Kisah Klub Yang Terlalu Brutal di Dunia, FC Canales 2010

spot_img

Jika biasanya, olahraga sepakbola menjadi ajang untuk mempertontonkan keindahan permainan para seniman lapangan hijau.

Namun, bagaimana jadinya bila sepakbola justru menjadi ajang menunjukkan permainan kasar nan brutal?

Itulah yang dilakukan oleh klub asal Portugal, Canelas 2010. Sebuah klub sepakbola yang dibentuk pada 1966 dan berbasis di Porto. Karena kebrutalannya, bahkan sampai dijuluki sebagai “Tim Paling Brutal di Dunia”.

Julukan itu muncul karena memang para pemain Canelas sangat kasar saat bertanding. Padahal dalam sepakbola sendiri, fair play dan sportivitas sangat dijunjung tinggi, namun itu tak berlaku bagi Canelas 2010.

Klub yang dikenal brutal ini juga memiliki hubungan yang erat dengan Super Dragons, grup pendukung terbesar FC Porto dan paling ditakuti di Portugal. Banyak pihak menduga jika Canelas sengaja melakukan taktik seperti mafia, untuk mengintimidasi dan mengontrol lawan.

Yang membuat klub ini semakin terlihat brutal adalah, pemimpin Super Dragons, Fernando Madureira, adalah kapten di Canelas 2010. 

Tidak seperti kebanyakan klub pada umumnya, yang mana saat ingin merengkuh sebuah gelar harus berjuang mati-matian, Canelas 2010 pernah menjadi kampiun kompetisi tanpa banyak bertanding.

Peristiwa itu terjadi pada musim 2016/17 di divisi keempat Liga Portugal. Kala itu, Canelas berhasil menduduki posisi teratas klasemen akhir. Namun, gelar yang mereka dapatkan tidak diraih dengan cara sportif. 

Di musim tersebut, Canelas berhasil menang 6 kali dari 7 partai pembuka divisi 4. Setelahnya, tiba-tiba para klub yang berlaga di kompetisi tersebut bilang tidak mau main lagi dengan Canelas, karena mereka terlalu mengintimidasi lawan.

Setiap kali bertanding, bukan suguhan olah bola menawan yang mereka pertontonkan, tapi tekel brutal, tendangan kungfu, pukulan-pukulan dan lain sebagainya yang mereka lakukan. Praktik itu disinyalir biasa mereka lakukan. Ringkasnya, para pemain Canales 2010 lebih memilih menampilkan sisi gelap permainan dari pada kemampuan mengolah si kulit bundar yang baik. 

Akibat permainan kasar Canelas, tim-tim di sana ogah bertanding lagi dengan Canales 2010. Bahkan lawan-lawan Canelas lebih memilih untuk kalah langsung 3-0 dibanding harus berlaga melawan mereka. Lawan-lawan Canelas juga rela membayar denda 650 Pounds (10,7 juta rupiah) dibanding harus celaka.

Jika ditotal, 16 dari 24 kemenangan yang diraih Canales musim itu di dapat dari hasil WO. 

Meski begitu, ada satu klub yang berani melawan. Klub itu adalah CD Candal. Tidak hanya hadir di lapangan, mereka bahkan menaklukkan Canelas 2010 2-0. Hasil itu jadi satu-satunya kekalahan Canelas 2010 pada 2016/2017. 

Canelas akhirnya finis di posisi pertama, berjarak 25 poin dengan posisi kedua.

Sebanyak enam tim teratas kemudian melakoni play-off untuk menentukan siapa yang naik kasta. Sistem yang digunakan adalah kompetisi penuh. Dengan tiket promosi dipertaruhkan, lima tim lain memutuskan bermain.

Pada laga ketiga saat melawan Rio Tinto, salah satu pemain Canelas 2010, Marco Goncalves, membuat masalah.

Dia sudah mendapat kartu merah pada menit kedua karena mengasari lawan. Tidak sampai di situ, Goncalves juga mematahkan hidung wasit setelah menyerangnya menggunakan lutut.

Sebagai hukuman, Goncalves kemudian dilarang terlibat sepak bola selama empat setengah tahun. Dia juga dihukum penjara 11 bulan. Canelas turut memberikan sanksi dengan memecatnya.

Pertandingan sendiri dihentikan dengan Rio Tinto ditetapkan sebagai pemenang lewat skor 3-0. Namun, mereka memboikot pertemuan kedua melawan Canelas 2010. Keputusan itulah yang mendorong Canelas 2010 ke posisi pertama klasemen akhir dan mendapat jatah promosi ke divisi tiga.

Mereka hanya semusim berada di Divisi III karena langsung terdegradasi. Namun, Canelas 2010 kembali naik kasta pada 2018/2019. Hingga sekarang, Canelas 2010 masih bermain di divisi 3 Portugal, Campeonato de Portugal. 

Sumber Referensi : Liputan6, The18, Instagram

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru