia tergabung di Grup G kualifikasi zona Eropa bersama Spanyol, Albania, Israel, Makedonia, dan Liechtenstein. Italia hanya duduk di posisi runner up kualifikasi di bawah Spanyol ketika itu. Dan harus menjalani babak kualifikasi second round yang akan diundi kembali.

Di second round Italia bertemu Swedia untuk memperebutkan tiket ke Rusia dengan dua leg. Pertandingan pertama diselenggarakan di kandang Swedia. Italia menyerah 1-0 oleh gol Jakob Johansson. Namun, Italia masih punya harapan besar untuk comeback di leg kedua di kandang sendiri.

Bermain di kandang sendiri pasukan Ventura malah mengalami kebuntuan, setelah kiper Swedia Robin Olsen mampu tampil apik dengan beberapa penyelamatan penting. Italia berada pada fase deadlock. Hasil 0-0 pun tak terhindarkan. Strategi parkir bus Swedia akhirnya menenggelamkan Italia dalam sebuah catatan kelam sejarah.

Italia akan melewatkan Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1958. Sebuah aib bagi negara kuat seperti Italia. Setelah gagal total di edisi 2010 dan 2014, mereka kali ini lebih parah dan hanya bisa menonton Piala Dunia 2018 Rusia di layar kaca.

Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2022 Qatar

Memasuki fase menjelang Piala Dunia Qatar 2022, Italia bersama pelatih barunya Roberto Mancini membuat kejutan besar setelah mereka menjadi juara di Piala Eropa 2020. Mancini berhasil merevolusi Italia baik dari segi permainan maupun regenerasi. Pemain muda kini kerap dijadikan tumpuan seperti Donnarumma, Verratti, sampai Chiesa.

Italia berada di Grup C kualifikasi bersama Swiss, Irlandia Utara, Lithuania, dan Bulgaria. Mengejutkan, Italia justru hanya mampu menjadi menempati posisi kedua di bawah Swiss. Itu membuat mereka harus melakoni babak kedua kualifikasi dan bertemu Makedonia Utara.

Di babak kedua kualifikasi, pemain Makedonia Utara, Aleksandar Trajkovski memberi kejutan Italia di rumah sendiri. Golnya di menit-menit akhir melemparkan Timnas Italia dari Piala Dunia 2022 Qatar.

Italia kembali bernasib sama seperti yang sudah-sudah, mereka kini untuk kedua kalinya berturut hanya menonton Piala Dunia lewat layar kaca. Sebuah PR yang maha besar bagi Italia terutama federasi untuk segera berbenah.

Sumber Referensi : cnn.com, bleacherreport, washingtonnews, sportingnews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru