Keputusan Fatal Wasit Ini Tidak Akan Pernah Dilupakan Dunia!

  • Whatsapp
Keputusan Fatal Wasit Ini Tidak Akan Pernah Dilupakan Dunia copy
Keputusan Fatal Wasit Ini Tidak Akan Pernah Dilupakan Dunia copy

Wasit menjadi satu sosok yang paling disorot dalam pertandingan, selain para aktor lapangan itu sendiri. Ketika orang yang bertugas memimpin pertandingan itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik, maka pujian akan tertuju padanya. Namun sebaliknya, ketika keputusan yang dikeluarkan kurang tepat apalagi lebih ke arah yang kontroversial, maka siap-siapa saja bila nama mereka tidak akan pernah dilupakan, terutama bagi para penggemar yang timnya merasa dirugikan.

Meski kesalahan memang menjadi sifat dasar manusia, bagaimana bila keputusan yang dikeluarkan sampai membuat kemenangan sebuah tim merasa “dirampok”? Tentu hal itu akan menimbulkan perkara besar, yang akan membawa nama sang wasit sampai kapanpun.

Pada bahasan kali ini, starting eleven akan coba mengulas tentang deretan wasit paling kontroversial sepanjang sejarah. Penasaran seperti apa saja keputusan memalukannya? Simak ulasannya berikut ini.

Byron Moreno

Byron Moreno, tidak diragukan lagi menjadi salah satu wasit paling kontroversial sepanjang sejarah. Bagi penggemar timnas Italia, keputusan ini banyak merugikan hingga membuat tim kesayangan harus tersingkir dari ajang Piala Dunia.

Tepat di tahun 2002, Byron Moreno memimpin pertandingan antara tuan rumah Korea Selatan melawan Italia. Di laga itu, dia banyak mengeluarkan keputusan yang dianggap sangat merugikan timnas Italia. Moreno sempat menganulir gol yang dicetak timnas Italia. Kemudian, dia juga memberi hadiah kartu merah kepada Francesco Totti hingga membuat Korea bisa lebih mudah menyingkirkan Italia.

Karena kesalahan yang dilakukan itu, Byron Moreno sampai mendapat panggilan dari otoritas sepakbola Ekuador. Belum sampai disitu, Byron Moreno juga dinyatakan bersalah saat memimpin laga antara Liga Deportiva Universitaria de Quito dan Barcelona Sporting Club. Di laga itu, dia dilaporkan memberi tambahan waktu selama 13 menit dari yang seharusnya 6 menit saja. Hal itu diduga dilakukan untuk memberi keuntungan kepada Liga Deportiva Universitaria de Quito.

Skandal yang dilakukan Byron Moreno tidak berakhir disitu saja. Tepat di tahun 2010 lalu, dia ditangkap di Bandara Internasional John F. Kennedy di New York City, setelah mencoba menyelundupkan enam kilogram heroin, yang disembunyikan di celana dalamnya.

Tom Henning Ovrebo

Tom Henning Ovrebo, wasit kontroversial yang tentu tidak akan dilupakan oleh para penggemar tim London Chelsea.

Di tahun 2009 lalu, Chelsea berhadapan dengan FC Barcelona di laga semifinal Liga Champions Eropa. Ovrebo yang memimpin laga penting itu pun membuat banyak kesalahan dan dianggap memberi banyak keuntungan kepada FC Barcelona.

Di awal babak pertama, Michael Essien berhasil mencetak gol bagi Chelsea dan sekaligus membuka lebar kesempatan Chelsea untuk lolos ke babak berikutnya. Akan tetapi, itu malah menjadi awal dari petaka yang timbul dari kesalahan fatal Ovrebo.

Chelsea merasa dirugikan karena tidak mendapat hadiah penalti ketika Drogba dijatuhkan di dalam kotak 12 pas. Kemudian, penalti juga tak diberikan ketika bola menyentuh tangan Gerard Pique, usai Anelka coba melakukan akselerasi di dalam kotak penalti. Dua kesalahan yang dilakukan itu sempat membuat para pemain Chelsea geram meski mereka masih bisa menahan.

Puncak kemarahan pemain Chelsea akhirnya meletup usai tendangan yang coba dilancarkan Michael Ballack di dalam kotak penalti menyentuh tangan Samuel Etoo. Namun seperti yang sudah ditebak, tidak ada penalti yang diberikan. Kesempatan emas yang bisa saja memuluskan laju Chelsea ke partai final itu buyar usai Ovrebo tak menggubris handball yang dilakukan pemain FC Barcelona.

Keputusan itu pun membuat Chelsea tersingkir, hingga secara tidak langsung membuat karir sang wasit terpuruk. Kredibilitas Ovrebo sebagai wasit yang sebelumnya dihormati langsung merosot. Dia tidak lagi digunakan oleh UEFA dan memilih untuk mengakui kesalahan setelah beberapa tahun lamanya.

Gamal Al-Ghandour

Gamal Al-Ghandour merupakan seorang pensiunan wasit asal Mesir. Sepanjang karirnya sebagai seorang pemimpin pertandingan, dia sering disebut sebagai wasit yang kontroversial. Salah satu penampilan terburuknya adalah ketika memimpin laga perempat final Piala Dunia, antara Spanyol melawan Korea Selatan.

Di laga tersebut, tuan rumah Korea Selatan mendapat banyak sekali keuntungan dari sang wasit. Dia sempat menganulir dua gol yang diciptakan Spanyol di laga tersebut. Selain itu, Gamal Al-Ghandour juga tak jarang mengabaikan pelanggaran keras yang dilakukan oleh para pemain Korea.

Dengan keputusan yang terbilang merugikan tim Matador itu, Korea akhirnya jadi tim yang berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Gamal Al-Ghandour sejatinya bukan wasit sembarangan. Dia pernah menjadi wasit final Piala Afrika 2002, leg kedua final Piala Winners Afrika 2002, dan pertandingan di lima Piala Afrika lainnya (1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002).

Namun sayangnya, keputusan di laga Piala Dunia 2002 benar-benar mencoreng namanya sebagai seorang profesional.

Jorge Larrionda

Jorge Larrionda tergolong ke dalam daftar wasit paling kontroversial sepanjang sejarah.

Wasit asal Uruguay ini pernah memimpin laga Piala Dunia 2010 yang mempertemukan Inggris melawan Jerman. Namun kemudian, dia menciptakan sebuah keputusan keliru, yang pada akhirnya tidak akan pernah dilupakan oleh publik sepakbola.

Di laga tersebut, Jorge Larrionda tidak mengakui gol Frank Lampard walau bola telah melewati garis gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer.

Selain itu, Jorge Larrionda juga dikenal sebagai wasit yang begitu mudah mengeluarkan kartu merah dan membuatnya mendapat julukan “Red Card Larrionda”.

Pada ajang Piala Dunia 2006 silam, ia ‘sukses’ menjadi wasit keempat yang mengusir tiga pemain dalam satu pertandingan. Saat itu pertandingan mempertemukan antara Italia Amerika Serikat. Satu kartu merah yang dikeluarkan ditujukan kepada Daniele De Rossi yang bermain buat Italia, dan dua lainnya diberikan kepada pemain Amerika Serikat Pablo Mastroeni serta Eddie Pope.

Di tahun 2002, Jorge Larrionda memang sengaja tidak diikutkan sebagai wasit yang bertugas di ajang Piala Dunia. Hal itu terjadi setelah dia tengah mendapat hukuman dari Federasi Sepakbola Uruguay, yang menyebut sang wasit sering membuat keputusan yang tidak tepat.

Ali Bin Nasser

Ali Bin Nasser menjadi nama yang sering didendangkan sebagai salah satu yang paling kontroversial sepanjang sejarah. Mengapa begitu? Dia menjadi wasit yang mengesahkan gol tangan Tuhan Diego Maradona di ajang Piala Dunia 1986.

Ketika itu, dia benar-benar membuat rakyat Inggris murka dan banyak disalahkan akibat keputusan fatalnya itu.

Namun begitu, meski pada akhirnya terbukti melakukan keputusan keliru, Ali Bin Nasser tidak pernah merasa bersalah karena telah mengesahkan gol Maradona. Menurutnya, itu adalah kesalahan yang telah dilakukan asistennya.

“Sebelum laga berlangsung, FIFA juga dengan jelas memberi arahan kepada kami, ‘Jika rekanmu berada di posisi yang lebih baik dari mu, maka keputusannya harus didahulukan’. Itu yang aku lakukan. Asisten ku tidak mengangkat bendera,” ucap Bin Nasser.

Berkat gol tangan Tuhan Diego Maradona yang disahkan di laga melawan Inggris, legenda Argentina itu lalu sukses mengantar tim tercinta lolos ke partai final hingga mampu meraih gelar juara, usai di partai final Tim Tango kandaskan perlawanan Jerman Barat.

Pos terkait