Kisah Perjalanan Hidup Ole Gunnar Solskjaer

spot_img

Ole Gunnar Solskjaer resmi ditunjuk sebagai pelatih Manchester United untuk menggantikan Jose Mourinho. Solskjaer bukanlah wajah baru di kubu setan merah, sebelumnya ia pernah berseragam Manchester United selama 11 tahun.

Ole Gunnar Solskjaer lahir pada tanggal 26 Februari 1973 dari pasangan Oivind Solskjaer dan Brita Solskjaer, tepatnya di Kristiansund, Norwegia. Solskjaer lahir dari keluarga yang gemar dengan olahraga. Menurut Manchester United News, sang ayah merupakan seorang pegulat.

Saat itu, sang ayah menginginkan anaknya, Solskjaer, untuk mengikuti jejaknya. Akan tetapi, olahraga itu ternyata terlalu berat dan kasar untuknya.

Solskjaer sempat belajar dan menekuni dunia gulat selama tiga bulan, namun tubuhnya terlalu lemah untuk bisa mengikuti cita-cita sang ayah. Bahkan, karena tubuhnya yang terlalu lemah dan kecil, Solskjaer sering diejek oleh teman-teman seusianya. Itulah mengapa ia mendapat julukan sebagai ‘Tiny Ole’, atau Ole si mungil.

Setelah merasa kurang beruntung dalam dunia gulat, Ole mulai menekuni olahraga lain yang ia cintai, yaitu sepakbola. Bahkan setiap hari ia selalu tidur dengan bola kesayangannya.

Sejak menekuni sepakbola, hari-harinya selalu diisi dengan menonton pertandingan sepakbola, khususnya pada hari sabtu, dirinya selalu menyempatkan untuk menonton ulasan sepakbola yang dibawakan oleh BBC.

Selain menonton sepakbola dari televisi, Oleh sering mengikuti perkembangan sepakbola dunia melalui media lainnya, seperti majalah, yang setiap minggu nya selalu ada ulasan terbaru.

Setelah mulai memahami arti sepakbola yang sesungguhnya, Ole mulai menendang bola dan bermain disekitar rumahnya. Kedua orang tuanya yang mengetahui hal itu, langsung bergerak cepat dan tak mau menyia-nyiakan bakat yang dimiliki oleh sang anak.

Tepat pada usia 8 tahun, Ole mendaftarkan diri ke akademi sepakbola di daerahnya, Clausenengen. Akademi Clausenengen merupakan klub kecil di daerah dekat rumahnya yang dikenal sebagai tempat untuk anak-anak menimba ilmu sepakbola. Namun saat itu, Ole sempat diragukan oleh akademi pertamanya itu karena dianggap terlalu kecil.

Akan tetapi, seiring berjalanya waktu dirinya mulai tumbuh besar dan memiliki tubuh yang cukup ideal. Ia berkembang menjadi lebih baik namun belum cukup untuk bisa dipromosikan ke tim professional.

Saat itu bakat Ole terbilang cukup menjanjikan, ia mencetak 31 gol dari 47 pertandingan bersama tim akademinya, Clausanengen.

Tepat pada tahun 1995, Ole bergabung dengan Molde, salah satu klub ternama di Norwegia. Di Molde, Ole semakin berkembang, dirinya berhasil mencetak banyak gol. Kemampuannya meningkat dan ia mulai dilirik oleh beberapa klub.

Namun saat itu ia hanya ingin bermain di Inggris. Mimpinya adalah bermain di kompetisi terbaik dunia.

Setelah Manchester United gagal mendapatkan Alan Shearer, dari sinilah karir emas Solskjaer dimulai, Sir Alex Ferguson merekrutnya tepat pada tanggal 29 Juli 1996. Di musim pertamanya, Solskjaer berhasil mencetak 18 gol. Momen terbaiknya saat berseragam Manchester United adalah ketika dirinya berhasil membawa United memenangi gelar Liga Champions Eropa di tahun 1999.

Dari situlah Ole Gunnar Solskjaer mulai dicintai dan dijuluki sebagai ‘The Super-sub’. Sempat mendapat tawaran dari beberapa klub, Solskjaer tetap setia dengan United dengan menolak semua tawaran yang disodorkan terhadapnya.

Sebagai pemain, karir Solskjaer tergolong biasa-biasa saja, ia hampir memulai seluruh pertandingan dari bangku cadangan. Meski banyak penyerang yang datang berlalu lalang di Old Trafford, Solskjaer tetap setia kepada panji setan merah.

Setelah menjalani karir mengesankan bersama United, ia memutuskan untk pergi di tahun 2007. Dan pada 2 Agustus 2008, sebuah laga testimonial antara Manchester United melawan Espanyol dimainkan untuk menghormati jasa pria Norwegia itu. Pertandingan itupun dihadiri oleh 69.000 pengggemar.

Setelah keputusannya untuk meninggalkan tim bersejarahnya itu, Ole Gunnar Solskjaer mendapat gelar kehormatan di negaranya, Norwegia. Tepat pada 25 Oktober 2008, dirinya menerima penghargaan sebagai ksatria kelas pertama dari orde Kerajaan St. Olav oleh Raja Harald ke-5 dari Norwegia. Solskjaer menjadi peraih gelar kebangsawanan termuda di Norwegia.

Setelah mengakhiri karir sebagai pemain sepakbola, Solskjaer melanjutkan perjalanannya dengan menjadi pelatih di tim reserve MU pada rentang 2008-2010.

Bersama tim reserve Setan Merah, The Baby Faced-Assasin mencatatkan prestasi yang cukup baik dengan meraih gelar Lancashire Senior Cup (2008-2009), Manchester Senior Cup (2009) serta Premier Reserve League (2009-2010).

Dari tim cadangan MU, karir kepalatihan Solskjaer berlanjut ke tim masa mudanya, Molde. Ia datang pada tahun 2011 ketika Molde tepat 100 tahun berdiri. Magis Solskjaer sebagai pelatih kemudian langsung terlihat di musim perdananya di Liga Norwegia. Molde yang belum pernah meraih gelar Liga Norwegia berhasil ia bawa menjadi juara untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Kini, Solskjaer melanjutkan tantangan kepelatihannya dengan membesut Manchester United, menggantikan Jose Mourinho yang dipecat karena gagal memenuhi ekspektasi kubu setan merah.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru