Kecemerlangan Bellingham, Tchouameni, Rodrygo, maupun Vinicius Junior telah membuat Real Madrid pede sebagai klub yang sukses dengan talenta-talenta mudanya. Namun di sisi lain, Real Madrid lupa bahwa mereka punya La Fabrica, sebuah gudang bakat muda yang mencetak banyak talenta hebat di tanah Matador. Pertanyaannya sekarang, apakah beberapa pemain muda yang gacor bersama Real Madrid musim ini itu adalah alumni La Fabrica?
Daftar Isi
Lulusan La Fabrica Di Real Madrid
Keberadaan lulusan La Fabrica kini menjadi dilema di tengah gempuran para pemain asing mahal yang datang dan pergi di Real Madrid. Pola itu terus menggerus kesempatan para lulusan terbaik La Fabrica untuk bisa promosi menjadi pemain pilar di skuad senior Real Madrid.
Dulu di era 2000 awal, El Real terbukti masih ramah dengan para lulusan La Fabrica. Meski di era tersebut adalah era Galacticos, pemain Raul Gonzalez, Pavon, Guti, Raul Bravo sampai Casillas masih jadi bagian dari skuad utama Los Blancos. Sebagai hasilnya, kombinasi apik dari lulusan La Fabrica dengan para bintang asing mahal berhasil mendominasi prestasi baik di liga domestik maupun Eropa.
Guti and Raul combine to score a brilliant goal for Real Madrid. pic.twitter.com/IDmZLTxzZn
— 90s Football (@90sfootball) September 10, 2019
Di era kepemimpinan Perez jilid 2 dengan program Galacticos yang sama, mereka pun masih ramah dengan keberadaan kolaborasi pemain La Fabrica. Terbukti ketika Zidane meraih kesuksesan hattrick Liga Champions, pemain macam Lucas Vazquez, Jese, Alvaro Morata, Asensio, hingga Nacho masih diberi kesempatan menjadi bagian penting dari skuad inti El Real.
🤍 Real Madrid Castilla 2011/2012. Último ascenso.
— madridistaReal (@RMadridistaReal) April 2, 2021
👥 Mejías; Carvajal, Casado, Nacho, Pedro Mendes; Lucas Vázquez, Mascarell, Álex Fernández, Denis Cheryshev; Morata, Jesé Rodríguez. pic.twitter.com/dXZq2ntHoY
Berubah di Zaman Ancelotti
Faktor pelatih di sini juga menjadi variabel penting kenapa para pemain lulusan akademi masuk skuad inti El Real. Zidane yang mengetahui seluk beluk skuad muda Real Madrid sejak menukangi Castilla percaya pada lulusan La Fabrica untuk menunjukkan talenta terbaiknya di skuad utama.
Tapi sejak dipegang pelatih asing asal Italia, Carlo Ancelotti, pandangannya sedikit berbeda. Termasuk di periode pertamanya yakni musim 2013/14. Ancelotti jarang memberikan kesempatan menit bermain lebih kepada pemain muda La Fabrica. Mungkin hanya Arbeloa dan Casillas yang sudah mulai menua.
2014 – Ancelotti: "Morata is not good enough to play for Real Madrid" 2015 – Morata knocks out Real Madrid from UCL pic.twitter.com/vBfFc2jNS0
— Fire Flame spitter (@Yomiwoo) May 15, 2015
Lihat saja, ia malah sempat membuang pemain seperti Morata dan Vazquez di 2014. Ketika itu Ancelotti lebih percaya membeli Lucas Silva, talenta muda dari Brazil yang gagal total. Memang sih, nyatanya meski menggunakan kebijakan mayoritas pemain asing, gelar La Liga, Copa Del Rey maupun Liga Champions dapat diraih Ancelotti.
Kebijakan Beli Bintang Muda Asing
Begitupun ketika periode kedua Ancelotti di 2021. Menurut The Athletic, Ancelotti di musim pertamanya kembali ke Real Madrid bahkan hanya memainkan lulusan La Fabrica dan Castilla selama 474 menit di 26 laga pada 9 pemain.
Don Carlo bahkan terbukti langsung membuang beberapa alumni La Fabrica macam Kubo, Odegaard, Brahim Diaz, Odriozola, maupun Borja Mayoral. Ia malah membeli pemain muda yang mahal seperti Camavinga.
On this day in 2021, Real Madrid signed Eduardo Camavinga for €31M. pic.twitter.com/vxRN1OI39H
— Madrid Zone (@theMadridZone) August 31, 2023
Tak lain kebijakan baru tersebut memang merupakan tujuan dari manajemen klub. Real Madrid telah mulai mengubah kebijakan transfernya di bawah Perez, yakni getol beli pemain muda asing dari negeri orang.
Aktor lainnya ada Juni Calafat, seorang pemandu bakat Real Madrid yang bekerja di balik layar. Ia sering ditugaskan keliling dunia termasuk Amerika Selatan untuk mencari bakat muda terbaik. Tak ragu pula, Calafat dan Perez berani menebusnya dengan biaya tak sedikit.
Valverde + Camavinga for £30m – don moves in the transfer market that mean you can win Champions League ties without midfielders as good as Tchouaméni & Kroos. Juni Calafat – the man who has rebuilt Real Madrid’s 3peat era team. pic.twitter.com/u9tycVuCG6
— Raj Chohan (@rajsinghchohan) February 21, 2023
Contohnya antara lain Vinicius Junior, Rodrigo, Valverde, maupun yang terbaru Endrick. Selain pilar muda dari Amerika Selatan, dari Eropa pun tak ketinggalan. Atas kesepakatan Ancelotti dan manajemen, mereka membeli daun muda mahal seperti Camavinga, Tchouameni, maupun Bellingham.
La Fabrica dan Castilla Berprestasi
Ancelotti dan manajemen seakan buta pada lulusan La Fabrica. Padahal La Fabrica dan Castilla berprestasi di beberapa tahun terakhir lho. La Fabrica bahkan meraih treble winner di musim lalu. Real Madrid Juvenil U-19 asuhan Arbeloa merengkuh gelar juara Liga Division De Honours, Copa De Campeones, dan Copa Del Rey usia muda.
Álvaro Arbeloa’s and Julia Carmona Juvenil A achieved several historical records:
— Real Madrid Fabrica (@FabricaMadrid) May 6, 2023
• The Only unbeaten Juvenil A team in the history of Real Madrid in the league (División de Honor Juvenil)
• Most points (84)
• First Juvenil A team to concede the fewest goals in the league… pic.twitter.com/0qoi48yxlT
Sebelumnya, Raul Gonzalez di 2020 juga pernah berprestasi di La Fabrica dengan membawa gelar juara UEFA Youth League. Raul kini masih sukses menangani Castilla dengan menelurkan pemain berbakat seperti Nico Paz, Gonzalo Garcia, Marvel, Tobias, maupun Mario Martin.
Nama-nama tadi memang terkesan asing. Mereka ketika dimasukan ke skuad Real Madrid pun hanya jadi penghangat bangku cadangan. Raul sudah menyadari akan hal tersebut. Meski terus berkomunikasi, Raul merasa susah meyakinkan Ancelotti tentang kualitas pemain La Fabrica. Hal itu sudah terbukti di musim lalu ketika pemain muda mereka seperti Sergio Arribas (Almeria), Rafa Marin (Alavés), dan Carlos Dotor (Celta Vigo) malah dipinjamkan.
Sergio Arribas, Carlos Dotor, Rafa Marin, Alvaro Martin, Marvin Park, Antonio Blanco, Bruno Iglesias and Julen Jon Guerrero are all expected to leave Real Madrid Castilla this summer. #HalaMadrid pic.twitter.com/UBdYkaEktn
— Football España (@footballespana_) July 17, 2023
Jalur Unik Akademi Real Madrid
The Athletic menyoroti kebijakan Ancelotti dan Real Madrid sekarang tentang nasib pemain La Fabrica. Mereka menyebutnya “Way of Carvajal” adalah jalan yang tepat bagi pola pemain La Fabrica jika ingin berhasil. Apa itu “Way of Carvajal?
“Way of Carvajal” adalah jalur yang ditempuh para pemain La Fabrica untuk melancong dulu untuk menimba ilmu serta pengalaman bermain di luar Real Madrid. Baik itu dengan jalur pinjaman maupun jalur penjualan.
Real Madrid’s academy, the Dani Carvajal route and dilemma facing youth players. https://t.co/lfgFiHehMv
— Gboye (@mcgboye) September 8, 2023
Hal itulah yang dialami Dani Carvajal yang sukses kembali lagi ketika dibeli Real Madrid pada 2013 silam dari Leverkusen. Carvajal memilih dijual ke Leverkusen demi mengasah kemampuannya bermain reguler, ketimbang menanti ketidakpastian masuk skuad utama Real Madrid.
Begitupun apa yang dialami Lucas Vazquez. Di era Ancelotti tahun 2014, ia dibuang ke Espanyol sebagai pemain pinjaman dan kembali lagi ke Real Madrid di era Zidane dengan kondisi lebih baik. Namun yang perlu diingat, tak sepenuhnya “Way of Carvajal” ini berhasil ditiru oleh pemain lainnya. Lihat Mariano Diaz, setelah dipinjamkan ke Lyon dan gacor, ia kembali lagi ke Madrid malah flop.
Nah di musim 2023/24 ini, banyak lagi pemain Real Madrid yang melewati “Way of Carvajal” tersebut. Mereka di antaranya adalah Fran Garcia yang lama bersama Rayo Vallecano, maupun Joselu yang telah lama pindah-pindah klub. Pertanyaannya, apakah mereka adalah calon yang berhasil seperti Carvajal atau gagal?
🔙 Joselu with Real Madrid Castilla in 2011/12:
— Real Madrid Fabrica (@FabricaMadrid) June 19, 2023
• 37 games
• 26 goals
• Castilla’s top-scorer
• directly involved in 29% of Castilla’s goals
• Scored in all playoff games (4) to earn promotion to Segunda
• 7 goals in 4 games in the playoffs
And now he is back at Real… pic.twitter.com/mN82CBfo5I
Pasca Ancelotti akan Berubah?
Jawabannya akan kembali lagi kepada pribadi dan selera Carlo Ancelotti. Yang perlu ditanyakan sebenarnya bukan lagi nasib pemain yang melalui “Way of Carvajal” tersebut, melainkan nasib La Fabrica yang menunggu antrian dipromosikan seperti Nico Paz maupun Gonzalo Garcia. Apakah mereka akan dapat kesempatan atau hanya akan berakhir pada peminjaman dan penjualan?
🚨| CONFIRMÉ par Ancelotti : Nico Paz 🇦🇷 & Gonzalo Garcia 🇪🇸 seront DANS LE GROUPE du Real Madrid contre Getafe. #RealMadrid ✅⭐️ pic.twitter.com/cqzUaisoUa
— RMadrid actu 🇫🇷 (@RMadrid_actu) September 1, 2023
Nah berhubung Ancelotti akan meninggalkan Bernabeu musim depan, potensi lulusan La Fabrica untuk promosi dan mendapat menit bermain lebih akan terbuka lebar. Hal itu juga tentu menunggu siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pelatih. Kalau pelatih yang sudah mengerti seluk beluk akademi Real Madrid seperti Arbeloa, Raul, Xabi Alonso, atau Zidane, tentu potensi itu akan terbuka lebar.
Sumber Referensi : theathletic, theathletic, goal, onefootball, en.as


