Keirrison, Kisah Wonderkid Brasil Yang Jadi Pembelian Terburuk Barcelona

spot_img

Brasil dipercaya menjadi negara yang menghasilkan bakat-bakat hebat. Para pemain disana banyak dimanfaatkan oleh klub-klub besar, bahkan ketika masih berusia muda sekalipun. Fenomena itu sudah sangat wajar terjadi. Ada banyak pemain muda yang diburu oleh klub top Eropa, meski beberapa dari mereka tak sepenuhnya berhasil.

Layaknya kehidupan, keputusan yang diambil memang tidak selalu membawa keberuntungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi mengapa sang pemain bisa gagal tampil di level tertinggi.

Bahasan kali ini merujuk pada seorang pemain berbakat asal Brasil bernama Keirrison.

Ada apa dengan Keirrison? Keirrison merupakan pemain muda berbakat yang sudah bergabung dengan klub raksasa FC Barcelona di usia muda. Tepat pada tahun 2009, ketika usianya menginjak 20 tahun, Keirrison resmi bergabung dengan Barcelona dari Palmeiras. Dia dibayar dengan mahar sebesar 14 juta euro dan diberi kontrak sampai lima tahun ke depan.

Bergabung dengan Barcelona membuat Keirrison girang bukan kepalang. Dia mengaku sering mengikuti klub tersebut, hingga bisa tampil bersama el Barca disebutnya sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Selain itu, dia dengan percaya diri mengatakan kalau akan menembus skuad utama Barcelona yang dilatih oleh Pep Guardiola.

Namun sayang, semua angan-angannya sama sekali tidak bisa menjadi kenyataan. Dia kandas dan lebih sering menjalani masa peminjaman dalam waktu yang lama.

Seorang pemain yang seharusnya membuktikan diri sebagai salah satu rekrutan terbaik kini, pada akhirnya malah dikenang sebagai salah satu yang terburuk, padahal awal karir Keirrison dimulai dengan sebuah letupan.

Saat berstatus remaja, dia membantu Coritiba meraih promosi ke Serie A Brasil sebelum tampil apik di musim pertamanya di level tertinggi. Selama kampanye 2008, dia sukses mengemas 41 gol hanya dari 58 penampilan, memainkan peran penting untuk membantu klubnya meraih Campeonato Paranaense.

21 gol di liga membuatnya keluar sebagai top skor Serie A Brasil dan dia menjadi pemain termuda yang melakukan itu pada momen tersebut.

Sebuah transfer ke Palmeiras lantas terjadi pada Januari 2009 namun jelas bahwa waktu Keirrison di negara asalnya hanya sebentar karena ketajamannya menarik minat klub Eropa.

Barcelona yang pada akhirnya berhasil mendapat jasa Keirrison harus lebih dulu bersaing dengan Liverpool. Klub asal Inggris tersebut begitu tertarik dengan jasa sang pemain namun belum mampu menandingi popularitas tim asal Catalan.

Seperti yang sudah disinggung di awal, Keirrison tidak langsung mendapat tempat utama di Barcelona. Guardiola, yang baru saja membawa Barca meraih treble bersejarah di musim pertamanya di tampu kepemimpinan, punya ide lain untuk Keirrison.

Meskipun jelas Guardiola terkesan dengan apa yang telah dicapai penyerang itu di Brasil, ia menjelaskan bahwa Keirrison tidak akan mengenakan seragam utama Barcelona dalam waktu dekat.

“Dia sangat muda. Dia punya beberapa statistik hebat. Sulit untuk menemukan pencetak gol ulang,” kata Guardiola.

“Klub telah memutuskan untuk mengontraknya tetapi dia akan dipinjamkan. Aku tidak akan mengandalkan dia untuk musim ini.”

Masalah yang ia dapat di Barcelona tampak menjadi sebuah karma baginya. Ya, diceritakan, Keirrison yang memang punya statistik luar biasa sewaktu berada di Brasil, pernah membuat pelatih Palmeiras dipecat.

Pada Juni 2009 silam ketika kabar ketertarikan Barcelona kepada Keirrison terus berhembus, sang pemain menunjukkan sikap yang tidak profesional kepada klub. Pelatih Palmeiras ketika itu, Luxemburgo, mengaku marah dengan keputusan klub yang memecatnya.

Ternyata setelah ditelusuri, dipecatnya sang pelatih adalah karena dia pernah berucap kepada klub, bahwa selama ia jadi pelatih, Keirrison tidak akan bermain; bahkan bila ia batal ke Barca. Namun ternyata, di balik semua itu ada alasan kuat yang dilontarkan sang pelatih. Dia berkata, Keirrison memperlihatkan ketidakprofesionalan dan rasa kurang hormat kepada nya dan klub. Keirrison dianggap sudah merasa menjadi bintang besar. Maka dari itu, Luxemburgo yang geram langsung membuat pernyataan semacam itu.

Namun sekali lagi, sikapnya dipandang lain oleh klub. Ia dipecat dan diberitahu bila pemecatannya sama sekali tidak berkaitan dengan hasil yang diterima klub, melainkan karena dia menolak untuk memainkan Keirrison.

Setibanya di Barcelona, seperti yang kita tahu, Keirrison seperti menjadi pemain yang tidak diinginkan oleh Pep Guardiola. Meski mendapat kontrak selama lima tahun dari Barcelona, Keirrison sama sekali tidak memberi jasa apapun bagi Barcelona. Dia malah menghabiskan lima tahun ke depan dengan kegagalan, dan bahkan tidak mampu mengamankan menit bermain reguler di sejumlah klub.

Benfica menjadi pemberhentian pertamanya sejak dipinjamkan oleh Barcelona. Hasilnya, dia gagal bersinar. Dengan banyaknya striker yang dimiliki Benfica, Keirrison kesulitan untuk menembus tim utama. Dia tidak mampu bersaing dengan nama-nama seperti Oscar Cardozo, Nuno Gomes dan Javier Saviola.

Manajer Benfica Jorge Jesus sama sekali tidak terkesan dengan Keirrison, hingga membuat keputusan untuk sama sekali tidak memainkannya di paruh kedua musim masa peminjamannya.

Dengan begitu, Keirrison langsung mengambil keputusan untuk bergabung dengan Fiorentina, yang lagi-lagi dengan status pemain pinjaman.

Meski mendapatkan lebih banyak waktu bermain di Stadio Artemio Franchi, dan bahkan mencetak dua gol di Serie A, Keirrison gagal meyakinkan tim asal Tuscan itu bahwa ia layak dipertahankan. La Viola memutuskan untuk mengakhiri kontraknya secara prematur setelah hanya enam bulan dan sang pemain tiba-tiba kembali ke Brasil pada Juli 2010, untuk dipinjamkan ke Santos.

Disana, karirnya juga tak benar-benar cemerlang. Selain tidak menjadi pemain di tim utama, Keirrison juga mengalami sejumlah masalah cedera.

Karena dinilai tak mampu berkembang dengan baik, Barcelona pada 2014 silam memutuskan untuk menjual sang pemain. Ia dilepas ke klub masa kecilnya, Coritiba. Namun disana dia juga gagal bersinar hingga harus rela bergabung dengan tim kasta bawah demi mendapat kesempatan bermain reguler.

Sempat kembali ke Serie A bersama Coritiba, kontraknya diputus pada Juni 2019. Dia yang berstatus sebagai pemain tanpa klub pun kini berkarir bersama Palm Beach Stars.

Mendapat ketertarikan dari Barcelona yang sempat membuatnya angkuh, benar-benar membuat karirnya hancur. Alih-alih menjadi klub impian, Blaugrana justru menjadi tim yang membuat perjalanannya terasa amat mengenaskan.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=exk1K7cFb4k[/embedyt]

 

Sumber referensi: planetfootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru