Seandainya saja John Terry tidak terpeleset saat mengeksekusi penalti, Manchester United boleh jadi gagal meraih trofi Liga Champions 2008. Apesnya itu harus dibayar mahal oleh Chelsea besutan Avram Grant. Dua kali The Blues dikangkangi oleh MU.
Satu di liga Inggris dan satunya lagi di final tersebut. Manchester United besutan Sir Alex Ferguson kala itu memang jadi salah satu skuad pilih tanding di Inggris, bahkan Eropa. Perjalanan mereka ke Luzhniki Stadium di Moskow cukup berat karena harus mengalahkan AS Roma di perempat final dan Barcelona di semifinal.
Gelar Liga Champions itu kelak menjadi sangat penting. Sebab itu adalah trofi Liga Champions terakhir MU, setidaknya sampai musim 2022/23. Nah, kamu penasaran nggak sih, ke mana skuad tersebut sekarang? Berikut nasib skuad hebat MU yang juara Liga Champions 2008.
Daftar Isi
Edwin van Der Sar
Ada yang lupa dengan kiper ini? Sepertinya Edwin van Der Sar bukanlah sosok pemain yang mudah dilupakan. Bahkan oleh bukan penggemar Manchester United sekalipun. Di final Liga Champions 2008, Van der Sar mementahkan tendangan Nicolas Anelka, penendang terakhir Chelsea.
Usai final tersebut, Van der Sar bertahan tiga musim lagi berseragam United. Bahkan ia menyumbangkan dua trofi Liga Inggris lagi. Kiper Belanda itu memilih gantung sepatu pada 2011. Setelah pensiun, ia melanjutkan program master di Johan Cruyff Institute dengan mengambil studi International Master of Sport Management.
Setelah lulus, pada tahun 2012, ia langsung diangkat menjadi direktur pemasaran Ajax. Ia juga sempat jadi analis olahraga di Nederlandse Omroep Stichting dan meliput Liga Champions musim 2011. Setelah dari direktur pemasaran, ia dipromosikan jadi direktur olahraga tahun 2015. Baru setahun ia langsung menjadi CEO Utama Ajax yang kontraknya akan berakhir 2025 mendatang.
Official. Ajax CEO Edwin van der Sar extends his contract until June 2025 as key part of the club. ⚪️🔴 #Ajax pic.twitter.com/eTM1Qy1Cwn
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) September 9, 2022
Vidic dan Ferdinand
Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand adalah bagian tak terpisahkan dari kesuksesan Setan Merah di final Liga Champions 2008. Keduanya membuat penyerang sekaliber Didier Drogba tak berkutik di sebagian besar laga final.
Setelah final yang luar biasa itu, Rio Ferdinand masih bertahan di Manchester United. Bahkan ia menjadi kapten Timnas Inggris dan MU dalam beberapa tahun. Ferdinand mencetak gol kemenangan terakhirnya di era Fergie memimpin tahun 2013 menghadapi Swansea sebelum akhirnya setahun berikutnya ia hengkang ke QPR.
DONE DEAL: Rio Ferdinand has joined QPR on a free transfer, signing a one-year contract with the club. pic.twitter.com/xOsJxP1ZVH
— Squawka (@Squawka) July 17, 2014
Semusim di sana, Ferdinand pensiun setelah gagal mempertahankan QPR di Premier League tahun 2015. Selepas gantung sepatu, Ferdinand kerap hilir mudik jadi pundit untuk BT Sport. Ia juga punya kanal Youtube-nya sendiri, Vibe with Five yang membahas seputar sepak bola.
Di sisi lain, pemain Serbia juga tetap bertahan di MU selama kurang lebih enam tahun. Ia menjadi kapten tepat setelah Gary Neville pensiun. Namun, ketika Fergie pensiun, Vidic juga memutuskan hengkang pada 2014 ke Inter dengan status bebas transfer.
Oi nyesek oi. Cc: @ranggasakuragi @adrianakew 😂😂“@Update_Transfer: Inter Milan memperkenalkan Nemanja Vidic – @Inter pic.twitter.com/WLH6TiTxF8”
— yoha (@yohanesyedija) July 4, 2014
Vidic memilih pensiun pada Januari 2016. Sekarang di usianya yang sudah 41 tahun kabarnya memilih tinggal di Milan. Vidic juga sesekali menjadi duta besar untuk Setan Merah sambil menyelesaikan lencana kepelatihannya.
Ia juga sempat mengikuti kursus Master Eksekutif UEFA yang diadakan di Nyon, Swiss. Vidic ingin seperti Fergie, tapi kini pria yang sudah punya lisensi UEFA Pro tahun 2018 itu masih menjadi seorang pundit.
Nemanja Vidic returns to Manchester United as club ambassador https://t.co/chCIUhqHrz #MUFC pic.twitter.com/0boIvqbRnk
— Daily Star Sport (@DailyStar_Sport) March 23, 2016
Patrice Evra dan Wes Brown
Wes Brown adalah perancang kemenangan MU di final Liga Champions 2008. Berkat umpan briliannya, Cristiano Ronaldo bisa mencetak gol di Moskow. Sayangnya nasib Brown tak sementereng CR7. Sama seperti Van der Sar, setelah final itu Brown tetap bertahan di United, tapi pergi pada 2011.
Ia kemudian bermain untuk Sunderland. Namun, cedera memaksanya cuma bermain 76 laga dari lima tahun berseragam Sunderland. Ia sempat membela Blackburn setelah dari Sunderland. Kehadiran bek-bek muda memaksanya dilego ke klub India, Kerala Blasters.
Wes Brown 🗣: “I love Kerala. The fans were fantastic. I had a great time with the Kerala Blasters and I really loved playing in the Indian Super League.” 🤩💛#KBFC #ISL #IndianFootball #IFTWC pic.twitter.com/hhZpE7Zcwo
— IFTWC – Indian Football (@IFTWC) March 10, 2022
Tahun 2018, Brown merasa kariernya tamat dan harus disudahi setelah bermain dalam 13 laga di Liga Super India dan mengemas 1 gol musim 2017/18. Setelah pensiun, Brown belakangan kerap terlihat sebagai pundit di MUTV. Btw, dia bukan pundit sembarangan, karena punya lisensi kepelatihan UEFA “A” dan pernah bekerja di Asosiasi Sepak bola Irlandia.
Subscribe now to watch @LukeShaw23, Denis Irwin and Wes Brown on #MUTV from 19:00 BST tonight: https://t.co/xyjvVpeZBg pic.twitter.com/dXCJg7SHO9
— Manchester United (@ManUtd) August 30, 2018
Sementara Evra hengkang dari United tahun 2014 di era David Moyes. Ia merapat ke Juventus dan memenangkan gelar di sana. Tahun 2017 ia pindah ke Marseille. Namun hanya semusim ia dipecat karena bertengkar dengan seorang fans. Pria yang juga berdarah Senegal itu kembali ke Inggris tahun 2018 gabung West Ham.
Evra memutuskan pensiun pada 2019. Pria ini juga sempat dikabarkan pernah alih profesi jadi petinju melawan Adam Saleh, walau kabarnya ditunda. Well, kini ia sibuk dengan bisnisnya.
Former Man United player Patrice Evra will take on Youtube star Adam Saleh in a boxing contest on April 30 🤯
— DAZN Boxing (@DAZNBoxing) March 17, 2022
📸 adamsaleh / IG pic.twitter.com/OGi6I3Sr2w
Carrick dan Paul Scholes
Paul Scholes juga masih bermain di MU setelah Liga Champions itu. Tapi salah satu gelandang terbaik di Inggris itu memilih pensiun pada 2011. Tapi ternyata itu cuma istirahat, karena ia kembali berseragam MU pada tahun 2012. Akhirnya ketika Fergie pensiun pada tahun 2013, ia ikut pensiun.
Scholes pernah jadi asisten Ryan Giggs di MU pada April 2014 tapi hanya bertahan dua bulan. Ia kemudian menukangi klub masa kecilnya, Oldham Athletic pada 2019, sebelum tahun 2020 ia sempat jadi pelatih interim di Salford. Kini bersama Gary Neville ia mengelola tim League Two tersebut.
Sir Alex Ferguson helping Gary Neville, Paul Scholes and Ryan Giggs rename Salford City’s ground the Peninsula Stadium today pic.twitter.com/xoXQOK5eAx
— Rob Dawson (@RobDawsonESPN) October 19, 2017
Kalau penendang kedua MU di final itu, Michael Carrick menjadi orang kedua setelah Ryan Giggs yang menghabiskan waktu terlama setelah Liga Champions 2008. Ia bermain selama 10 musim lagi di United. Dan memutuskan gantung sepatu pada 2018 disinyalir karena irama jantungnya tak teratur.
Walau tak jadi pemain, Carrick masih mengabdi untuk MU. Ia jadi tangan kanan Ole Gunnar Solskjaer sebagai bagian dari staf pelatih. Sempat jadi caretaker pelatih, Carrick ditendang ketika Ralf Rangnick masuk. Hari ini Carrick tengah menukangi Middlesbrough yang sedang berupaya kembali ke Premier League.
🔴 Michael Carrick’s record at Middlesbrough:
— SPORTbible (@sportbible) March 7, 2023
✅ 14 wins
🤝 1 draw
❌ 5 losses
It is being reported that West Ham could appoint the Englishman should they decide to sack David Moyes 👀
(Via The Times) pic.twitter.com/HDj79CgTOI
CR7 dan Owen Hargreaves
Fergie dalam bukunya menyebut pembelian Owen Hargreaves adalah bencana. Kata Fergie, ada hal-hal yang tidak ia sukai pada pemain itu. Namun, walau bagaimana ia membantu United meraih trofi UCL dengan tidak gagal menendang penalti. Tapi setelah malam itu, Hargreaves memang kerap diterpa cedera.
Owen Hargreaves to Manchester City (2011) pic.twitter.com/ORCVBerYhR
— Transfersthathappened (@actualtransfers) June 11, 2022
Pria kelahiran Kanada itu akhirnya dilego ke Manchester City pada Agustus 2011. Setelah ‘numpang’ juara Liga Inggris bersama klub rival, ia pensiun tahun 2012. Hari ini kesibukannya jadi pundit di BT Sport. Lalu Cristiano Ronaldo?
Tanpa perlu berpanjang lebar, kamu pasti tahulah doi di mana. Intinya, setahun setelah juara ia minggat ke Real Madrid. Setelah malang melintang meraih trofi bersama El Real dan Juventus, ia kembali dengan menghadirkan masalah yang membuatnya disingkirkan MU. Padahal untuk membujuknya kembali susahnya setengah mampus.
🇸🇦 Cristiano Ronaldo stats at Al Nassr
— . (@statscr7br) March 2, 2023
[A thread]: pic.twitter.com/kITTVYmSds
Carlos Tevez dan Wayne Rooney
Carlos Tevez adalah penendang pertama United di final itu. Usai memastikan kemenangan malam itu, Tevez mengangkat Si Kuping Besar dengan mengenakan jersey Argentina. Ia beruntung karena saat itu MU meminjamnya dari West Ham.
Ia kembali ke klubnya, tapi pada 2009 ia menciptakan kontroversi dengan bergabung ke Manchester City. Sempat meraih trofi Liga Inggris bersama City, ia hengkang setelah tiga musim karena perselisihan. Tahun 2013, ia meninggalkan Inggris dan meraih dua scudetto bersama Juventus.
📊 Le statistiche di Carlos Tevez con la Juventus (2 anni) :
— ᑭᗩᘔᘔOᑭᗴᖇYIᒪᗪIᘔ🙅🏻🤍🖤 (@pazzamentejuve) February 5, 2023
96 partite
50 Gol
19 assist
2× Scudetto
1× Coppa Italia
1× Supercoppa
Buon 39esimo compleanno, Carlitos 🇦🇷 pic.twitter.com/jxwcBSVHS7
Tahun 2015 ia benar-benar meninggalkan sepak bola Eropa dan pulang ke klub lamanya, Boca Junior. Sempat ke Shanghai Shenhua, tapi ia kembali lagi ke Boca tahun 2018. Tahun 2022, Tevez pensiun dan melatih Rosario Central pada Juni 2022. Tapi sekarang ia tanpa klub.
Kalau Wayne Rooney, ia bertahan di MU sampai 2017 sebelum kembali ke Everton. Tahun 2018 ia merapat ke DC United yang sahamnya masih dimiliki Erick Thohir, dan kembali ke Inggris tahun 2020 dengan berseragam Derby County.
#mufc legend Wayne Rooney is back in MLS, as the head coach of DC United! pic.twitter.com/vdf6FE9mZr
— The United Stand (@UnitedStandMUFC) July 12, 2022
Wazza ditunjuk sebagai pelatih Derby pada 2021. Setelah melalui masa sulit, ia dipecat. Dan pada 2022 ia kembali ke Amerika Serikat untuk melatih DC United.
Sumber: Sportco, TheSun, PremierLeagueHeroes, ManUtd, LiverpoolEcho, DailyMail, JohanCruyffInstitute


