Kisah Di Balik Layar Pemecatan Jose Mourinho

spot_img

Kiprah Jose Mourinho di Manchester United telah berakhir. Banyak cerita gelap yang menyelimuti tubuh klub Setan Merah semasa manajer asal Portugal tersebut berkuasa. Mulai dari konflik dengan sejumlah pemain, tak harmonisnya hubungan dengan manajemen, hingga peragaan permainan yang kelewat membosankan.

Apa yang dilakukan Jose Mourinho hingga manajemen merasa yakin untuk memecatnya?

Pada Mei lalu, legenda klub Dwight Yorke mengatakan United bisa saja memenangi Liga Inggris jika dilatih Pep Guardiola. Mourinho yang membaca komentar tersebut lalu berusaha menyingkirkan Yorke dari jajaran duta klub. Pihak klub menolak.

Pada Juli, ketika ia baru saja menggelontorkan 50 juta euro untuk memboyong Fred, ucapannya kepada media adalah klub akan menjalani musim yang sulit. Mood Mourinho semakin memburuk karena klub gagal mendatangkan bek tengah, posisi yang selalu ia tekankan untuk diperbaiki. Kecewa dengan harga mahal yang dipatok Leicester untuk Harry Maguire, Mou mempertanyakan mengapa tidak ada satu pun 52 pemandu bakati United yang mengamati Maguire saat memperkuat Hull setahun sebelumnya.

Saat pramusim di Amerika Serikat, Mou sempat mengusir seorang wartawan Inggris untuk menjelaskan ia akan senang jika Anthony Martial dijual, sehari setelah klub menyatakan sayap asal Perancis tersebut tak dijual.

Pada titik ini, pihak klub dan Mourinho sudah tidak berjalan dalam satu visi. Menjadi berat bagi pemain untuk berkembang dalam situasi seperti ini.

Dalam suatu momen, vice-chairman Ed Woodward bahkan diumpat Mourinho dari lobi hotel tim di Miami ketika Woodward mengutarakan tak akan mendekati Jerome Boateng karena riwayat cederanya memprihatinkan.

Jika dilihat dari perilakunya terhadap media, kita bisa mencurigai bahwa Mourinho tidak pernah menikmati perannya sebagai pelatih Manchester United.

Pada jumpa pers pertama sebagai pelatih United di Shanghai, pegawai pers United mengatakan Mourinho tak punya banyak waktu untuk memimpin latihan. Ia bahkan belum menerima pertanyaan dari wartawan saat mengucap, “Apakah kita sudah selesai?”. Ia meninggalkan wartawan, sebelum akhirnya diminta kembali ke jumpa pers oleh petugas.

Pada suatu wawancara dengan Sky Sports, ia duduk dengan mengawasi ponsel di lututnya demi memastikan sesi tanya-jawab tak lebih dari 10 menit seperti yang dijadwalkan.

Mourinho adalah figur yang terisolasi di Manchester. Ia sering terlihat duduk sendirian di restoran Hotel Lowry di Salford. Selama dua setengah tahun melatih United, ia menginap di hotel tersebut. “Aksi” terakhirnya di hotel sebelum menerima pemecatan adalah makan siang di restoran, dengan menatap ponselnya cukup lama seperti biasanya.

Mou memang terlihat menikmati momen bahagia bersama pemain, staf, atau pemain, seperti menonton pertandingan tim cadangan dengan penggemar penyandang disabilitas pada September, atau kala terlihat sering bercanda dengan asisten Rui Faria. Namun, pegawai-pegawai klub mengungkapkan bahwa Mou adalah pribadi yang sulit diatur.

Dalam laga semifinal Piala FA melawan Tottenham musim lalu, ia menolak dua pilihan hotel yang disodorkan klub. Ia meminta pegawai untuk memilihkan, tapi menekankan ia tidak senang dengan salah satu hotel karena ruang pertemuan favoritnya kadung dipesan Microsoft.

Masalah hubungan personal ini juga terjadi pada para pemain. Yang paling kentara adalah Paul Pogba. Ia sempat terlibat keributan dengannya di sesi latihan, lalu mencopotnya dari jajaran kapten United. Kadang ia juga berkomentar sinis terhadap pemain kepada media. Luka Shaw pernah ia katakan “bermain dengan otakku” dalam suatu pertandingan.

Semuanya jelas. Meski pernah mengatakan melatih United adalah impiannya, Mourinho yang datang ke Inggris pada 2004 sangatlah berbeda dengan Mourinho yang datang ke Old Trafford pada 2016. Belakangan, ada perasaan yang mengesankan Mourinho merasa lebih besar daripada Manchester United itu sendiri.

Tak mengherankan jika setelah Mou pergi, pihak klub menekankan bahwa baik pelatih sementara maupun pelatih tetap yang akan ditunjuk adalah pemimpin yang mampu menyatukan para pemain.

ESPNFC mengatakan respon pemain saat diberitahu Mou dipecat adalah “terkejut”, tapi perasaan pemain yang terlihat secara umum adalah “lega”.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru